Suci Patia Tak Siap Jika Gatot Brajamusti Ayahnya Dapat Hukuman 10 Tahun Penjara

Minggu, 15 Oktober 2017 08:45 Penulis: Ayu Srikhandi
Suci Patia Tak Siap Jika Gatot Brajamusti Ayahnya Dapat Hukuman 10 Tahun Penjara Suci Patia © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kasus yang menjerat Gatot Brajamusti atau yang dikenal sebagai Aa Gatot memang masih bergulir. Dengan adanya tuduhan pemerkosaan pada wanita di bawah umur membuat hukumannya akan semakin berat. Hal itu membuat putrinya, Suci Patia, mengaku tak siap.

"Aku nggak berharap papah nggak dihukum sih, nggak mungkin, pasti ada masa hukuman dengan apa yang papah telah perbuat, tapi kan aku juga nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa yang papah perbuat, aku cuma pengin seadil-adilnya aja. Kalau emang papah terbukti nggak bersalah ya Alhamdulillah banget. Cuma kalau misalnya memang salah ya mudah-mudahan seringan-ringannya. Kemarin kan udah sepuluh tahun, jadi ya ini ya udah lah lebih ke pasrah, kemarin aja udah sepuluh tahun," jelas Suci Patia anak Gatot Brajamusti ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Diakui Suci Patia, ia belum siap jika ayahnya dihukum sampai 10 tahun lamanya, "Sebulan dua bulan tiga bulan. Sebenarnya Aku kurang mengerti hukum apakah ini nanti hukumannya ditambah dengan yang 10 tahun kemarin atau tetep jalanin dulu yang 10 tahun, aku nggak tau. Tapi aku penginnya ya semoga berbulan-bulan aja sih jangan sampe yang puluhan tahun lagi."

Suci Patia berharap ayahnya tak mendapat hukuman berat. © KapanLagi.com/Budy SantosoSuci Patia berharap ayahnya tak mendapat hukuman berat. © KapanLagi.com/Budy Santoso

Suci yang masih duduk di bangku kuliah itu merasa dalam 10 akan banyak hal yang terjadi. Jika ayahnya memang mendapat hukuman selama itu, ia harus merelakan momen seperti wisuda atau pernikahan tak dihadiri oleh orang tercintanya tersebut.

"Sepuluh tahun pasti aku awalnya syok, ada nangis-nangisnya. Siapa sih yang mau ditinggalin sepuluh tahun sama ayahnya. Aku nggak tahu kan menikah beberapa tahun ke depan, atau wisuda nggak ada papah, cuman ya udah ini realita kehidupannya seperti ini. Dari situ aku belajar, aku harus melakukan sesuatu. Soalnya kita nggak bisa cuma ngandelin apa yang udah dihasilkan papah, aku juga harus menghasilkan sendiri. Aku harus kerja, aku harus ini. Makanya aku bikin novel," paparnya.

Suci saat ini merasa harus lebih bisa tegar demi adik-adiknya. Apalagi sang mama yang juga sempat dipenjara diakuinya tak sekuat dulu lagi karena masih trauma, Jadi di sini aku yang benar-benar kasih contoh ke adik-adik aku. Aku nggak mau adik-adik aku ngeliat contoh yang masa lalu yang buruk-buruk. Aku nggak mau adik-adik aku sedih ngeliat aku sedih. Seolah-olah ada sesuatu yang buruk. Aku juga sering berdoa untuk dikuatkan hatinya, bahwa yang memang seharusnya terjadi ya seperti ini."

(kpl/pur/jje)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING