SELEBRITI

Masuk Jajaran Board of Directors Paling Muda, Gita Gutawa Akan Berkontribusi Penuh untuk YAMI

Jum'at, 12 Agustus 2022 22:23

Gita Gutawa ©instagram.com/gitagut

Kapanlagi.com - Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) di bawah kepemimpinan Candra Darusman mengumumkan jajaran Board of Directors (BoD) periode 2022-2027. Setidaknya ada 10 nama yang masuk dalam jajaran tersebut.

Mereka adalah Tantowi Yahya, Triawan Munaf, Dwiki Dharmawan, Iman RN Sastrosatomo, Yonathan Nugroho, David Karto, Wisnu Surjono, Andreas Wulur, Ikke Nurjanah, dan Gita Gutawa.

Yang menarik, dari 10 anggota BoD periode 2022-2027, Gita Gutawa satu-satunya anggota termuda. Pelantun lagu Bukan Permainan itu berkomitmen untuk berkontribusi penuh buat Yayasan AMI.

1. Sudah Bersama AMI Sejak Usia 13 Tahun

"Insya Allah bisa berkontribusi dengan sudut pandang aku sebagai yang paling muda. Pengalaman aku bersama AMI sudah sejak usia aku masih 13 tahun," kata Gita Gutawa di bilangan SCBD, Jakarta Setan, Jumat (12/8).

"Mudah-mudahan aku juga bisa memberikan kontribusi juga dengan sudut pandang aku sebagai musisi muda. Insya Allah nanti aku bisa berkontribusi," tambah Gita Gutawa.

2. Sudah Dibicarakan Sejak Lama

Jauh sebelumnya, Gita Gutawa banyak membicarakan soal YAMI bersama Candra Darusman. Obrolan itu sebelum Candra Darusman menjadi ketua YAMI yang sekarang. Dari situlah, putri Erwin Gutawa itu diminta Candra Darusman untuk bergabung dalam Board of Directors.

"Saat itu belum menjadi ketua YAMI yang sekarang. Tapi, kita sudah mulai banyak ngobrol-ngobrol soal YAMI, aku juga sudah share beberapa point of view aku tentang YAMI," kata Gita Gutawa.

"Tiba-tiba ada pengumuman bahwa Om Candra menjadi ketua YAMI, nggak lama kemudian, Alhamdulillah, Om Candra telepon aku juga. 'Bagaimana Git menjadi Board of Directors?'," tambah Gita Gutawa melanjutkan.

3. Musik Tradisional Patut Diapresiasi

Dalam kesempatan yang sama, Candra Darusman menjelaskan, dalam hal ini, ia akan fokus pada beberapa poin penting, seperti musik tradisi yang selama ini belum mendapat apresiasi di AMI, dan juga program Internasional Music 20 (M20).

"Ada satu area yang ketinggalan atau terlupakan, yaitu musik tradisional. Musisi dan instrumentasinya. Area musik tradisional belum sempat diberikan perhatian. Saya pikir patut diberi perhatian dalam berbagai bentuk kegiatan," kata Candra Darusman.

"Juga musisi senior yang belum seluruhnya diangkat. Tiga tahun ke depan selain meneruskan yang sudah bagus, mengangkat musisi tradisional, dan musisi senior," tutup Candra Darusman.

REKOMENDASI
TRENDING