Soimah Optimistis D'Academy 8 Lahirkan Bintang Dangdut Baru
Program pencarian bakat D'Academy 8 resmi memasuki babak Final Audition yang mulai tayang pada Senin (29/6/2026). Memasuki musim kedelapan, ajang dangdut andalan Indosiar itu kembali menghadirkan deretan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu juri, Soimah Pancawati, mengaku sempat menyimpan kekhawatiran sebelum proses audisi dimulai.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah melihat kesuksesan besar D'Academy 7 yang berhasil melahirkan banyak penyanyi dangdut muda hingga menjadi program pencarian bakat nomor satu di Indonesia. Soimah mempertanyakan apakah musim terbaru mampu menemukan peserta dengan kualitas yang sama, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Namun, keraguan itu perlahan sirna setelah dirinya terlibat langsung dalam proses audisi D'Academy 8. Menurut perempuan asal Pati, Jawa Tengah itu, kualitas peserta tahun ini kembali membuatnya optimistis Indosiar akan mencetak bintang dangdut generasi baru.
"Waktu DA7 akhir-akhir kita kan udah lihat itu sangat luar biasa. Di akhir DA7 saya pikir apakah ada DA8. Kalau misal ada apakah bisa seperti DA7. Apalagi bisa cari talenta dari daerah seperti DA7. Banyak sekali pertanyaan dan ketakutan-ketakutan karena merasa punya tanggung jawab. Tapi ketika kemarin audisi, Alhamdulillah optimis itu bangkit. Kita dapat anak-anak didik DA8 yang luar biasa. Kita sangat optimis Indosiar akan melahirkan bintang lagi," ujar Soimah saat jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Senin (29/6).
Bagi Soimah, tugas seorang juri bukan hanya memberikan penilaian saat peserta tampil di atas panggung. Ia justru ingin menggali potensi lain yang dimiliki para peserta agar mereka mampu bertahan di industri hiburan setelah kompetisi berakhir.
Karena itu, perempuan berusia 45 tahun tersebut mengaku tidak memiliki strategi khusus dalam menghadapi musim terbaru. Ia lebih memilih mengikuti perkembangan karakter setiap peserta sebelum memberikan arahan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Jadi persiapannya justru saya tidak sedang menyiapkan mau apa. Justru apa yang mau kita ulik, kita gali. Yang penting kepekaan kita dari peserta. Setelah kompetisi selesai bisa jadi entertainment sejati. Yang jelas kita akan persiapkan, kalau saya fisik. Jadi bisa temani peserta setiap harinya," ungkapnya.
Selain kualitas vokal, Soimah juga menilai perkembangan industri musik membuat penyanyi dangdut harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, dangdut saat ini tidak lagi hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi juga berhasil menarik perhatian generasi muda.
Meski begitu, Soimah menegaskan perkembangan tersebut tidak boleh menghilangkan identitas musik dangdut yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Justru inovasi perlu dilakukan agar dangdut tetap relevan tanpa meninggalkan akar musiknya.
"Emang perkembangan musik sangat luar biasa. Kita harus mengikuti perkembangan zaman, apalagi sekarang dangdut sudah dinikmati dan kita nggak mau ketinggalan. Kita harus upgrade agar dangdut bisa dinikmati anak-anak sekarang tanpa menghilangkan esensi dangdut klasik ya. Mungkin akan ada kemajuan dangdut yang lain," pungkas Soimah.
Dengan optimisme para juri dan kualitas peserta yang berhasil lolos dari lebih dari 9.500 pendaftar, D'Academy 8 diharapkan kembali melahirkan penyanyi dangdut berbakat yang tak hanya sukses di atas panggung, tetapi juga mampu berkembang sebagai entertainer di industri hiburan Tanah Air.