
Bhita Jadikan Rindu Orang Tua Sebagai Semangat di Panggung Dangdut Academy 8

Penampilan Bhita pada TOP 11 Result Malam Kedua (dok. Kapanlagi.com/Sabrina Aulia Putri)
Kapanlagi.com - Hampir empat bulan menjalani kompetisi Dangdut Academy 8 membuat Bhita harus terbiasa tinggal jauh dari keluarga. Peserta asal Pangkalpinang itu mengaku sangat merindukan kedua orang tuanya, tetapi berusaha mengubah perasaan tersebut menjadi dorongan untuk terus bertahan di panggung kompetisi.
Baginya, kerinduan bukan alasan untuk menyerah atau ingin segera pulang. Bhita justru berharap bisa menyelesaikan perjuangannya dengan membawa hasil yang membanggakan bagi keluarga.
"Kangen banget orang tua. Tapi jangan jadikan kangen itu untuk pulang ya, tapi jadikan kangen itu buat semangat di sini," ungkap Bhita saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Ia pun menyimpan harapan agar perjuangannya selama mengikuti kompetisi dapat berbuah kesuksesan.
"Semoga bisa pulang dengan membawa kesuksesan dari sini," lanjutnya.
1. Empat Bulan di DA8 Beri Banyak Pengalaman Baru

Selain harus beradaptasi dengan suasana jauh dari rumah, Bhita juga merasakan banyak perubahan selama mengikuti Dangdut Academy 8. Kedekatan dengan peserta lain di asrama menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya.
Ia juga mendapat banyak ilmu dari para coach dan masukan dewan juri untuk mengembangkan kemampuan bernyanyi. Bhita menyebut Coach Adi, Coach Fildan, Ko Ucup, dan Kak Asep sebagai sosok yang turut membimbingnya selama kompetisi.
Pengalaman tersebut perlahan membantunya mengatasi rasa takut saat tampil. Jika sebelumnya ia kerap khawatir melakukan kesalahan, kini Bhita merasa lebih percaya diri berkat dukungan orang-orang di balik layar.
"Dulu kan masih ada rasa-rasa kayak takut, kalau gini takut salah, segala macam yang gini-gini. Sampai sini alhamdulillahnya selalu dikuatkan oleh coach-coach yang berada di belakang layar," tuturnya.
Dari bimbingan tersebut, Bhita belajar untuk lebih yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Ia menyadari bahwa kepercayaan diri menjadi bekal penting bagi seorang penghibur ketika berada di atas panggung.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Doa hingga Makan Kencur Jadi Kebiasaan Sebelum Tampil

Menjelang penampilan, Bhita memiliki sejumlah kebiasaan untuk mempersiapkan diri, baik secara mental maupun fisik. Ia selalu menyempatkan waktu untuk berdoa dan berzikir. Membaca Surah Yasin juga menjadi bagian dari rutinitasnya sebelum naik panggung.
Rasa gugup tetap dirasakan setiap kali harus tampil di hadapan penonton dan dewan juri. Namun, Bhita berusaha mengubah perasaan tersebut menjadi energi positif agar semakin bersemangat menjalani kompetisi.
"Deg-degan itu tetap dijadikan acuan buat semangat juga, buat bisa tetap di sini," ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan persiapan spiritual, Bhita juga punya kebiasaan makan kencur sebelum bernyanyi. Ia melengkapinya dengan pemanasan vokal agar suaranya lebih siap saat tampil.
3. Perjalanan Bhita di Babak TOP 11 Dangdut Academy 8

Di babak TOP 11, Bhita menghadapi dua tantangan dengan konsep berbeda. Pada malam show, ia membawakan lagu Jangan Buang Waktuku yang dipopulerkan Erie Suzan. Penampilannya mendapat tiga standing ovation dari dewan juri.
Sementara pada malam result, ia ditantang menyanyikan lagu daerah dari luar wilayah asalnya. Bhita mendapat lagu Minang asal Sumatera Barat berjudul Pulanglah Uda yang dipadukan dengan Larut Tanpa Kepastian. Kali ini, ia berhasil meraih empat standing ovation.
Meski pernah tinggal di Sumatera Selatan dan merasa ada kemiripan bahasa dengan Minang, Bhita tetap perlu beradaptasi dengan pengucapan serta cengkok khas lagu tersebut. Salah satu bagian yang sempat membuatnya kesulitan adalah pelafalan kata "sepayung" yang perlu disesuaikan menjadi "sepayuang".
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/sab)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng










































