SELEBRITI

Kisah Perjuangan Jordi Onsu Bangun Brand Kuliner Lokal, Bawa Misi Nasionalisme

Sabtu, 20 Juni 2020 09:08

Keluarga Ruben Onsu / Credit: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Ada sebuah misi mulia yang dibawa Jordi Onsu ketika membangun bisnis kuliner Geprek Bensu tahun 2017 silam. Adik dari Ruben Onsu itu ingin mempopulerkan menu tradisional Indonesia agar bisa bersaing dengan kuliner ayam dari brand asing.

Jordi sebenarnya bisa saja membangun bisnis kuliner dengan menu makanan asing. Namun Ia tidak melakukannya karena memang ingin fokus untuk lebih mengembangkan kuliner Indonesia.

"Kalau merek ayam asing aja bisa punya ratusan bahkan ribuan gerai, merek Indonesia kenapa nggak? Kita hidup, tinggal, tumbuh, berdampingan dengan selera masyarakat Indonesia. Jadi ngapain jual makanan bule?" ungkap Jordi mengenai alasannya membangun bisnis Geprek Bensu singkat saat ditemui di Jakarta, Jumat (19/6).

1. Jawaban Dari Usaha Keras Jordi Onsu

Dari kerja keras dan usaha Jordi, saat ini Geprek Bensu sudah mengantongi predikat Top 20 Indonesia Rising Star Brands 2019, disejajarkan dengan brand lokal lainnya yang lebih dahulu membuka usaha. Selain itu juga menjadi 1 dari 25 Fast Non Public Companies dan masuk dalam Most Hundred Brand Indonesia yang dirilis Majalah SWA.

"Tentu pengakuan ini harus disyukuri dan dijadikan penyemangat untuk meraih mimpi lain yang lebih tinggi," tambahnya.

2. Populerkan Menu Kuliner Ayam Geprek

Jordi sadar betul jika Ia bukan yang pertama mengenalkan kuliner ayam geprek di Indonesia. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri jika berkat Ayam Gepek Bensu, kuliner satu ini jadi makin populer dan dikenal luas.

"Kami sendiri bukan pioner dalam mempopulerkan ayam geprek. Tapi kalau yang pertama kali menyebarluaskan ayam geprek hingga terkenal ke seluruh Indonesia hingga menjadi trend, itu memang kami. Kita sempat memberi apresiasi pada Bu Rum, penjual ayam geprek di Yogyakarta karena memang beliau salah satu sumber inspirasi kita," ungkap pria berusia 27 tahun ini.

3. Tak Ragu untuk Turun Bantu Proses Produksi

Jordi lantas sedikit bernostalgia mengenai keterlibatannya dalam mengembangkan bisnis Ayam Geprek Bensu. Tak sekedar duduk santai di belakang meja, ternyata pemain film TENDANGAN DARI LANGIT ini juga kerap turun langsung untuk ikut proses produksi, seperti ngulek hingga belanja bahan-bahannya.

"Dulu banyak orang ngantri karena menunggu sambal yang diulek. Seiring waktu berjalan akhirnya sambal ditumbuk dengan alu kayu dalam lumpang batu. Kalau ingat dulu, tangan saya sampai panas karena keseringan ngulek sambal," kenang Jordi.

4. Peran Nama Besar Ruben Onsu

Saat ini, Geprek Bensu yang bernaung di bawah PT. Onsu Pangan Perkasa memiliki 157 outlet termasuk di Hong Kong dan Kuala Lumpur. Itu pun belum termasuk merek kuliner lain yang juga bernaung di bawah grup usaha yang sama.

Tak kurang dari 20 menu bisa kalian temukan di tiap gerai Geprek Bensu, termasuk menu khas dari daerah-daerah dari berbagai penjuru Nusantara. Di Sumatera ada Nasi Bumbu Rendang, Sambal Teri Medan, di Yogyakarta ada Sambel Oseng Mercon, di Kalimantan Nasi Kuning yang dibuat spesial dengan telur, sambal merah dan tempe orek. Sementara itu di Makasar ada Sambal Roa, bahkan ada Sambal Embe, Sambel Matah khas dari Pulau Dewata.

Jordi tak menampik jika sukses usaha kuliner lokal yang dijalaninya tidak lepas dari nama besar sang kakak, Ruben Onsu. Maka sejak awal, Jordi sepakat menjadikan Ruben sebagai brand ambassador dengan menyertakan nama Bensu dalam usahanya.

"Kalau tidak karena nama besar Ruben Onsu, mustahil kami mendapatkan modal kerja dalam waktu singkat yang kemudian digunakan untuk membayar ruko dan membeli bahan baku. Modal membangun usaha ini ada 3, yaitu niat, kreativitas dan nama besar Ruben. Bisnis ini sungguh diberkahi, dimudahkan karena bertemu dengan orang-orang baik. Tuhan yang memberi jalan," tuntas Jordi.


REKOMENDASI
TRENDING