SELEBRITI

Jika Mangkir Lagi untuk Kedua Kalinya, Nindy Ayunda Dipastikan Bakal Dijemput Paksa Oleh Polisi

Selasa, 12 Juli 2022 07:40

Nindy Ayunda akan dijemput paksa oleh polisi / Kapanlagi.com - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Nindy Ayunda sempat mangkir dari panggilan pihak kepolisian pada 8 Juli 2022 kemarin. Seperti diketahui, Ia dilaporkan atas dugaan kasus penculikan dan penyekapan dengan korban mantan sopirnya yang bernama Sulaiman. Laporan itu sendiri dibuat oleh Rini, istri dari Sulaiman.

Nah, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan kembali memanggil Nindy sebagai saksi terlapor akhir pekan ini. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit juga menegaskan jika perempuan 33 tahun itu kembali mangkir dari panggilan nantinya, pihaknya bakal melakukan penjemputan secara paksa terhadap mantan istri Askara Parasady Harsono itu.

“Kita akan prosedural (jemput paksa)," ucapnya dengan tegas.

1. Tanyakan Kepastian Hukum

Sementara itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengki Indarti mengatakan jika pihaknya terus memantau kasus hukum yang menimpa kekasih Dito Mahendra tersebut. Ia bahkan mengaku heran lantaran laporan yang dilayangkan oleh Rini Diana cukup lama ditangani, apalagi sudah lebih dari satu tahun sejak dilaporkan belum ada kejelasan terkait kasus tersebut.

"Saya berharap Polres Jakarta Selatan bertindak tegas terhadap Nindy Ayunda jika selalu mangkir dari panggilan penyidik, sehingga ada kepastian hukum. Jangan sampai kasusnya terkatung-katung. Karena semua orang berhak mendapatkan keadilan dan kepastian hukum," kata Poengki melalui pesan WhatsApp (WA), Senin (11/7/2022).

Lebih lanjut, Poengki juga mengatakan bahwa dirinya sudah meminta klarifikasi kepada Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus dengan Nindy Ayunda sebagai terlapornya. Ia pun berharap agar penyidik bisa bekerja secara profesional untuk menuntaskan kasus tersebut.

2. Kronologi Kejadian

Sebagaimana diketahui, Nindy Ayunda dilaporkan oleh Rini Diana ke Polres Jakarta Selatan pada 15 Februari 2021 lalu. Hal itu berkaitan dengan dugaan bahwa Nindy melakukan tindak penculikan dan penganiayaan terhadap suaminya, Sulaiman, yang kala itu berprofesi sebagai sopir.

Laporan tersebut diketahui telah teregistrasi dengan Nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ dengan sangkaan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. Hingga kini, status Nindy pun masih sebagai saksi atas kasus tersebut.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus dugaan penyekapan itu.


REKOMENDASI
TRENDING