SELEBRITI

Tangis Nirina Zubir Pecah Saat Terdakwa Kasus Mafia Tanah Limpahkan Kesalahan Kepada Ibundanya

Rabu, 27 Juli 2022 09:35

Nirina Zubir tak terima para terdakwa melimpahkan kesalahan pada mendiang ibundanya. (credit: Kapanlagi.com/Dadan Eka Putra)

Kapanlagi.com - Nirina Zubir mengaku hatinya terasa sakit hingga tak kuasa menahan tangis saat mengikuti sidang kasus mafia tanah yang diduga merampas aset milik ibunya, Selasa (26/7/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasalnya, dalam sidang beragendakan mendengarkan keterangan terdakwa, pernyataan para terdakwa dinilai Nirina Zubir seakan menggiring opini bahwa ibunya, Cut Indria Marzuki terlilit hutang dan tak dipedulikan anak-anaknya.

Hingga akhirnya dengan persetujuan ibunda Nirina, Riri Khasmita dibantu suami dan terdakwa lainnya menjual serta menggadaikan aset milik ibunya untuk membayar utang.

"Hari ini saya lumayan emosional. Jahat banget orang-orang ini (terdakwa). Semua kesalahan dilimpahkan ke ibu saya," kata Nirina Zubir sambil menangis.

"Saya sakit hati banget ada manusia setega ini, sejahat ini. Ibu saya nggak ada niat buat menelantarkan mereka. Bahkan membantu. Tapi mereka membalikkan fakta bahwa ibu saya yang punya hutang 4 miliar. Saya nggak ikhlas kalau orang-orang ini sampai lolos," tuturnya melanjutkan.

1. Sakit Hati

Nirina Zubir mengaku, sebagai anak dirinya tak masalah nama baiknya dicemarkan sebagai pembelaan dari terdakwa. Namun, ia begitu sakit hati saat terdakwa berlindung di balik nama ibunya.

"Kalau mereka menjelekkan nama kami biarkanlah, kami kan masih bisa membela diri. Kami masih bisa melaporkan mereka atas pencemaran nama baik. Tapi kalau ibu kami. Ibu kami kan sudah nggak ada, di mana sih hati nurani kalian. Aku kasih tahu ya ke kalian, lihat nanti siksa kubur kalian seperti apa. Terserah kalian mau zalimi saya. Ingat nanti siksa kubur," kata Nirina meluap luap.

"Ini merupakan alasan yang paling mudah ya mereka melemparkan kesalahan kepada orang yang sudah nggak ada," timpal kakak Nirina Zubir, Fadhlan Karim.

2. Mengaku Dapat Tekanan

Bahkan, lanjut Fadhlan Karim, dirinya tak habis pikir dengan keterangan terdakwa yang bilang bahwa mereka mendapat tekanan saat menjalani BAP di kepolisian sehingga harus memberikan keterangan palsu.

"Dan agak aneh juga mereka bilang isi BAPnya salah karena mereka merasa ditekan. Dengarkan bapak penyidik ya bapak disalahkan, bapak dibilang menekan mereka jadi mereka memberikan keterangan palsu. Ini kan nggak masuk akal," tuturnya.

3. Awal Mula Kasus

Seperti diketahui, kasus ini bermula pada 2015 ketika Asisten Rumah Tangga (ART) ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita diminta mengurus enam aset milik ibu Nirina Zubir berupa dua bidang tanah kosong dan empat bidang tanah beserta bangunan.

Saat itu, Riri Khasmita diduga memiliki niat jahat untuk menguasai seluruh aset milik ibu Nirina Zubir. Dibantu suaminya, Enrianto, mereka berkonsultasi kepada notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah bernama Farida.

REKOMENDASI
TRENDING