Rhoma Irama Keluhkan Aktivitas Pembajakan Karya Musik

Minggu, 30 Januari 2005 09:36 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Pemusik sekaligus penyanyi dangdut kawakan H.Rhoma Irama mengeluhkan aktivitas pembajakan karya musik yang dinilainya makin mempersulit kerja seniman khususnya pemusik dan penyanyi.

"Kami sulit bekerja dalam kondisi pembajakan seperti ini, bagaimana tidak, balik modal saja sulit. Itu membuat kami agak terhambat dalam mengeluarkan album-album baru," kata Rhoma saat peluncuran logo baru salah satu stasiun televisi di Jakarta, Sabtu malam.

Pria yang sering dipanggil Bang Haji itu bahkan memperkirakan bahwa produk hasil dari aktivitas bajak membajak itu telah membajiri pasar hampir 85 persen dari total kue penjualan yang ada.

"Bayangkan, baru sehari video klip kita keluar, eh besoknya sudah keluar VCD bajakannya," papar musisi yang dijuluki raja dangdut itu.

Menurutnya, kondisi seperti itu pasti dialami grup-grup musik atau penyanyi-penyanyi yang telah memiliki pasar tertentu dan mapan. Sedangkan bagi para pendatang baru, aktivitas pembajakan kadang-kadang bisa menjadi promosi gratis untuk makin mempopulerkan lagu maupun penyanyinya.

"Tapi biar bagaimana pembajakan itu merugikan kami para pekerja seni," demikian Rhoma yang segera bersiap-siap naik ke pentas berduet dengan kelompok musik Jamrud.

Dalam pertunjukan malam itu, Rhoma bahkan menyanyikan lagu berakit-rakit ke hulu yang merupakan salah satu lagu hits milik kelompok musik Jamrud.

Penonton bahkan antusias dan melompat-lompat saat Rhoma menyanyikan bait demi bait lagu itu yang dihapal sebagian pengunjung.

"Berakit-rakit kita ke hulu, berenang renang ke tepian. Bersakit dahulu senang pun kan datang. Walau mati kemudian," ucap Rhoma merdu yang diikuti tepuk tangan meriah para pengunjung.

"Dengan kolaborasi antara musik dangdut dan rock sepertinya para penikmat dangdut bisa juga mulai menjajaki menimati lagu rock begitu pun sebaliknya. Hal itu positif dalam rangka mempersatukan tali persatuan bangsa kita," jelas Rhoma di luar panggung.

(*/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING