Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 632 Tayang Kamis, 11 April 2019

Jum'at, 12 April 2019 15:37 Penulis: Editor KapanLagi.com
Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Episode 632 Tayang Kamis, 11 April 2019 ORANG KETIGA © SCTV

Kapanlagi.com - Novi menemui Putra di rumahnya, ia ingin mengajak Putra jalan menuju taman sambil menjemur Yura sebelum pergi ke kantor. Saat berjalan menuju taman bersama Putra, Novi bertanya apakah Putra sudah menghampiri seseorang yang dikatakan Aris mirip dengan Yuni dan apa benar dia itu memang Yuni. Putra menjawab bukan, karena sangat berbeda dan Novi pun lega.

Novi juga meminta maaf pada Putra karena telah menanyakan hal itu. Pasalnya Novi tidak bisa kehilangan Putra. Novi berpikir agar ia dapat mendesak Putra untuk segera menikahinya sebelum ia bertemu dengan Caca yang sebenarnya.

Afifah yang sedang bekerja di kantor Vino, kehilangan konsentrasi karena membayangkan pertemuan Rangga dan Nadia terus menerus. Hal itu membuat Afifah kesal dan pekerjaannya tidak maksimal bahkan salah. Vino pun melihat tingkah Afifah.

Vino yang membutuhkan Afifah untuk menangani event besar Dimas merasa ragu jika akan melimpahkan pekerjaan tersebut pada Afifah yang tidak konsentrasi saat itu. Vino bahkan menawarkan Afifah mengambil cuti hingga ia melahirkan. Namun Afifah menolak dan berbalik memarahi Vino yang meragukan kemampuan Afifah.

Akhirnya Vino mengajak Afifah bertemu dengan Dimas di ruang meeting. Disana Afifah menyanggupi dan mengatakan jika dirinya dapat mengendalikan semuanya. Termasuk untuk menghadapi pihak management artis dalam event Dimas yang diselenggarakan siang hari.

Saat Afifah berangkat menemui management artis. Rangga menelepon Afifah di mobil dan mengatkan jika nanti Afifah langsung saja menuju ke tempat dimana Rangga meeting dengan Nadya. Rangga tidak bisa menjemput Afifah karena ada meeting dadakan dengan klien dan lokasinya terlalu jauh jika Rangga harus mejemput Afifah, kemungkinan Rangga nanti justru terlambat. Sehingga Rangga memesankan taksi untuk Afifah.

Afifah terkejut dan teringat dalam hati jika dirinya harus menjaga Rangga dari Nadya, tetapi bagaimana caranya agar Afifah juga bisa menyelesaikan pekerjaan dari Vino. Pasalnya ia harus bertemu dengan management artis siang nanti dan Afifah pun cemas. Afifah memiluh untuk menjaga Rangga dan meninggalkan pekerjaannya karena takut Rangga semakin dekat dengan Nadya.

Afifah juga mengusap perutnya dan merasa ada dorongan dari si kembar agar Afifah menjaga ayah dari anak yang dikandungnya. Afifah bergegas pergi ke tempat meeting dan bertemu dengan Nadya. Di jalan ia juga memikirkan rencananya bertemu dengan management artis.

Sementara itu, Aris tampak mengendarai mobil menuju ke kantor. Ketika itulah Caca menunggu angkot yang mengarah ke kantor Dimas di halte, sayangnya angkota tak kunjung datang. Aris yang sempat melewati Caca tanpa sadar, melihat dari spion jika Caca tengah dalam kesulitan nunggu.

Ditambah petir menyambar dan pertanda akan turun hujan. Caca yang kehujanan, berusaha berteduh di halte. Aris tidak tega melihatnya, ia lantas memundurkan mobil dan membawa payung. Ia meminta Caca ikut dengannya, ia akan mengantarkan Caca sampai ke tempat tujuan namun Caca terkejut dan menolak.

Awalnya menolak dan mengucapkan terima kasih pada Aris untuk sendal yang kemarin. Caca yang merasa serba salah tetapi tidak ingin telat ke kantor, akhirnya menerima tawaran Aris. Roma dan Euis yang menuju ke warung di dekat sana sambil memakai payung, melihat Caca naik ke mobil Aris. Mereka terkejut dan cemas karena Aris semakin dekat dengan Caca, mereka pun panik.

Di dalam mobil Caca menemukan boneka Aris dari Rossy dan bertanya apakah boneka tersebut milik anak Aris. Aris tercekat dan menjawab jika boneka itu pemberian pacarnya yang telah pergi meninggalkannya. Caca terkejut, ia lantas bertanya apakah pacar Aris yang bernama Yuni?

Aris pun menatap Caca dengan berkaca-kaca, ia mengatakan jika pacarnya bernama Rossy bukan Yuni dan mereka bahkan sudah akan bertunangan lalu menikah. Caca pun bingung siapa Yuni tersebut, namun Aris menjawab itu bukan urusan Caca hingga merasa lancang dan minta maaf lalu terdiam. Caca masih saja melirik Aris sesekali karena tampak penasaran.

Aris berusaha mencairkan suasana dengan melemparkan banyak pertanyaan pada Caca. Seperti hubungan asmara, Caca berkata jika orang tuanya mengatakan tidak. Aris pun bingung mengapa harus kata orang tuanya, sedangkan Caca tertegun dan berubah menjadi sedih namun saat Aris bertanya mengapa ia hanya tersenyum dan mengelak.

Penulis: Annesa K. Ramadhany

 

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING