SELEBRITI

Soal Karir, Ahmad Dhani Mantap Sebut Dirinya Sebagai Politisi

Minggu, 21 Oktober 2018 09:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Ahmad Dhani © Bintang.com/Yunan Laziale

Kapanlagi.com - Beberapa waktu belakangan, Ahmad Dhani kerap berurusan dengan pihak kepolisian. Selain dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian, terbaru ia juga melaporkan seorang politisi berinisial EF atas dugaan pencemaran nama baik.

Tentu melelahkan ketika menghadapi kasus seperti ini. Karena Dhani harus bolak-balik ke kantor polisi dan pengadilan untuk menyelesaikan masalahnya sampai tuntas.

Namun Dhani tidak mempermasalahkan hal itu. Ia menyadari bahwa ini adalah bagian dari karir yang sekarang ia pilih, dan itu bukan sebagai seorang musisi.

"Nggak apa-apa. Saya kan mau jadi Komisi III. Saya kan udah jadi politisi," ujar Dhani.


1. Alasan Dhani Baru Laporkan EF Sekarang

Kasus Dhani dengan EF sebenarnya bukan masalah yang sama sekali baru. Tetapi sudah berlangsung cukup lama, yaitu ketika Dhani berada di kota asalnya, Surabaya. Namun Dhani baru melaporkan EF sekarang karena beberapa alasan.

"Waktu itu kan saya belum dapat nama. Sebelum saya dilaporkan dalam pasal 27 ayat 3, itu saya kan belum tahu namanya, gimana cara saya melaporkan? Karena setelah akhirnya dia melaporkan, akhirnya ini menjadi suatu hal yang luar biasa, padahal sebenarnya menurut saya pelaporan itu tidak bisa ditindaklanjuti, kaya kita paham tapi nanti biar ahli pidana yang bicara. Tapi karena ini ternyata mau jadi gagahan, saya terpaksa laporkan dengan pasal yang berbeda," ujarnya.

"Dan ternyata yang melaporkan saya itu adalah inisial EF, ternyata dia caleg dari partai Nasdem. Yang kita tahu partai Nasdem kan dekat dengan Kejaksaan. Jadi kemungkinan dalam bayangannya dia bisa menjadi P21 karena kita tahu kan Nasdem dekat dengan Kejaksaan," lanjutnya.


2. Sudah Kumpulkan Bukti

Ia pun sudah mengumpulkan bukti-bukti atas kasus yang ia laporkan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat itu. Semuanya sudah ia berikan ke polisi sebagai barang bukti.

"Di Surabaya ada video-video persekusi atas mereka-mereka yang mau menyuarakan aspirasinya untuk ganti presiden. Bahkan itu sudah tersebar di sosial media, orang yang pakai kaos disuruh buka, ada orang dipukuli, ada perempuan yang disuruh paksa untuk buka kaosnya. Itu semua bukti itu akan kita kumpulkan, termasuk bukti-bukti yang di depan hotel Majapahit, kita udah punya foto, foto-foto orang-orangnya. Hari ini orang-orang itu akan kita laporkan berdasarkan nama yang melaporkan saya atas dugaan pencemaran nama baik. Karena kita mendapatkan namanya, kalau nggak dapatkan namanya kita nggak melaporkan, untuk kita mendapatkan namanya," urai Dhani.

(kpl/apt/phi)


REKOMENDASI
TRENDING