Bodyguard Artis - Behind the SceneKasus Penyiraman Air Keras Saint Loco, Yang Salah Adalah...

Jum'at, 03 Oktober 2014 12:45 Penulis: Guntur Merdekawan
Kasus Penyiraman Air Keras Saint Loco, Yang Salah Adalah... Firdaus Akbar / KapanLagi® - Foto: Fajar Adhityo
Kapanlagi.com - Mengemban tugas sebagai seorang security konser atau bodyguard artis bukanlah perkara muda. Berbagai macam tantangan dan ancaman pastinya senantiasa datang dari berbagai macam fans.

Di venue konser sendiri, para bodyguard diharapkan mampu menjaga ketentraman para fans. Mereka juga diwajibkan untuk menghalau fans yang coba naik ke panggung atau mendekati sang performer.

Firdaus Akbar, seorang bodyguard berparas tampan asal Malang bercerita banyak mengenai pengalamannya ketika ditemui tim KapanLagi® di markasnya, daerah Stadion Gajayana. Salah satunya adalah kejadian penyiraman air keras pada vokalis Saint Loco di Malang tahun lalu.

"Itu yang salah dari pihak EO (Event Organizer). EO kadang-kadang ngirit pengeluaran dia nggak mau ngeluarin nominal lebih untuk bodyguard. Jadi waktu di hotel itu tidak ada sama sekali dari pihak kepolisian nggak ada, bodyguard nggak ada. Itu kan harusnya mulai dari bandara ke hotel terus ke stage, dari stage balik lagi ke hotel, terus ke bandara lagi. Kita hanya dipakai untuk pengawalan di stage. Mulai di bandara nggak digunakan, di hotel nggak digunakan, jadi kita hanya di stage. Waktu itu di Lapangan Rampal. Keluar dari Rampal bukan tanggung jawab kita, karena kita nggak diminta mengamankan sampai di hotel. Kalo saya rasa ya dari pihak penyelenggara, kenapa kita nggak diminta ngawal," jelas pria yang disapa Idhos panjang lebar.

Kasus siram air keras Saint Loco, Idhos salahkan pihak EO / KapanLagi®Kasus siram air keras Saint Loco, Idhos salahkan pihak EO / KapanLagi®

Tugas bodyguard sendiri tak cuma mendapat tantangan dari fans nakal. Kadang para artis juga dinilai susah diatur, terutama para musisi band cadas. Meskipun begitu, ia menuturkan jika selama ini semuanya selalu lancar dan aman.

"Biasanya model band underground susah diatur. Mereka rata-rata sudah minum alkohol dari luar. Walaupun kita uda steril, biasanya mereka sudah mabuk di luar, nggak tau mabuknya dari mana. Jadi itu kondisinya mereka setengah sadar, di luar batas kesadaran, mereka banyak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Itu memang lebih susah tapi selama ini alhamdulilah kita bisa handle," pungkas pria berdarah Madura - Pakistan tersebut.

(kpl/faj/gtr)

Reporter:

Fajar Adhityo


REKOMENDASI
TRENDING