Ini Pendapat Lia Emilia Tentang Pendatang Baru di Jakarta

Selasa, 12 Agustus 2014 17:45 Penulis: Editor KapanLagi.com
Ini Pendapat Lia Emilia Tentang Pendatang Baru di Jakarta Lia Emilia © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Lebaran selalu membawa kisah tersendiri bagi siapapun yang merayakannya termasuk dalam kegiatan pulang kampung atau mudik. Banyak kota yang didatangi oleh para pendatang yang ingin bertemu keluarga di kampung halaman seperti halnya kota Jakarta. Tapi ada cerita tersendiri di balik kota Jakarta yang selalu didatangi banyak perantau dari luar kota seusai lebaran.

Jakarta seolah mempunyai magnet tersendiri untuk didatangi orang-orang dari luar kota padahal ibukota ini termasuk kejam bagi mereka. Fenomena kota Jakarta yang penuh dengan pendatang ini menarik perhatian penyanyi Lia Emilia. Ia mempunyai pendapat tersendiri tentang peristiwa yang selalu terjadi tiap tahun ini.

Menurutnya, Jakarta mempunyai daya tarik khusus yang mampu menarik setiap orang yang ingin mengadu nasib di kota besar ini. Namun ia ingin hal tersebut harus ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang agar tak terjadi penambahan penduduk yang tak terkendali.

Lia Emilia merasakan Jakarta semakin sesak setelah didatangi pendatang © KapanLagi.com®Lia Emilia merasakan Jakarta semakin sesak setelah didatangi pendatang © KapanLagi.com®

"Menurut aku Jakarta masih sangat menggiurkan untuk mengais rezeki, harusnya mulai dibatasi karena Jakarta udah sangat penat, tapi itu bagaimana kebijakan dari pemerintah DKI Jakarta," ungkap dara pelantun lagu Cinta Stereo ini.

Ia juga menambahkan bahwa tiap orang sebenarnya mempunyai hak untuk mengubah kehidupan sosialnya menjadi lebih lagi. Tapi Lia mengakui bahwa kehidupan di Jakarta memang sangat keras untuk seseorang yang akan mencari penghidupan. Ketika ditanya haruskah para pendatang datang ke ibukota untuk mengais rupiah, ia mempunyai jawaban sendiri.

"Jakarta kayaknya udah pusing deh, urusan macet sama banjir aja belum terselesaikan, apalagi kalau tiap lebaran pendatang baru makin banyak, makin penat pastinya," tambahnya. Baginya, mengadu nasib tak harus di Jakarta, di mana pun bisa jika dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

(kpl/dis/abr)


REKOMENDASI
TRENDING