SINETRON

Sinetron Anak Muda, Rating Tinggi Karena Bakat Atau Sensasi?

Selasa, 01 November 2016 07:38 Penulis: Arai Amelya

Anak Jalanan - Ganteng Ganteng Serigala

1. Terlalu Mesra di Usia Muda


KapanLagi.com - Keresahan di kalangan masyarakat kala menonton sinetron remaja memang bukan tanpa alasan. Dalam perkembangannya beberapa tahun terakhir, sinetron remaja masa kini sudah tergerus budaya asing. Kisah asmara muda-mudi pun berlomba-lomba dikedepankan meskipun para pemainnya masihlah 'bau kencur'. Tak sedikit akhirnya yang berpendapat kalau sinetron remaja masa kini memberikan dampak buruk kepada para ABG.

Aksi mesra Aliando dan Prilly yang dikedepankan demi membuat fans bahagiaAksi mesra Aliando dan Prilly yang dikedepankan demi membuat fans bahagia

GGS misalnya tampak mengeksploitasi kemesraan Aliando dan Prilly yang kala itu masih sama-sama berusia 18 tahun. Adegan gendong-gendongan atau saling peluk baik kala syuting dan di luar lokasi seolah dihalalkan demi memuaskan para penggemar. Bersama dua pemeran utamanya yakni Kevin Julio dan Jessica Mila, kwartet GGS ini bahkan sering ditampilkan di program TV lainnya dalam bentuk pasang-pasangan demi menarik perhatian penggemar.

Kritikan tak datang hanya untuk adegan kelewat mesra yang dilakukan para remaja. GGS juga banjir komentar karena sering memperlihatkan adegan perkelahian antara manusia-vampir-manusia serigala itu. Jalinan kisah yang senafas dengan TWILIGHT serta seragam anak SMA yang dipandang terlalu fashionable itupun selalu mengikuti GGS sepanjang tayangnya.

SMASH sebagai remaja SMA dengan gaya busana yang terlalu kece?SMASH sebagai remaja SMA dengan gaya busana yang terlalu kece?

Tak hanya GGS yang mendapatkan tudingan isu penjiplakan cerita. Sebetulnya sinetron dengan alur kisah mirip serial luar negeri telah lama muncul. Sebelum GGS, sinetron yang dipandang mempunyai cerita mirip karya luar negeri adalah Cinta Cenat Cenut (2011). Memasang tujuh member boyband SMASH dan Natasha Rizki sebagai bintang utama, CCC mengusung cinta si kaya nan sombong yang jatuh hati pada gadis miskin dan lugu selayaknya Meteor Garden atau Boys Before Flowers

Seolah memandang banyaknya kritikan adalah bukti popularitas meningkat, AJ juga mengalami nasib serupa. Mengedepankan sekelompok remaja SMA yang doyan balap motor, AJ sempat menuai banjir hujatan karena anak-anak SMA yang notabene belum semuanya memiliki SIM boleh mengendarai sepeda motor balap mahal dan melakukan aksi kebut-kebutan. Namun jajaran produser memilih cuek karena rating AJ yang tetap melambung tinggi. Mereka berpendapat bahwa asmara Boy-Reva justru yang menarik perhatian penonton.

AJ semakin membuat balap motor jadi hobi favorit para remajaAJ semakin membuat balap motor jadi hobi favorit para remaja

Bukannya mencoba berbenah dari segi kualitas cerita dan akting, sinetron remaja masa kini bahkan semakin berani mengeksploitasi kemesraan anak-anak ABG yang ditonton oleh remaja-remaja tanggung pula. Usia belasan tahun bahkan dipandang produser bukan sebagai usia terlalu muda mengenal cinta.

Mermaid In Love (MIL) contohnya. Mengusung kisah cinta putri duyung remaja yang jatuh cinta dengan seorang manusia, MIL memasang Amanda Manopo dan Angga Yunanda sebagai tokoh utama yang masih belia tapi digambarkan punya cinta begitu kuat. Kala berperan sebagai sepasang kekasih yang berjuang atas nama cinta meski beda dunia, Amanda dan Angga masihlah sama-sama remaja berumur 16 tahun di dunia nyata. Dan MIL juga mendapat 'kutukan' di mana penggemar berharap Amanda dan Angga benar-benar jadian di dunia nyata.

Salah satu adegan kala Amanda dan Angga pacaranSalah satu adegan kala Amanda dan Angga pacaran

Lepas dari MIL, ada lagi sinetron yang lebih terang-terang memasang remaja belia. Berjudul Super Puber (SP), kedua pemain utamanya adalah Ajil Ditto dan Mawar Eva De Jongh yang ternyata masih berumur 14 dan 15 tahun kala sinetron ini tayang tahun 2016. Meskipun kisah SP mengenai kehidupan anak SMP, justru bocah-bocah ini seolah telah bisa merasakan kuatnya cinta di seragam putih-biru dan merasakan cemburu-cemburu manja. Bahkan sempat ada hujatan kala adegan memperlihatkan para remaja ini duduk berduaan di taman dengan masih memakai seragam sekolah meski sudah malam.

Adegan Super Puber yang dikecam karena cerita cinta bocah SMPAdegan Super Puber yang dikecam karena cerita cinta bocah SMP

Melihat perkembangan sinetron remaja masa kini, mungkin akan ada yang merindu dengan suguhan sinetron anak muda satu dekade sebelumnya. Bolehlah memang sinetron masa kini lebih gaul karena perkembangan zaman, tapi zaman yang berubah bukan berarti membenarkan berbagai tingkah yang kelewat batas kan? Harus ada produser yang sadar dan berani keluar dari zona nyaman dan memberi suguhan baru. Bukankah tampak lebih menyenangkan jika rating tinggi diraih sejalan dengan kualitas.

Mengusung cerita cinta remaja tak harus dengan kemesraan saling menatap dekat, berpelukan mesra atau bergendongan. Alangkah lebih baiknya jika tim produksi lebih dewasa dalam menyuguhkan romansa cinta ABG yang seharusnya masih bingung mencari jati diri dan mimpi dengan cara lebih elegan. Indonesia memiliki banyak anak muda berbakat yang tampaknya sayang jika dibiarkan cuma menampilkan kemesraan serta kenakalan dan memberi dampak buruk ke penonton.

Jadi, majulah terus sinetron Indonesia!

 

 

Tentang penulis:
Arai Amelya adalah seorang millenial sekaligus pemerhati sosok muda di sosial media yang hobi naik gunung.

 


(kpl/aia)

Editor: Arai Amelya


REKOMENDASI
TRENDING