Roy Marten Dijebak?

Kamis, 06 April 2006 10:06 Penulis:
Kapanlagi.com - Sidang kedua kasus kepemilikan sabu-sabu dengan terdakwa aktor senior Roy Marten kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (05/04). Dengan agenda pemeriksaan tiga dari enam saksi sesuai urutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Priyo Cahyono dan Hesvida Ardi sebagai saksi dari pihak kepolisian serta H. Ilyas Yacob alias Papi sebagai saksi tersangka.

Dalam memberikan keterangannya ternyata tidak ada sinkronisasi antara satu saksi dengan yang lainnya, seperti pernyataan Priyo Cahyono yang menyatakan dalam penggrebegan menemukan tersangka Roy Marten dalam kamar mandi. Tapi dari Hesvida Ardi yang sama-sama menggrebeg langsung menemukan tiga tersangka di tempat di satu ruangan, yaitu H. Ilyas Yacob, Roy Marten dan Sumarni.

Sedang untuk barang bukti kedua saksi dari pihak kepolisian sama sama menemukan sabu sabu di dalam tas hitam 0,4 gr dan 2,2 di dalam sepatu yang dia akui milik Roy. Tapi di sinilah terjadi kejanggalan, karena menurut Roy sepatu itu ada di dalam mobil tapi polisi menemukan sepatu di depan ruangan TKP, artinya di luar mobil.

"Ada kejanggalan nanti akan ditemukan, semuanya akan di buktikan dalam sidang, biarkan sidang ini berjalan kita liat saja," ujar Roy Marten penuh keyakinan.

Roy juga menambahkan waktu pertama kali digeledah tidak diijinkan memanggil pengacara dengan alasan waktu yang mendesak dan tanpa membawa surat perintah langsung digeledah, dengan hanya memanggil ketua RW, Abu Bakar.

Sementara itu Chris Salam, adik kandung Roy yang juga bertindak sebagai salah satu pengacaranya menyatakan kalau ada indikasi penjebakan dalam kasus Roy.

Pasalnya, sebelum ditangkap Roy yang menginap di rumah H. Ilyas Yacob di Jl Haji Buang II No1 RT004/RW07 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kedatangan seorang laki-laki tinggi kurus dan berkacamata yang bernama Herman.

Herman memberi barang haram tersebut secara gratis, padahal biasanya harus membeli dan akhirnya mereka bertiga menikmati bubuk neraka tersebut, karena ada sisa, maka barang itu dibagi menjadi dua yang satu untuk Roy dimasukkan kertas hitam milik Roy.

Dan yang satu untuk H. Ilyas Yacob dimasukkan ke kotak tisu, itu semua yang memasukkan adalah Herman, setelah itu Herman ijin pulang, tapi sejam kemudian ada penggrebegan dan ditemukan juga barang bukti di dalam sepatu Roy.

Sementara Herman menjadi buron. Ada satu saksi kunci yang harusnya bisa didatangkan, yaitu Ketua RW, Abu Bakar. "Abu Bakar akan kami hubungi, tapi sangat sulit, apakah dia ada tekanan?" terang Chris Salam.

Bersama tim pengacara yang lain, Guntur Daulay, Burhan Daulay, Arifin dan Ferry Kurniawan, Chris Salam akan mencoba mengetuk sisi kemanusiaan dari Majelis Hakim yang diketuai Johanes Suhadi, SH dan memohon agar Roy Marten dipindahkan dari LP Cipinang ke Panti Rehabilitasi.

"Ini semua akan masuk dalam dokumen pembelaan kita, nanti pada waktu pledoi kita akan tuangkan khusus pembelaan kita," tegas Chris yang akan membela Roy mati-matian karena itung-itung balas budi terhadap sang kakak.

(kl/ww)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING