SELEBRITI

Tompi Sayangkan Video Klaim Obat Covid yang Dibahas Anji, Sebut Temuan Medis Harus Dipresentasikan Secara Ilmiah

Senin, 03 Agustus 2020 14:14

Tompi - Anji © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kabar video YouTube unggahan Anji yang mengklaim ditemukannya obat virus corona oleh seorang profesor bernama Hadi Pranoto pun sampai di telinga Tompi. Penyanyi jazz yang juga menyandang gelar dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetis ini ternyata menyayangkan kemunculan video tersebut.

Sebagai bagian dari dunia medis, Tompi mengungkapkan bahwa ada prosedur yang harus dilakukan sebelum mengumumkan sebuah penemuan medis. Apalagi jika itu terkait dengan pandemi virus corona yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya.

"Lagi heboh banget ama berita @duniamanji wawancara profesor penemu obat covid, bukan GAK MUNGKIN loh, bisa ajaa bener. Tapi begini Anji, sebuah penemuan apalagi medis ya... HARUS dipresentasikan dengan tata cara ilmiah, supaya teruji terukur dan bisa diulang," cuit Tompi di akun Twitter pribadinya.

1. Perlu Pembuktian

Menurut Tompi, presentasi secara ilmiah dibutuhkan untuk membuktikan apakah temuan terkait benar-benar berkhasiat atau hanya sebuah kebetulan semata. Ia tidak memungkiri adanya kemungkinan bahwa penemuan obat covid yang dibahas dalam video tersebut memang berkhasiat seperti yang dikabarkan.

"'Ada yang mengaku sudah sembuh dengan ramuan itu,' seperti tadi saya sampaikan: 'MUNGKIN SAJA bener-bener mujarab' atau sebenarnya 'KEBETULAN CASE-NYA RINGAN AMPE SEMBUH SENDIRI' bukan karena obatnya. Nah inilah yang HARUS DIBUKTIKAN dengan ilmu yang sudah ada," ujarnya.

2. Dukung Publikasi Ilmiah

Dalam utas yang diunggahnya di Twitter, Tompi meminta agar profesor yang digadang menemukan obat covid untuk mempublikasikan karyanya tersebut. Ia juga mengajak netizen untuk memberikan dukungan positif mereka pada sang profesor.

"Gak cukup hanya dengan gelar tikar dan pengumuman saja. Di sini saya menghimbau sang profesor untuk mempublikasikannya. Bila bener, wah pasti ini akan jadi berita superhero dunia. Ayo... kita dukung beliau publish supaya gak berkembang pendapat negatif," sambung Tompi.

3. Menghindari Salah Informasi

Tak lupa, Tompi juga mengingatkan agar ke depannya Anji bisa melakukan wawancara ilmiah dengan tata cara yang benar karena informasi yang disampaikan bisa berdampak besar bagi masyarakat. Ada risiko yang harus ditanggung ketika seseorang menginformasikan sesuatu yang tidak benar.

"@duniamanji juga perlu ngecek latar belakang orang yang diwawancara, verifikasi dulu. Terus wawancara ilmiah tentu berbeda ya dengan wawancara acara hantu... penanya gak pake kaget, tapi terus menggali karena itu 'basic'-nya juga harus bener dulu. Ntar kalau gak bahaya kawan..." pesan Tompi.

"Bahaya kalu main telen percaya ajaa, ada klaim taik kambing jadi obat pun akan digadang sebagai penemuan," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING