SELEBRITI

Transgender & Operasi Kelamin: Galau Alat Kelamin Hingga Jadi Aktivis HIV

Jum'at, 20 April 2018 16:43 Penulis: Guntur Merdekawan

Melly Bradley - Merlyn Sopjan - Dorce - Ajeng / Credit: KapanLagi

Kapanlagi.com - Menjadi seorang yang transseksual atau transgender bukanlah pilihan dan bukan pula hal yang mudah. Para 'trans' di Indonesia harus siap menghadapi konsekuensi sosial, seperti kritikan dan hujatan dari masyarakat. Tidak bisa dipungkiri jika mayoritas penduduk kita memang masih menganggap transisi atau anomali gender sebagai hal yang tabu.

Lucinta Luna adalah contoh terbaru. Personel Duo Bunga itu mengaku sebagai perempuan dan menyanggah tuduhan bahwa Ia dulunya laki-laki, meski tak sedikit bukti-bukti bermunculan yang menuding jika dirinya pernah menjalani operasi kelamin dan mengganti identitasnya. Salah satu teman transseksual wanita Lucinta yang bernama Melly Bradley merasa sangat kesal dan kecewa karena Lucinta malu mengakui masa lalunya. Gara-gara itu, Melly sempat ikutan jadi spotlight media massa karena usahanya untuk membongkar jati diri Lucinta di masa lalu.

Bak gayung bersambut, KapanLagi belum lama ini mendapatkan kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Melly serta beberapa sosok 'trans' lainnya. Bukan, bukan untuk membahas Lucinta, namun lebih ke pendalaman mengenai fenomena transseksual maupun transgender itu sendiri, serta mendengarkan cerita perjuangan mereka di masa lalu sehingga bisa jadi sosok yang sekarang. Siapa saja mereka?

Mereka yang mengalami anomali gender / Credit: Liputan6.com - Tri Yasni dan AbdillahMereka yang mengalami anomali gender / Credit: Liputan6.com - Tri Yasni dan Abdillah



1. Merlyn Sopjan (nama lahir: Aryo Pamungkas, 46 Tahun)
Merlyn punya nama besar di dunia hiburan maupun sosial. Dia adalah pemenang Ratu Kecantikan Putri Waria Indonesia 2006. Selain itu, Merlyn juga seorang aktivis kesetaraan hak-hak kelompok waria dan juga aktivis sosial HIV/AIDS. Lulusan Institut Teknologi Malang (ITN) ini adalah seorang Transgender mengingat dirinya memilih untuk tidak menjalani operasi bedah kelamin. Wanita asal Kediri ini menyebut jika menjadi perempuan hubungannya dengan jiwa dan batin, bukan sekadar kelamin.

"Jadi ketika ayah saya tahu tentang kondisi saya di usia 21 tahun itu, ayah saya ditawarkan untuk operasi kelamin, bahkan di luar negeri sekalipun. Tapi saya menolak. Karena buat saya, kelamin itu bukan esensi hidup. Kita beraktifitas, kecuali making love kita nggak menggunakan kelamin. Apapun kelamin saya, mau (sensor.red) kelamin laki-laki atau wanita, saya nggak menggunakan itu untuk bekerja, ya kecuali mohon maaf, mungkin pekerja seks. Tapi kan saya nggak melakuan pekerjaan itu. Saya bilang ke papi, saya mensyukuri apa yang Tuhan beri," cerita Merlyn kepada KapanLagi.com belum lama ini.

Kelamin bukan esensi hidup seorang Merlyn / Credit: KapanLagiKelamin bukan esensi hidup seorang Merlyn / Credit: KapanLagi



Dalam buku pertama yang ditulisnya, 'Jangan Lihat Kelaminku', Merlyn mengaku tidak melakukan operasi apa pun dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Kecuali payudara itu dari pil hormon yang saya pakai. Saya merasa ya saya perempuan bukan harus terlihat secara fisik," tambahnya.

Seperti para transgender lainnya,  Merlyn juga harus menghadapi konsekuensi sosial yang berat. Namun Ia tak peduli dengan omongan miring orang lain, terutama setelah kedua almarhum orangtuanya memberi 'restu' padanya untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang dirasakannya.

"Pas SMA paling mengekspresikan diri saya sebagai perempuan adalah membuatkan baju untuk teman-teman sekolah atau saya pakai baju dengan tambahan renda segala macam. Kebetulan almarhum papi itu populer di Kediri, otomatis saya punya beban besar untuk menjaga nama baik orangtua. Saya semakin terbatas untuk mengekspresikan diri. Saya mulai dandan pertama kali justru umur 20 tahun, selah dua tahun menjalani kuliah. Satu tahun kemudian ayah saya tahu. Ibu saya meninggal ketika saya kuliah awal semester, jadi ibu saya nggak melihat perubahan saya, tapi dia yang pertama kali tau kalau saya berbeda," cerita Merlyn.

Di usia 21, Merlyn kembali ditanya oleh ayahnya. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk jujur tentang perasaan yang ia rasakan sejak kecil, di mana ia menunjukkan gestur yang kemayu dan feminin. Termasuk soal jalan pun ia megal-megol. "Di usia 21 itu papi menerima saya seperti sekarang ini. Papi memastikan apakah saya bisa hidup sesuai kodrat? Saya bilang nggak bisa. Di sini saya mau sampaikan hal ini terjadi bukan karena pengaruh siapapun, salah asuh atau sebagainya. Proses ini berjalan sejak saya kecil. Papi hanya berpesan saya harus punya prestasi dalam hidup. Karena menurut papi kamu akan tetap menjadi orang ketika kamu prestasi walaupun kamu waria. Saat itu beban saya sudah selesai untuk menutupi semuanya," lanjutnya.

Merlyn telah bikin bangga almarhum ayahnya / Credit: KapanLagi - Akrom SukaryaMerlyn telah bikin bangga almarhum ayahnya / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya



Berbekal pesan dari sang almarhum ayah, Merlyn mengikuti kontes Ratu Waria di tahun 1995 dan keluar sebagai pemenang. Namun rupanya hal itu belum cukup untuk membuat almarhum ayahnya bangga. Barulah di tahun 2002 penulis buku 'Perempuan Tanpa V' itu bisa menghadirkan senyum bangga pada bibir almarhum ayahnya.

"LSM yang saya pimpin di Malang jadi pilot project nasional untuk sosialisasi HIV. Dari situ nama saya mulai dikenal media dan orang banyak tau aktivitas saya. Dan di tahun itu papi SMS saya, dia bilang papi bangga. Itu pencapaian terbesar dalam hidup. Hari itu saya bisa membuat orangtua saya bangga walaupun saya Waria," kenang sosok yang pernah masuk sebagai salah satu dari 30 waria paling berpengaruh di dunia versi TIME ini penuh kebanggaan.

Sudah mulai takjub dengan prestasinya? Tunggu dulu, karena ternyata Merlyn juga sempat mencalonkan diri sebagai walikota Malang, Jawa Timur. Alasannya sederhana, Merlyn merasa bahwa semua orang termasuk punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih. "Tahun 2003 saya mencalonkan diri jadi walikota (Malang) atas dorongan teman pers daerah dan nasional. Saya bilang saya nggak mau kalau ini hanya untuk joke atau candaan. Akhirnya saya menyanggupi karena nama saya udah dikenal di Malang. Saya ikuti prosedur dan prasyarat yang ditentukan," jelasnya detail.

Sayangnya, Merlyn gagal melangkah lebih jauh karena ada kejanggalan yang dirasakannya. Namun apapun alasannya, Merlyn memilih untuk menerima kekalahan dengan lapang dada. Tanpa dendam, tanpa menggerutu.

"Pada deadline 26 Juni 2003 itu saya nggak tau kalau itu adalah hari terakhir penyerahan dokumen untuk calon walikota. Di saat yang bersamaan saya harus hadir di acara hari anti narkoba nasional, setelah itu mengikuti psikotes segala macam. Ternyata jam 2 siang hari itu adalah hari terakhir penyerahan dokumen. Lucunya di hari itu HP saya nyala tapi nggak bisa dihubungi teman-teman wartawan untuk segera menyerahkan dokumen ke kantor DPRD. Baru bisa dihubungi sekitar 20 menit sebelum waktu penyerahan. Sampai DPRD saya antri jam 2 tepat. Jam 2 lebih dikit satu Panitera bilang saya gagal sebagai bakal calon walikota. Harusnya nggak kan karena saya ngantri. Alasan mereka karena saya telat. Tapi hari ini kan kita tau bukan itu masalahnya. Lucunya kandidat lain yang sudah menyerahkan dokumen belum melengkapi syarat tapi dikasih tambahan waktu seminggu," ujar Merlyn menggebu.

"Tapi saya menghormati karena mereka nggak secara eksplisit menjelaskan kegagalan saya (karena waria). Tapi saya memang legowo, saya masih sangat waras bahwa transgender belum bisa memimpin sebuah daerah," tutupnya sambil tersenyum.

2. Ajeng (nama lahir: Raden Maulana Mahmudin, 34 Tahun)
Adalah seorang transeksual wanita yang juga teman dari Lucinta Luna. Nama aslinya Raden Maulana Mahmudin. Ajeng belum menjalani operasi kelamin meski kesehariannya sudah jadi seorang wanita. Wanita berusia 34 tahun itu sempat terbang ke Thailand untuk menjalani operasi, namun mengurungkan niatnya karena satu alasan dan lainnya. Meskipun begitu, Ia sudah melakukan suntik payudara.

"Terus terang aku disupport suami (sebutan pacar), suamiku kaya. Bule, namanya Martin Mc Howen. Aku dibiayain tanpa aku minta. Dia nawarin aku operasi, aku bilang, 'Sekalian operasi bawah (kemaluan) ya?', tapi dia bilang no," cerita Ajeng yang mengaku melakukan operasi payudara di Yanhi Hospital, Bangkok, Thailand, ini.

Tak perlu menunggu lama, Ajeng pun dengan luwesnya bercerita kepada kami tentang proses operasi yang dilakukannya. "Waktu itu aku di ruang VIP kan, jadi kita di nomor satu kan. emang kita bikin appointment sebelumnya. Dateng kita duduk, semuanya dicek, nggak asal-asalan. Cek darah, dikasih obat penenang dulu," tuturnya. Seperti yang dijelaskan oleh Prof Djohansjah dan Tompi terkait proses yang melibatkan psikiater dan psikolog, Ajeng pun sempat menjalaninya. "Terus kita ke psikiater dulu, terus di situ aku bimbang. Waktu itu uang udah dikasih, karena aku ngotot mau operasi kelamin. Pacarku cuma ngasih (pesan) ini, 'Oke saya sudah kirim untuk makan, hotel dan operasi di sana. Tapi sayang, kamu pikirin lagi, aku suka kamu karena kamu unik, kamu cantik, dan kamu punya (sensor.red) kemaluan pria, saya suka. Jika kamu ganti, lebih baik saya dengan perempuan, pikirkan lagi sayang konsekuensinya, nanti kamu tanya dokter di sana sebelum operasi sedetail mungkin'. Di situ saya perang batin. Saya dari SMP dulu udah perang batin, SMA lulus pengen punya payudara, tapi duit dari mana? Pernah aku punya pengalaman zaman 2005, pengen banget punya payudara akhirnya suntik dan biayanya mahal. Nyuntiknya dulu 500 ribu," kenang Ajeng pada KapanLagi.com®.

Awalnya, Ajeng ingin benar-benar mengganti jenis kelaminnya secara keseluruhan. Namun pesan dari sang kekasih membuatnya berpikir dua kali. Terlebih lagi setelah melihat proses operasi kelamin di Youtube, di mana bagian skrotum yang notabene penghasil sperma diambil, Ajeng makin mantap untuk menggagalkan rencananya.

Ajeng sempat malu lihat alat kemaluannya sendiri / Credit: KapanLagiAjeng sempat malu lihat alat kemaluannya sendiri / Credit: KapanLagi

"Kita ini sebetulnya perempuan di badan yang salah. Kadang kita lihat kemaluan kita sendiri itu malu, kok gua punya (sensor.red) kemaluan pria, ini berguna ngga sih? Kenapa gua punya (sensor.red) kemaluan pria. Ya kan, aku juga pengen menyempurnakan diri, cuma kan perang batin. Akhirnya aku berdamai sama diri sendiri. Toh pecinta waria, orang yang hidup sama waria, rata-rata walaupun di luar negeri, itu waria yang punya (sensor.red) kemaluan pria. Orang luar malah nggak kepengen dia operasi kelamin. Waktu aku lihat video di youtube aku jadi tau kalau (maaf) buah zakar kan buat penghasil sperma kan, nah kalau itunya diambil gimana, nggak ada kan?" sambung wanita yang memeluk agama Islam itu.

Karena tidak menjalani operasi kelamin, tentu saja Ajeng juga belum bisa mengganti data di kartu Identitasnya. Dan tentu saja, tanpa KTP yang sesuai, wanita asal Bogor itu sering menjumpai banyak kendala. Sampai pada akhirnya Ia sempat memalsukan kartu identitasnya.

"Selama kelamin saya laki-laki saya tidak ingin memalsukan identitas. Saat 2004-2005 pas saya rusak banget, sempet punya dua KTP. Kadang suka dimintain lihat KTP sama petugas, mulai dari situ saya bikinlah KTP perempuan. Tapi akhirnya saya belajar tentang hukum, tentang hukum memalsukan identitas, akhirnya saya nggak pake lagi. Produser saya minta buang KTP palsu itu atau saya bisa masuk penjara karena memalsukan identitas. Akhirnya saya nanya temen saya yang di Jerman buat bikin paspor, katanya nggak apa-apa pakai nama asli, tapi bentuk kita perempuan, nggak apa-apa," ceritanya.

Ajeng yang kini berusia 34 tahun inipun tak habis akal meski identitas dan 'tampilan' dirinya tak sama. "Misalnya ketika aku check in, 'Hai' gitu dong, sambil kita senyum ramah-ramah. 'Iya Pak, this is my passport, I'm a transwoman or ladyboy. Udah jangan dibaca, itu keberatan nama, fotonya doang perempuan'. Terus Mbak-nya (petugas) ketawa gitu, udah cekrek (distempel) gitu," pungkas Ajeng sambil tertawa.

(Semua aset termasuk teks, foto dan video dalam konten ini adalah eksklusif milik KapanLagi Youniverse (KLY). Dilarang menggunakan tanpa izin tertulis dari Kapanlagi.com. Menghilangkan sebagian kecil atau besar detail konten merupakan pelanggaran hak cipta yang dilindungi oleh Undang-Undang dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku).


REKOMENDASI
TRENDING