SELEBRITI

Klarifikasi Pihak Penyelenggara Miss Grand Indonesia Atas Tudingan Nadia Purwoko

Jum'at, 18 Oktober 2019 14:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Nadia Purwoko © Instagram/nadiapurwoko

Kapanlagi.com - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan pernyataan dari Nadia Purwoko yang mengklaim belum menerima hadiah apartemen yang telah dijanjikan sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018. Setelahnya, pihak penyelenggara dan pemegang lisensi Miss Grand Indonesia, Yayasan Dharma Gentari yang gantian buka suara.

Menurut pihak penyelenggara, kabar yang tersebar luas itu salah. Yayasan Dharma Gentari ganti menuding jika Nadia yang selama ini menolak menandatangani kontrak sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018.

"Dia menyatakan belum mendapat hak-haknya sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018, itu sangat tidak benar. Yang sebenarnya terjadi adalah saudari Nadia Purwoko sendiri menolak menandatangani kontrak sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018, sementara beberapa hadiah telah diberikan," ungkap Putra Tegar Sianipar, SH, LLM, kuasa hukum Yayasan Dharma Gantari saat menggelar jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).

1. Apartemen Sudah Disiapkan Untuk Nadia Purwoko

Sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018, Nadia mendapatkan banyak sekali hadiah. Beberapa di antaranya adalah satu set gaun malam rancangan Ivan Gunawan, satu tahun all club membership gyms dari Golds Gym, paket treatment Jakarta Derma Clinic senilai Rp 175 juta, dua pasang sepatu heels SWY shoes, paket tindakan untuk make over tubuh senilai Rp 30 juta dan satu set makeup kit dari MAC senilai Rp 30 juta.

Sementara untuk apartemen, pihak Yayasan Dharma Gentari juga sudah menyiapkannya untuk Nadia. "Udah kami jadwalkan kok apartemen itu selesai di tahun 2020 tentu saja ada prosedurnya seperti tanda tangan pajak dan prosedur administrasi lainnya. Tapi ditolak karena dia penginnya dapat langsung," ujarnya.

2. Bakal Bawa ke Jalur Hukum?

Sejauh ini Yayasan Dharma Gentari belum ada niatan untuk membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Pihak Yayasan masih membuka kesempatan kepada Nadia Purwoko untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan.

"Belum ada ke arah situ (mengambil jalur hukum). Kami masih berupaya menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarah. Karena disadari atau tidak dengan adanya kasus ini, pastinya akan menyebabkan nama Yayasan dan citra Miss Grand Indonesia bisa buruk. Padahal dia selama ini selalu mengaku Miss Grand Indonesia, oleh sebab itu kami berharap Nadia bisa berkomunikasi lagi dengan kami," tandasnya.

REKOMENDASI
TRENDING