Kapanlagi.com - Bintang, kontestan asal Kepulauan Bangka Belitung, resmi tersenggol dari babak Top 26 Grup 1 Dangdut Academy 8 (DA8) yang tayang Jumat (21/8/2026) di Indosiar. Kabar ini dikonfirmasi lewat unggahanakunInstagram resmi @indosiar, menandai berakhirnya perjalanan Bintang di ajang pencarian bakat dangdut tersebut.
Di babak Top 26 Grup 1, Bintang bersaing ketat bersama empat kontestan lain, yakni Alexa (Ciamis), Clara (Langkat), Rangga (Bantaeng), dan Kira (Bandung). Dari kelima peserta tersebut, Bintang akhirnya menjadi satu-satunya yang harus mengakhiri perjuangannya dan tidak dapat melanjutkan langkah ke babak berikutnya.
Dengan tersingkirnya Bintang, persaingan di Dangdut Academy 8 pun kian mengerucut menuju babak-babak berikutnya, di mana para kontestan tersisa harus kembali menunjukkan penampilan terbaik mereka.
Audisi D'ACADEMY 8 Sukses Digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang - Sulawesi Selatan, Selfi Yamma Turut MeramaikanAdvertisement
Sebelum akhirnya tersenggol, Bintang sempat menorehkan sejumlah pencapaian selama mengikuti kompetisi ini. Berikut rangkuman perjalanannya dari waktu ke waktu:
Audisi D'ACADEMY 8 Sukses Digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang - Sulawesi Selatan, Selfi Yamma Turut MeramaikanSetelah Grup 1 menyelesaikan babak Top 26, kompetisi DA8 akan berlanjut dengan penampilan Grup 2 hingga Grup 5 pada hari-hari berikutnya. Setiap grup tetap didampingi oleh tiga tim pelatih, yaitu MellyLee, Fildan, dan SelfiYamma, yang membimbing masing-masing academia hingga ke babak final.
Selain persaingan vokal para kontestan, program ini juga tetap diramaikan sederet host berpengalaman, seperti Ramzi, RinaNose, Gilang Dirga, RizkyBillar, dan Jirayut, yang turut menghadirkan unsur hiburan di setiap episodenya.
Dengan tersingkirnya Bintang, publik kini menantikan siapa yang akan menyusul langkahnya di babak-babak selanjutnya, sekaligus siapa yang berhasil bertahan hingga mencapai babak grand final Dangdut Academy 8.
Perjuangan Agni Ghafia, Peserta Asal Bangka Belitung Rela Naik Kapal Demi Audisi DA 8 di Jakarta(kpl/ums)