SELEBRITI

Sebut Suara Suami Adalah dari Tuhan dan Wajibkan Aurel Hermansyah Nurut, Atta Halilintar Dikecam Komnas Perempuan

Kamis, 08 April 2021 10:32 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Atta Halilintar © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Buncahan bahagia tengah menyelimuti pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Pasangan ini bahkan baru saja berangkat bulan madu di Bali pada Rabu (7/4) kemarin. Di tengah itu semua, bergulir kontroversi atas ucapan Atta yang sempat beredar di Youtube.

Ya, ucapan itu terekam dalam kanal Youtube The Hermansyah A6 pada Februari 2021 silam. Kala itu Atta menjelaskan bagaimana pandangannya soal pernikahan. Menurutnya, ijin dan suara suami adalah dari tuhan.

1. Suara dari Tuhan

"Ada prinsip hidup aku kayak nih harus begini ya. Kayak misalnya aku kalau sudah berkeluarga aku tuh kepala keluarga, kamu nggak kayak kita pas tunangan. Ijin suami, suara suami adalah dari Tuhan," ucap Atta.

Nggak hanya sampai di situ saja, ia juga meminta Aurel untuk nurut sebab hidupnya sudah diserahkan pada Atta.

"Jadi kalau aku nggak ijinin ini, ini, ini, kamu harus nurut nggak bisa kayak sebelumnya karena istilahnya hidup kamu udah diserahkan, laki-laki yang bertanggung jawab atas kamu," lanjut Youtuber 26 tahun ini.

2. Langgengkan Patriarki

Ucapan Atta itu ternyata memantik kecaman dari Komnas Perempuan. Dilansir dari detik.com, mereka menyebut Atta telah menjadikan keluarga sebagai media untuk melanggengkan patriarki.

"Komnas Perempuan tentu prihatin dan kecewa atas pernyataan Atta Halilintar yang patriarkis dan menjadikan lembaga perkawinan atau keluarga sebagai media untuk melanggengkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, Rabu (7/4/2021).

3. ketidakadilan Gender

Tak hanya itu, Siti juga mengatakan pernyataan Atta adalah bentuk ketidakadilan gender sebab segalanya ditentukan oleh suami.

"Bentuk ketidakadilan gender yang dilanggengkan adalah subordinasi, yaitu perempuan dianggap sebagai bukan pengambil keputusan, tapi ditentukan oleh suami. Perempuan yang berstatus istri kehilangan haknya untuk ikut menentukan atau memutuskan rumah tangga seperti apa yang akan dibangun," ungkapnya masih dilansir dari sumber yang sama.

4. Pabrik Anak?

Selain itu, Siti juga menyoroti pernyataan Atta yang ingin memiliki 15 anak. Menurutnya, keinginan itu menganggap perempuan sebagai 'pabrik' anak saja.

"Seperti misalkan keinginan untuk memiliki anak 15 orang, sudahkah hal ini disepakati? Perempuan tidak bisa diposisikan sebagai 'pabrik' anak saja, perempuan memiliki hak untuk menentukan kapan, berapa jumlah anak dan jarak setiap anak dalam perkawinan," imbuh Siti.


REKOMENDASI
TRENDING