SELEBRITI

Mundur Dari Kasus, Mantan Kuasa Hukum Bongkar Kebohongan Vanessa Angel

Kamis, 10 Januari 2019 18:30 Penulis: Tyssa Madelina

Kuasa Hukum bongkar kebohongan Vanessa Angel © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Reporter: Dian Kurniawan/Liputan6.com

Permasalahan yang menimpa aktris cantik Vanessa Angel tampaknya menemui babak baru. Setelah pengacaranya mengundurkan diri dari kasus prostitusi yang mencatut namanya, kini Tuti selaku kuasa hukum terdahulu menyampaikan beberapa hal terkait kebohongan Vanessa.

Ditemui di Mapolda Jatim, Tuti menyebut Vanessa tak berkata jujur soal aliran dana Rp 80 juta. Pasalnya saat dilakukan kroscek, fakta justru membuktikan sebaliknya.

"Jadi sebetulnya apa yang disampaikan pak Zakir sudah sesuai dengan apa yang dikatakan artis VA. Dalam hal ini kami sebagai kuasa hukum saat itu selalu berdiskusi atau tentu seorang klien terbuka pada kami," ungkap Tuti, saat ditemui hari Kamis (10/1/2019).

Tuti juga menyebut bahwa konferensi pers yang diadakan oleh sang pengacara, Muhammad Zakir Rasyidin dan Jane Shalimar juga sudah sesuai ketentuan dari Vanessa Angel. Sayangnya, di beberapa hal, Zakir dan Vanessa memang sudah tidak bersinergi.

1. Banyak Kejanggalan

"Maka kami mengundurkan diri dari kuasa hukum VA. Kalau dibantah lagi (oleh VA) nanti kami akan ambil sikap sebagai kuasa hukum," ucap Tuti.

Hal serupa juga disampaikan oleh mantan kuasa hukum VA yang lain, Guntual Laremba. Selain soal aliran dana yang masuk, ia juga menyebut bahwa saat proses penggerebekan ada laki-laki yang berada di kamar hotel.

"Masak (jadi) MC di dalam kamar bersama laki-laki? Kami lihat buktinya, uangnya sudah pasti ditransfer, tapi katanya uang pribadi. Kalau ada uang itu berarti dia mengerti," kata Guntual.

2. Soal Bantahan di Konferensi Pers

Lebih lanjut, Guntual juga menyebut kalau bantahan Zakir saat menjadi ketua tim kuasa hukum Vanessa di Jakarta pada Senin (7/1/2019), merupakan permintaan sang aktris sendiri yang disaksikan Jane Shalimar dan beberapa orang. Namun sayang, bantahan tersebut justru menjadi polemik di tengah masyarakat karena mengaburkan beberapa fakta yang ada.

"Terkait materi bantahan yang berbeda dengan kejadian sebenarnya justru menciptakan polemik dan pengaburan fakta," ujar Guntual.


REKOMENDASI
TRENDING