TITI DJ - OVY RIF BERPISAH!!! CEK KABAR TERBARU SEPUTAR PERPISAHANNYA DI SINI


PERSONAL
Titi Dwi Jayati atau populer dengan nama Titi DJ adalah seorang musisi, penyanyi, sekaligus aktris yang lahir di Jakarta, 27 Mei 1966. Bukan hanya sekedar berkarir dan 'mencari nasfkah' di dunia hiburan, Titi juga merupakan salah satu diva pop Indonesia.

Lagu-lagu hit Titi di antaranya terdapat di album, BUKAN HANYA SATU KALI (1983), IMAJINASI (1984), YANG PERTAMA YANG BAHAGIA (1986), EKSPRESI (1988), TITI DJ 1989 (1989), DUNIA BOLEH TERTAWA (1990), BINTANG BINTANG (1994), KUINGIN (1996), BAHASA KALBU (1999), MENYANYIKAN KEMBALI (2001) SENYUMAN (2003) IMMACULATE COLLECTION (2004) dan MELAYANI HATIMU (2006).

Titi adalah sosok pekerja keras yang merintis karirnya dari nol. Walaupun kerap ditimpa masalah dan cemoohan, namun semangat Titi untuk berjuang adalah sesuatu yang luar biasa dan tidak mudah kita jumpai. Namun di balik kegigihannya tersebut, ternyata tersimpan rasa kasih sayang yang agung kepada orang-orang yang disayanginya, termasuk suami dan anak-anaknya. Rasa cintanya tersebut bahkan kerap dia tuangkan dalam lirik-lirik lagu yang diciptakan sekaligus dinyanyikannya sendiri.

KARIR
Titi kecil yang lahir dari pasangan John Sutanto yang berdarah Palembang dan Tionghoa, serta Yeni dengan darah Manado - Batak sudah gemar dengan menyanyi dan menari. Meski saat itu dirinya bukan dari keluarga yang berada, orang tuanya tetap mendukung bakatnya dengan memasukkannya di Bina Vokalia untuk mengasah vokalnya dan mendaftarkan Titi untuk kursus tari Bali dan belajar piano.

Karir Titi berawal saat dirinya bergabung di Swara Mahardika, ia mendapat kesempatan untuk tampil di majalah remaja, sehingga ia mulai dikenal publik. Dan di tahun 1993, ia memberanikan diri mengikuti ajang Lomba Bintang Radio dan Televisi dan meraih juara III. Namun bekal itu tak cukup membantu saat Titi ingin tampil di Aneka Ria Safari, ajang paling bergengsi bagi penyanyi saat itu. Titi ditolak karena belum memiliki album.

Kesempatan untuk rekaman akhirnya datang juga ketika Frans Hasibuan, koordinator acara musik Kamera Ria, tempat Titi sering tampil memperjuangkan Titi agar mendapat kesempatan rekaman di JK Record. Akhirnya tawaran pun datang sehingga membawa sedikit cahaya cerah untuk karir Titi.

Sayangnya, setelah negoisasi panjang dengan Judi Kristianto mengenai musik yang bisa dibawakannya, tidak ada titik temu yang bisa dicapai. JK Record cenderung memproduksi lagu-lagu yang mendayu-dayu, sedangkan Titi terbiasa mengapresiasi musik Addie MS, Chrisye atau Guruh Soekarnoputra. Akhirnya rekaman pun batal.

Batal rekaman tidak membuat Titi putus asa. Titi pun berusaha mencari-cari celah sampai akhirnya di tahun 1983, Titi berkesempatan tampil di film GEPENG BAYAR KONTAN, yang merupakan debutnya di layar lebar. Akhirnya celah pun semakin terbuka untuk karir Titi.

Film itu pula yang membawa Titi mendapat tawaran dari Ibu Andi Nurhayati, salah satu produser film, untuk mengikuti Miss World. Tentu saja kesempatan itu tak disia-siakan walau Titi belum sekali pun mengikuti kontes kecantikan di tanah air. Namun sepulang dari ajang ini, Titi justru menuai kecaman karena dinilai melanggar asusila dan kepribadian timur. Bahkan sang ibu negara saat itu, Ibu Tien Soeharto juga sempat dikabarkan marah atas hal ini.

Namun bukan Titi namanya jika begitu mudah putus asa. Pasca kejadian popularitas Titi justru menanjak cepat. Titi kerap kali mendapat tawaran bermain film dan tawaran rekaman dari Jackson Record. Akhirnya, pada tahun 1984, Titi merilis album perdana, IMAJINASI.

Meski penjualan album perdananya tidak terlalu bagus, produser puas dengan hasilnya. Memasuki tahun 1985, Titi sudah sibuk mempersiapkan album kedua, YANG PERTAMA YANG BAHAGIA. Dalam pembuatan album itu Titi berkenalan dengan Indra Lesmana. Tak lama mereka pun menjalin cinta. Album-album Titi selanjutnya tak lepas dari garapan Indra, EKSPRESI (1988), dan TITI DJ '89 (1989).

Titi juga sempat bergabung dengan Adarapta bersama Atiek CB dan menelurkan dua album. Namun ketika putus dengan Indra, banyak orang yang mempertanyakan karir Titi. Bahkan beberap pihak sempat memberikan vonis bahwa karir Titi akan hancur.

Sayangnya penilaian tersebut ternyata salah karena Titi ternyata tidak menyerah begitu saja. Suatu hari, Harry de Fretes pimpinan Lenong Rumpi, yang tayangannya amat populer di RCTI yang saat itu belum mengudara secara nasional, menawari Titi untuk bergabung. Titi pun tidak perlu pikir panjang untuk menerimanya.

Titi sukses tampil mendampingi Ira Wibowo, Debby Sahertian, Ferina dan Ade Juwita. Lenong Rumpi juga membawanya pada rekaman sebuah album, berjudul EMANGNYA GUE PIKIRIN. Bahkan, Titi juga mulai merambah dunia sinetron, antara lain BODY KUAT, LAKON TIGA DUDA, JALAN PINTAS, HARI-HARI GILA dan yang paling populer, NURLELA.

Setelah bercerai dengan Bucek Depp, kehidupan Titi sempat mengalami kesulitan karena kondisi ekonominya sangat terpuruk. Namun kesulitan ini justru menjadi titik balik kesuksesannya. Jiwa yang emosional, semangat memperjuangkan hidup dan rasa cinta pada anak-anak membuahkan karya yang sungguh menyentuh. Album BAHASA KALBU yang dirilis tahun 1999 pun menuai sukses. Album ini sarat dengan lagu-lagu berlirik indah dengan aransemen yang memikat.

Bersama album ini, Titi sukses meraih 5 penghargaan dari 6 kategori yang dinominasikan dalam ajang AMI (Anugerah Musik Indonesia) Award 1999. Titi meraih Album Terbaik Kategori Umum, Kategori Pop; Lagu Terbaik Kategori Umum, Penyanyi Wanita Terbaik Kategori Pop dan Kategori Umum. Lagu Bahasa Kalbu juga menjadi soundtrack sinetron CINTA yang dibintangi Desy Ratnasari.

Tahun 2001, Titi meluncurkan album the best yang bertajuk TITI DJ MENYANYI KEMBALI (2001). Album tersebut memang menyuguhkan sejumlah lagu yang bisa dibilang merupakan karya artistik Titi.

Pada tahun 2004, Titi meluncurkan album GREATEST HITS yang berisi beberapa hits populer antara lain Ekspresi(feat Indra Lesmana), Bintang-Bintang, Dunia Boleh Tertawa (feat Indra Lesmana), Bahasa Kalbu, Salahkah Aku, Keresahanku, dan Kuingin.

Setahun setelah menikah untuk kedua kalinya, Titi membuat album berjudul SANG DEWI. Album tersebut dibuat Titi sebagai ekspresi rasa cintanya terhadap Andy, suami keduanya. Titi sendiri yang menuliskan lagu andalannya yang berjudul sama. Album itu meledak, menjadi album Titi tersukses selama kariernya.

Tahun 2005, Titi menggelar konser tunggal pertamanya dengan tajuk Titi DJ Sang Dewi Live in Concert. Konser tersebut berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan pada tanggal 30 September 2005 dengan Tohpati sebagai music director dan juga Alex Hassim sebagai creative director. Tak hanya sukses sebagai lagu, album, dan tema konser, tembang Sang Dewi juga menginspirasi Dwi Ilalang untuk membuat film SANG DEWI (2007).

Tahun 2007, Titi kembali merilis album THE BEST OF TITI DJ. Album ini berisi sepuluh lagu lawas ditambah dua lagu baru, Galau ciptaan Titi sendiri dan Engkau Laksana Bulan karya komposer legendaris Malaysia, P. Ramlee. Album ini juga menandai kerja sama pertama Titi dengan kekasihnya (yang kelak menjadi suami ketiganya) Noviar Rachmansyah (Ovy). Karena penggarapan album hampir selesai, saat Titi mulai menjalin hubungan dengan Ovie, maka Ovie hanya berkontribusi pada desain sampul.

Sukses dengan album-albumnya, Titi pun melakukan inovasi lain dengan bergabung dalam 3 Diva. 3 Diva mulai terbentuk di awal tahun 2006. Saat itu, Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya bersama Erwin Gutawa sebagai penata musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistiknya menggelar konser di 4 kota besar, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Denpasar.

Mereka berdua juga selalu mengiringi 3 Diva konser hingga akhirnya Erwin dan Jay berpisah dengan 3 Diva di awal tahun 2008. 3 Diva kemudian mengganti logonya menjadi DI3VA, dengan cara baca tetap sama, 3 Diva. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengeluarkan mini album berjudul DI3VA (2008) berisi 3 lagu, yaitu A Lotta Love (diciptakan oleh Titi DJ), Adilkah Ini Untukku (diciptakan oleh Icha Jikustik) dan Mencinta (Titi DJ dan Anang).

Tahun 2009, Titi kembali meluncurkan album baru berjudul TITI TO DIANA yang dia akui sebagai wujud dukungan terhadapa artis Diana Nasution yang tengah berjuang melawan kanker. Dalam album yang berisi tujuh lagu milik Diana dilaunching pada pertengahan Februari 2010. Titi memilih single Jangan Biarkan sebagai single jagoannya. Di album ini Titi juga dibantu sang suami, Ovie Rif dan Cindy Bernadette.

KEHIDUPAN PRIBADI
Awal kehidupan Titi sebelum menjadi seorang bintang bisa dikatakan sangat sulit. Dengan ekonomi keluarga yang pas-pasan, Titi berusaha menyalurkan bakat dan minatnya di bidang suara dan tari. Hal itu tak lepas dari dukungan sang ibu yang terus berusaha menyediakan ruang bagi Titi untuk mengembangkan bakatnya, walau dengan kondisi ekonomi yang sulit.

Ketika kedua orang tua Titi bercerai, Titi tinggal bersama ibunya. Ekonomi keluarga Titi dan ibunya kemudian porak-poranda ketika warung yang jadi sumber penghasilan mereka digusur. Hal itu diperparah lagi dengan bangkrutnya ibu Titi dalam arisan call. Akhirnya Titi terpaksa harus merelakan piano kesayangannya untuk mempertahankan hidup mereka.

Saat penggarapan album kedua, Titi bertemu dengan Indra Lesmana. Tak lama setelah itu, mereka pun menjalin hubungan cinta. Sejak itu, Indra memang banyk berperan dalam album Titi. Namun santernya isu bahwa kesuksesan Titi hanya karena Indra di sampingnya. Akhirnya hubungan mereka yang telah terbina selama 7 tahun pun berakhir di pertengahan tahun 1991.

Setelah putus dengan Indra, orang-orang mulai mempertanyakan karier menyanyi Titi. Album-albumnya dinilai tidak sukses dan bahwa Titi bukan jaminan kelarisan album. Namun akhirnya Titi berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan dengan kaki sendiri.

Selain Indra, Titi sempat menjalin cinta dengan Adjie Massaid, namun tak sampai setahun kemudian, Titi menggandeng Ryan Hidayat (almarhum). Namun akhirnya Titi menikah dengan Bucek Depp, yang tujuh tahun lebih muda darinya, pada 9 Mei 1995.

Dari pernikahannya dengan Bucek Depp, Titi dikaruniai tiga orang anak, yaitu yaitu Salmaa Chetizsa Muchtar dan saudara kembarnya, Salwaa Chetizsa Muchtar, serta Daffa Jenaro Muchtar. Titi kemudian masuk Islam pada tahun 1994, mengikuti keyakinan Bucek. Kebahagiaan dengan Bucek amat tampak dalam album Titi yang diluncurkan tahun 1993 BINTANG-BINTANG. Dalam videoklipnya, Titi tampil amat bersinar, didampingi Bucek sebagai modelnya.

Setelah melahirkan anak pertamanya yang kembar, rumah tangga mereka mulai dilanda masalah. Namun saat akan berpisah, Titi dihadapkan pada kenyataan dirinya hamil lagi dan dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan, karena jarang show selama hamil pertama. Kesempatan datang saat Elfas Singer ditinggal Rita Effendy dan membutuhkan penyanyi baru. Titi pun mengikuti audisi dan diterima. Usai melahirkan anak keduanya, Bucek dan Titi bercerai setelah dua tahun menikah. Keduanya resmi bercerai pada Desember 1997

Meski sempat berat di awal perceraiannya, bahkan Titi sempat berhutang pada sahabatnya, Chintami Atmanegara untuk membayar uang muka rumah, namun itu menjadi titik balik kesuksesan Titi sebagai penyanyi. Titi kemudian berhasil meluncurkan album terbarunya yang berjudul BAHASA KALBU.

Setelah bercerai dengan Bucek Depp, Titi DJ kembali menikah dengan Andrew Hollis Dougherty, seorang warganegara Amerika Serikat yang masuk Islam. Pernikahannya yang berlangsung pada 5 November 1999 itu kali ini dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Stephanie Poetry Dougherty (lahir 20 Mei 2000). Setelah 7 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami keduanya, ia resmi kembali bercerai pada 27 November 2006.

Pada tahun 2007, ia kembali menikah dengan Noviar Rachmansyah (Ovy), salah satu personel grup band /rif. Pernikahan mereka dilangsungkan pada tanggal 23 Mei 2007 di Mekkah dengan disaksikan oleh Tantowi Yahya dan Habib Assegaf Abdullah sebagai saksi, serta Taufiqur SH sebagai wali hakim. Mas kawin yang diberikan Ovie berupa uang tunai senilai Rp 2.352.007,- yang disesuaikan dengan tanggal berlangsungnya pernikahan mereka. Pernikahan Titi dengan Ovie membuahkan dua orang anak yang masing-masing bernama Excel dan Keisha.

Dengan pernikahan ketiganya ini, isu pisah ranjang hingga perceraian juga kerap menghampiri pasangan ini. Seperti ketika sahabatnya, Krisdayanti menggugat cerai Anang Hermansyah pada awal Oktober 2009, tiba-tiba rumah tangga Titi dan Ovie dikabarkan retak.

Namun Titi membantahnya. Bahkan bukti bantahannya akan ia luncurkan dalam bentuk sebuah album baru, di mana Ovy juga memberi sumbangsih di sini. Album yang diberi judul TITI TO DIANA tersebut dirilis pada tahun 2010 sebagai persembahan spesialnya pada penyanyi Diana Nasution yang sedang berjuang melawan penyakit kanker.

Sayangnya, kabar ini akhirnya terbukti juga ketika Titi dan Ovy mengumumkan perpisahan mereka. Awal bulan Ramadhan, tepatnya 1 Agustus 2011, keduanya mengumumkan perihal perpisahannya kepada KapanLagi.com. Keputusan inipun disebut sangat sulit bagi keduanya, walau mereka mengaku sudah tak lagi berdaya untuk meneruskan biduk rumah tangga dengan 8 orang dalam satu rumah.

Setelah perpisahan ini, Titi dan Ovy akan tetap menjalin ikatan kekerabatan dan persahabatan, dan berharap akan ada penghormatan yang tulus di antara mereka ber-8.

FILMOGRAFI
* RINI TOMBOY (1991)
* MADAME X (2010)


DISKOGRAFI
Album
* 1983 - BUKAN HANYA SATU KALI
* 1985 - IMAJINASI
* 1986 - YANG PERTAMA YANG BAHAGIA
* 1988 - EKSPRESI
* 1989 - TITI DJ 1989
* 1990 - DUNIA BOLEH TERTAWA BERSAMA INDRA LESMANA
* 1992 - TAKE ME TO HEAVEN
* 1995 - BINTANG BINTANG
* 1996 - KUINGIN
* 1999 - BAHASA KALBU
* 2000 - SANG DEWI
* 2001 - MENYANYIKAN KEMBALI
* 2003 - SENYUMAN
* 2004 - IMMACULATE COLLECTION
* 2006 - MELAYANI HATIMU
* 2010 - TITI TO DIANA
* 2011 - TAK ADA UJUNGNYA


Kompilasi
* 2007 - THE BEST OF

Bersama Adarapta
* 1985 - DALAM LAGU DARA PUSPITA

Bersama 3 Diva
* 2006 - SEMUA JADI SATU
* 2008 - DI3VA - (mini album)

IKLAN
* Polytron
* Nokia
* Bodrex
* Rinso

PENAMPILAN LAIN
* 1985 - Festival Lagu Populer Indonesia 1986 lagu Merah Hitam Cinta Kita duet bersama Sandro Tobing
* 1987 - Soundtrack album CATATAN SI BOY
* 1989 - album Fariz RM, Fashionova
* 1991 - Lomba Cipta Lagu Remaja 1990/1991
* 1997 - Bersama Dalam Cinta proyek album untuk Gedung Kesenian Jakarta

ADA APA DI BALIK PERPISAHAN OVY-TITI DJ? CARI TAHU DI SINI!!!

Titi kecil yang lahir dari pasangan John Sutanto yang berdarah Palembang dan Tionghoa, serta Yeni dengan darah Manado - Batak sudah gemar dengan menyanyi dan menari. Meski saat itu dirinya bukan dari keluarga yang berada, orang tuanya tetap mendukung bakatnya dengan memasukkannya di Bina Vokalia untuk mengasah vokalnya dan mendaftarkan Titi untuk kursus tari Bali dan belajar piano.

Karir Titi berawal saat dirinya bergabung di Swara Mahardika, ia mendapat kesempatan untuk tampil di majalah remaja, sehingga ia mulai dikenal publik. Dan di tahun 1993, ia memberanikan diri mengikuti ajang Lomba Bintang Radio dan Televisi dan meraih juara III. Namun bekal itu tak cukup membantu saat Titi ingin tampil di Aneka Ria Safari, ajang paling bergengsi bagi penyanyi saat itu. Titi ditolak karena belum memiliki album.

Kesempatan untuk rekaman akhirnya datang juga ketika Frans Hasibuan, koordinator acara musik Kamera Ria, tempat Titi sering tampil memperjuangkan Titi agar mendapat kesempatan rekaman di JK Record. Akhirnya tawaran pun datang sehingga membawa sedikit cahaya cerah untuk karir Titi.

Sayangnya, setelah negoisasi panjang dengan Judi Kristianto mengenai musik yang bisa dibawakannya, tidak ada titik temu yang bisa dicapai. JK Record cenderung memproduksi lagu-lagu yang mendayu-dayu, sedangkan Titi terbiasa mengapresiasi musik Addie MS, Chrisye atau Guruh Soekarnoputra. Akhirnya rekaman pun batal.

Batal rekaman tidak membuat Titi putus asa. Titi pun berusaha mencari-cari celah sampai akhirnya di tahun 1983, Titi berkesempatan tampil di film GEPENG BAYAR KONTAN, yang merupakan debutnya di layar lebar. Akhirnya celah pun semakin terbuka untuk karir Titi.

Film itu pula yang membawa Titi mendapat tawaran dari Ibu Andi Nurhayati, salah satu produser film, untuk mengikuti Miss World. Tentu saja kesempatan itu tak disia-siakan walau Titi belum sekali pun mengikuti kontes kecantikan di tanah air. Namun sepulang dari ajang ini, Titi justru menuai kecaman karena dinilai melanggar asusila dan kepribadian timur. Bahkan sang ibu negara saat itu, Ibu Tien Soeharto juga sempat dikabarkan marah atas hal ini.

Namun bukan Titi namanya jika begitu mudah putus asa. Pasca kejadian popularitas Titi justru menanjak cepat. Titi kerap kali mendapat tawaran bermain film dan tawaran rekaman dari Jackson Record. Akhirnya, pada tahun 1984, Titi merilis album perdana, IMAJINASI.

Meski penjualan album perdananya tidak terlalu bagus, produser puas dengan hasilnya. Memasuki tahun 1985, Titi sudah sibuk mempersiapkan album kedua, YANG PERTAMA YANG BAHAGIA. Dalam pembuatan album itu Titi berkenalan dengan Indra Lesmana. Tak lama mereka pun menjalin cinta. Album-album Titi selanjutnya tak lepas dari garapan Indra, EKSPRESI (1988), dan TITI DJ '89 (1989).

Titi juga sempat bergabung dengan Adarapta bersama Atiek CB dan menelurkan dua album. Namun ketika putus dengan Indra, banyak orang yang mempertanyakan karir Titi. Bahkan beberap pihak sempat memberikan vonis bahwa karir Titi akan hancur.

Sayangnya penilaian tersebut ternyata salah karena Titi ternyata tidak menyerah begitu saja. Suatu hari, Harry de Fretes pimpinan Lenong Rumpi, yang tayangannya amat populer di RCTI yang saat itu belum mengudara secara nasional, menawari Titi untuk bergabung. Titi pun tidak perlu pikir panjang untuk menerimanya.

Titi sukses tampil mendampingi Ira Wibowo, Debby Sahertian, Ferina dan Ade Juwita. Lenong Rumpi juga membawanya pada rekaman sebuah album, berjudul EMANGNYA GUE PIKIRIN. Bahkan, Titi juga mulai merambah dunia sinetron, antara lain BODY KUAT, LAKON TIGA DUDA, JALAN PINTAS, HARI-HARI GILA dan yang paling populer, NURLELA.

Setelah bercerai dengan Bucek Depp, kehidupan Titi sempat mengalami kesulitan karena kondisi ekonominya sangat terpuruk. Namun kesulitan ini justru menjadi titik balik kesuksesannya. Jiwa yang emosional, semangat memperjuangkan hidup dan rasa cinta pada anak-anak membuahkan karya yang sungguh menyentuh. Album BAHASA KALBU yang dirilis tahun 1999 pun menuai sukses. Album ini sarat dengan lagu-lagu berlirik indah dengan aransemen yang memikat.

Bersama album ini, Titi sukses meraih 5 penghargaan dari 6 kategori yang dinominasikan dalam ajang AMI (Anugerah Musik Indonesia) Award 1999. Titi meraih Album Terbaik Kategori Umum, Kategori Pop; Lagu Terbaik Kategori Umum, Penyanyi Wanita Terbaik Kategori Pop dan Kategori Umum. Lagu Bahasa Kalbu juga menjadi soundtrack sinetron CINTA yang dibintangi Desy Ratnasari.

Tahun 2001, Titi meluncurkan album the best yang bertajuk TITI DJ MENYANYI KEMBALI (2001). Album tersebut memang menyuguhkan sejumlah lagu yang bisa dibilang merupakan karya artistik Titi.

Pada tahun 2004, Titi meluncurkan album GREATEST HITS yang berisi beberapa hits populer antara lain Ekspresi(feat Indra Lesmana), Bintang-Bintang, Dunia Boleh Tertawa (feat Indra Lesmana), Bahasa Kalbu, Salahkah Aku, Keresahanku, dan Kuingin.

Setahun setelah menikah untuk kedua kalinya, Titi membuat album berjudul SANG DEWI. Album tersebut dibuat Titi sebagai ekspresi rasa cintanya terhadap Andy, suami keduanya. Titi sendiri yang menuliskan lagu andalannya yang berjudul sama. Album itu meledak, menjadi album Titi tersukses selama kariernya.

Tahun 2005, Titi menggelar konser tunggal pertamanya dengan tajuk Titi DJ Sang Dewi Live in Concert. Konser tersebut berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan pada tanggal 30 September 2005 dengan Tohpati sebagai music director dan juga Alex Hassim sebagai creative director. Tak hanya sukses sebagai lagu, album, dan tema konser, tembang Sang Dewi juga menginspirasi Dwi Ilalang untuk membuat film SANG DEWI (2007).

Tahun 2007, Titi kembali merilis album THE BEST OF TITI DJ. Album ini berisi sepuluh lagu lawas ditambah dua lagu baru, Galau ciptaan Titi sendiri dan Engkau Laksana Bulan karya komposer legendaris Malaysia, P. Ramlee. Album ini juga menandai kerja sama pertama Titi dengan kekasihnya (yang kelak menjadi suami ketiganya) Noviar Rachmansyah (Ovy). Karena penggarapan album hampir selesai, saat Titi mulai menjalin hubungan dengan Ovie, maka Ovie hanya berkontribusi pada desain sampul.

Sukses dengan album-albumnya, Titi pun melakukan inovasi lain dengan bergabung dalam 3 Diva. 3 Diva mulai terbentuk di awal tahun 2006. Saat itu, Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya bersama Erwin Gutawa sebagai penata musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistiknya menggelar konser di 4 kota besar, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Denpasar.

Mereka berdua juga selalu mengiringi 3 Diva konser hingga akhirnya Erwin dan Jay berpisah dengan 3 Diva di awal tahun 2008. 3 Diva kemudian mengganti logonya menjadi DI3VA, dengan cara baca tetap sama, 3 Diva. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengeluarkan mini album berjudul DI3VA (2008) berisi 3 lagu, yaitu A Lotta Love (diciptakan oleh Titi DJ), Adilkah Ini Untukku (diciptakan oleh Icha Jikustik) dan Mencinta (Titi DJ dan Anang).

Tahun 2009, Titi kembali meluncurkan album baru berjudul TITI TO DIANA yang dia akui sebagai wujud dukungan terhadapa artis Diana Nasution yang tengah berjuang melawan kanker. Dalam album yang berisi tujuh lagu milik Diana dilaunching pada pertengahan Februari 2010. Titi memilih single Jangan Biarkan sebagai single jagoannya. Di album ini Titi juga dibantu sang suami, Ovie Rif dan Cindy Bernadette.

KEHIDUPAN PRIBADI
Awal kehidupan Titi sebelum menjadi seorang bintang bisa dikatakan sangat sulit. Dengan ekonomi keluarga yang pas-pasan, Titi berusaha menyalurkan bakat dan minatnya di bidang suara dan tari. Hal itu tak lepas dari dukungan sang ibu yang terus berusaha menyediakan ruang bagi Titi untuk mengembangkan bakatnya, walau dengan kondisi ekonomi yang sulit.

Ketika kedua orang tua Titi bercerai, Titi tinggal bersama ibunya. Ekonomi keluarga Titi dan ibunya kemudian porak-poranda ketika warung yang jadi sumber penghasilan mereka digusur. Hal itu diperparah lagi dengan bangkrutnya ibu Titi dalam arisan call. Akhirnya Titi terpaksa harus merelakan piano kesayangannya untuk mempertahankan hidup mereka.

Saat penggarapan album kedua, Titi bertemu dengan Indra Lesmana. Tak lama setelah itu, mereka pun menjalin hubungan cinta. Sejak itu, Indra memang banyk berperan dalam album Titi. Namun santernya isu bahwa kesuksesan Titi hanya karena Indra di sampingnya. Akhirnya hubungan mereka yang telah terbina selama 7 tahun pun berakhir di pertengahan tahun 1991.

Setelah putus dengan Indra, orang-orang mulai mempertanyakan karier menyanyi Titi. Album-albumnya dinilai tidak sukses dan bahwa Titi bukan jaminan kelarisan album. Namun akhirnya Titi berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan dengan kaki sendiri.

Selain Indra, Titi sempat menjalin cinta dengan Adjie Massaid, namun tak sampai setahun kemudian, Titi menggandeng Ryan Hidayat (almarhum). Namun akhirnya Titi menikah dengan Bucek Depp, yang tujuh tahun lebih muda darinya, pada 9 Mei 1995.

Dari pernikahannya dengan Bucek Depp, Titi dikaruniai tiga orang anak, yaitu yaitu Salmaa Chetizsa Muchtar dan saudara kembarnya, Salwaa Chetizsa Muchtar, serta Daffa Jenaro Muchtar. Titi kemudian masuk Islam pada tahun 1994, mengikuti keyakinan Bucek. Kebahagiaan dengan Bucek amat tampak dalam album Titi yang diluncurkan tahun 1993 BINTANG-BINTANG. Dalam videoklipnya, Titi tampil amat bersinar, didampingi Bucek sebagai modelnya.

Setelah melahirkan anak pertamanya yang kembar, rumah tangga mereka mulai dilanda masalah. Namun saat akan berpisah, Titi dihadapkan pada kenyataan dirinya hamil lagi dan dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan, karena jarang show selama hamil pertama. Kesempatan datang saat Elfas Singer ditinggal Rita Effendy dan membutuhkan penyanyi baru. Titi pun mengikuti audisi dan diterima. Usai melahirkan anak keduanya, Bucek dan Titi bercerai setelah dua tahun menikah. Keduanya resmi bercerai pada Desember 1997

Meski sempat berat di awal perceraiannya, bahkan Titi sempat berhutang pada sahabatnya, Chintami Atmanegara untuk membayar uang muka rumah, namun itu menjadi titik balik kesuksesan Titi sebagai penyanyi. Titi kemudian berhasil meluncurkan album terbarunya yang berjudul BAHASA KALBU.

Setelah bercerai dengan Bucek Depp, Titi DJ kembali menikah dengan Andrew Hollis Dougherty, seorang warganegara Amerika Serikat yang masuk Islam. Pernikahannya yang berlangsung pada 5 November 1999 itu kali ini dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Stephanie Poetry Dougherty (lahir 20 Mei 2000). Setelah 7 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami keduanya, ia resmi kembali bercerai pada 27 November 2006.

Pada tahun 2007, ia kembali menikah dengan Noviar Rachmansyah (Ovy), salah satu personel grup band /rif. Pernikahan mereka dilangsungkan pada tanggal 23 Mei 2007 di Mekkah dengan disaksikan oleh Tantowi Yahya dan Habib Assegaf Abdullah sebagai saksi, serta Taufiqur SH sebagai wali hakim. Mas kawin yang diberikan Ovie berupa uang tunai senilai Rp 2.352.007,- yang disesuaikan dengan tanggal berlangsungnya pernikahan mereka. Pernikahan Titi dengan Ovie membuahkan dua orang anak yang masing-masing bernama Excel dan Keisha.

Dengan pernikahan ketiganya ini, isu pisah ranjang hingga perceraian juga kerap menghampiri pasangan ini. Seperti ketika sahabatnya, Krisdayanti menggugat cerai Anang Hermansyah pada awal Oktober 2009, tiba-tiba rumah tangga Titi dan Ovie dikabarkan retak.

Namun Titi membantahnya. Bahkan bukti bantahannya akan ia luncurkan dalam bentuk sebuah album baru, di mana Ovy juga memberi sumbangsih di sini. Album yang diberi judul TITI TO DIANA tersebut dirilis pada tahun 2010 sebagai persembahan spesialnya pada penyanyi Diana Nasution yang sedang berjuang melawan penyakit kanker.

Sayangnya, kabar ini akhirnya terbukti juga ketika Titi dan Ovy mengumumkan perpisahan mereka. Awal bulan Ramadhan, tepatnya 1 Agustus 2011, keduanya mengumumkan perihal perpisahannya kepada KapanLagi.com. Keputusan inipun disebut sangat sulit bagi keduanya, walau mereka mengaku sudah tak lagi berdaya untuk meneruskan biduk rumah tangga dengan 8 orang dalam satu rumah.

Setelah perpisahan ini, Titi dan Ovy akan tetap menjalin ikatan kekerabatan dan persahabatan, dan berharap akan ada penghormatan yang tulus di antara mereka ber-8.

FILMOGRAFI
* RINI TOMBOY (1991)
* MADAME X (2010)


DISKOGRAFI
Album
* 1983 - BUKAN HANYA SATU KALI
* 1985 - IMAJINASI
* 1986 - YANG PERTAMA YANG BAHAGIA
* 1988 - EKSPRESI
* 1989 - TITI DJ 1989
* 1990 - DUNIA BOLEH TERTAWA BERSAMA INDRA LESMANA
* 1992 - TAKE ME TO HEAVEN
* 1995 - BINTANG BINTANG
* 1996 - KUINGIN
* 1999 - BAHASA KALBU
* 2000 - SANG DEWI
* 2001 - MENYANYIKAN KEMBALI
* 2003 - SENYUMAN
* 2004 - IMMACULATE COLLECTION
* 2006 - MELAYANI HATIMU
* 2010 - TITI TO DIANA
* 2011 - TAK ADA UJUNGNYA


Kompilasi
* 2007 - THE BEST OF

Bersama Adarapta
* 1985 - DALAM LAGU DARA PUSPITA

Bersama 3 Diva
* 2006 - SEMUA JADI SATU
* 2008 - DI3VA - (mini album)

IKLAN
* Polytron
* Nokia
* Bodrex
* Rinso

PENAMPILAN LAIN
* 1985 - Festival Lagu Populer Indonesia 1986 lagu Merah Hitam Cinta Kita duet bersama Sandro Tobing
* 1987 - Soundtrack album CATATAN SI BOY
* 1989 - album Fariz RM, Fashionova
* 1991 - Lomba Cipta Lagu Remaja 1990/1991
* 1997 - Bersama Dalam Cinta proyek album untuk Gedung Kesenian Jakarta

ADA APA DI BALIK PERPISAHAN OVY-TITI DJ? CARI TAHU DI SINI!!!

Baca Profil Lengkap Titi DJ ▼



Show More ▼