Tak Setuju Hukuman Mati, Anggun Tulis Surat Terbuka Untuk Jokowi

Rabu, 22 April 2015 23:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Tak Setuju Hukuman Mati, Anggun Tulis Surat Terbuka Untuk Jokowi Anggun & Jokowi / © Istimewa
Kapanlagi.com - Dunia politik dalam beberapa waktu terakhir ini kembali memanas berkat putusan eksekusi mati yang dirilis Kejaksaan Agung untuk 10 nama orang yang menggunakan obat-obatan terlarang narkotika. Dari 10 nama itu, ada 9 warga negara asing, yang salah satunya pria asal Prancis bernama Serge Areski Atlaoui.

Sebagai seorang wanita yang juga berkewarganegaraan Prancis, Anggun C Sasmi rupanya tak bisa tinggal diam dengan keputusan di atas. Pelantun lagu Yang Aku Tunggu ini dengan terang-terangan menuliskan sebuah surat terbuka untuk Presiden Jokowi lewat akun resmi Facebook-nya hari ini, Rabu (22/4).

Intinya, Anggun menolak keras putusan hukuman mati yang dijatuhkan pada 10 pengguna obat-obatan terlarang itu, apapun alasannya. Berikut isi surat terbuka dari Anggun yang ditujukan untuk Jokowi..

Yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo,

Seperti yang mungkin bapak ketahui, sudah bertahun-tahun saya bermukim di Prancis. Sebagai orang Jawa dan orang Indonesia saya sangat bangga dengan budaya yang mengalir di darah saya dan saya merasa sangat beruntung bisa tinggal di negara yang sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Sebagai wanita dan juga artis, ini adalah sumber inspirasi yang sangat berharga.

Tentu saja saya sangat mengerti dampak negatif dari Narkoba terutama di Indonesia dan saya sangat setuju juga selalu mendukung pemberantasan Narkoba di dunia. Tetapi saya juga yakin bahwa hukuman mati bukan satu solusi untuk menurunkan tingkat kriminalitas atau untuk menjaga kita dari semua kejahatan. Hukuman mati menurut saya adalah kegagalan sisi kemanusiaan juga hilangnya nilai nilai hukum keadilan. Hukuman mati bukanlah keadilan, apapun penyebabnya. Saya amat dan sangat yakin untuk ini. Hukum yang diberikan terhadap Bapak Serge Atlaoui membangunkan emosi yang sangat dalam di Eropa, terutama di Prancis. Saya termasuk orang yang merasakan ini karena banyaknya sisi-sisi keruh yang akhirnya terlihat lebih jelas di dalam kasus pengadilan Bapak Serge Atlaoui, keraguan yang membuat keputusan hukuman mati menjadi tidak dimengerti karena banyaknya ketidaktentuan dalam kasus beliau. Selain itu saya pribadi yakin bahwa Bapak Serge Atlaoui tulus dan jujur.

Saya berada di Jakarta pada saat Bapak dipilih menjadi Presiden. Hati saya bahagia, berdebar keras, dan merasa sangat bangga atas pilihan rakyat Indonesia. Pemilu Anda dilihat dan dipantau oleh dunia sebagai titik balik untuk Indonesia menjadi negara yang besar dan penuh kebajikan. Di Eropa, Indonesia sekarang terkait oleh image negara yang membunuh. Hati saya berdebar lagi tapi kali ini karena kepedihan, saya tidak ingin wajah Indonesia tergores seperti ini dan dihakimi oleh dunia sedangkan Indonesia yang saya tahu dan impikan adalah negara yang toleran dan berikhwan.

Sekali lagi saya tidak mempertanyakan kedaulatan perhukuman di Indonesia untuk melawan Narkoba tetapi saya tidak bisa melihat seseorang yang mengaku tidak bersalah akan dihukum mati, dan melihat kesedihan istri dan keluarganya.

Bapak Presiden, Anda mempunyai kekuasaan untuk membuat dunia kita ini lebih baik, dengan dikurangi kekerasan, tanpa tumpahnya darah, tanpa kebrutalan, seperti yang tertulis di Pancasila: Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Sebagai putri Jawa, dengan hormat saya memanggil jiwa kemanusiaan Bapak yang selama ini menjadi karakteristik dan menggambarkan jalan hidup Bapak, saya memohon agar Bapak bisa memberi Grasi (ampunan) untuk Bapak Serge Atlaoui. Matur sewu sembah nuwun paringanipun kawigatosan mugi mugi Gusti Allah maringi rahmad berkah kesehatan kagem Bapak sekeluargo. Amin matur sembah nuwun.

Anggun

Seperti diketahui, Anggun memang merupakan sosok yang sangat antusias dan aktif mendukung Jokowi dalam Pemilu tahun 2014 silam. Lewat berbagai macam tulisannya di akun sosmed, wanita berusia 40 tahun itu menunjukkan kekagumannya pada Jokowi yang kala itu bersaing dengan Prabowo Subianto untuk berebut kursi Presiden.

Uniknya, tulisan Anggun di atas mendapat banyak kritikan keras dari netizen. Tak cuma haters, fans sendiri banyak yang menyuarakan nada tidak setuju dengan kata-kata Anggun di atas.

Komentar netizen mengenai tulisan Anggun / © Anggun Official FacebookKomentar netizen mengenai tulisan Anggun / © Anggun Official Facebook

"Aduh Anggun, seharusnya anda berfikir apakah negara lain yang menghukum mati warga Negara Indonesia di luar negeri misalnya di Arab juga memberikan grasi apabila Presiden minta? Ingat Anggun, belum genap 1 minggu Presiden Indonesia kecolongan warga negaranya dihukum pancung, jadi please deh nggak usah CARMUK (Cari Muka) yang sok kebarat-baratan," tulis seorang user.

Kalau menurut kalian sendiri bagaimana? Setuju dengan hukuman mati buat para pengguna narkoba di tanah air?

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING