Syuting 'SI DOEL THE MOVIE' 70% di Belanda, Ini Alasannya

Senin, 30 Oktober 2017 08:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Syuting 'SI DOEL THE MOVIE' 70% di Belanda, Ini Alasannya Rano Karno © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Kabar diangkatnya sinetron Si Doel Anak Sekolahan jadi sebuah film layar lebar disambut dengan antusias oleh para publik. Seperti diketahui, tayangan yang booming di era 90an itu diperankan oleh Rano Karno (Doel), Maudy Koesnaedi (Zaenab), MandraSuti Karno (Atun), Cornelia Agatha (Sarah) hingga Aminah Cendrakasih (Maknyak) yang kini kebanyakan sudah vakum dari dunia hiburan.

Melalui sebuah preskon, Rano menceritakan sedikit tentang alur cerita dari versi film layar lebarnya nanti. Dan uniknya, proses pengambilan gambar dari SI DOEL THE MOVIE bakal lebih banyak dilakukan di Belanda ketimbang Indonesia. Saat ini proses syuting memang sudah dimulai, namun karena kesibukan dari beberapa pemain lain, maka jadwal pun harus saling menyesuaikan.

"Insya Allah, si Doel akan saya lanjutkan kerjasama dengan Falcon. Insya Allah akhir November akan ke Belanda untuk hunting lokasi karena 70 persen cerita ini ada di sana, 30 persen di Indonesia. Kali ini barangkali saya harus tampil dengan bahasa yang beda, karena ada framing yang harus saya capai biar penonton lihatnya beda, walaupun secara basic tentang Doel. Insya allah, syuting Belanda maret, karena Mbak Cornelia si sarah sedang susun skripsi akhir Februari selesai. Syuting di sana, Maret atau April. Selain Mbak Sarah selesai dan musim kembang tulip berbunga Maret - April," ujar Rano ketika ditemui di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (29/10).

Doel bakal goes to Belanda! © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoDoel bakal goes to Belanda! © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Rupanya ada alasan kenapa syuting SI DOEL THE MOVIE lebih banyak dilakukan di Belanda. Jika kalian nonton sinetronnya dulu, pasti ingat kalau Sarah harus pergi ke Belanda, meninggalkan Doel. Kala itu, Doel tak bisa nyusul karena masalah ekonomi. Tapi sekarang ceritanya berbeda.

"Dulu waktu Sarah tinggalin Doel itu pergi ke Belanda. Sebenernya kalau mau ada kelanjutan dulu seharusnya Doel nyusul ke sana. Tapi tau sendiri waktu itu Doel belum punya uang ke Belanda. Iniliah saya jawab, artinya Karena dalam waktu sekian waktu saya harus jawab sambungannya ke sana," sambung pria berusia 57 tahun itu.

Si Doel Anak Sekolahan memang cukup kental dengan bumbu-bumbu komedi di dalamnya. Tak jarang aksi dari para pemreannya mengocok perut kita. Namun Rano menegaskan jika sejatinya film Si Doel Anak Sekolahan ini bukanlah film bergenre komedi, melainkan drama.

"Dalam waktu 1,5 jam ceritanya saya harus menjawab bagaimana nasib Sarah, bagaimana nasib emak, bagaimana nasib si Doel gimana. Kalau dikatakan romantis ya orang berfikir Doel, Sarah, Zaenab pasti romantis. Tapi yang berangkat ke Belanda Doel dan Mandra. Kalau romantis Doel yang ngaconya Mandra. Tetep ada komedi, cuman balik lagi Doel itu bukan cerita komedi, dia drama, cuman karena waktu itu ada almarhum Karyo, Mandra apalagi ada kekuatan babeh jadi ada kekuatan komedi. Tapi dia bukan soal komedi selektif yang jatuh bangun. Doel bukan seperti itu," pungkasnya.

(kpl/pur/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING