Kapanlagi.com - Kadhafy, akademia berbakat asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, harus mengakhiri langkahnya di ajang D'Academy 8 (DA8) setelah tersenggol di babak Top 26 Grup 2. Konser yang tayang pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Indosiar, menandai akhir perjalanan Kadhafy, yang menjadi kontestan kedua yang gugur di babak ini setelah Bintang dari Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam konser tersebut, Kadhafy tampil bersama empat academia lainnya dari Grup 2, yaitu Azzio (Deli Serdang), Rofia (Kuningan), Inayah (Gowa), dan Zhifanna (Pesisir Selatan). Kelima peserta ini lebih dulu tampil dalam kolaborasi membawakan lagu Sabda Cinta yang dinyanyikan oleh Erie Suzan dan Iyeth Bustami. Penampilan tersebut berhasil mendapatkan standing ovation sempurna dari dewan juri, yaitu Soimah Pancawati, Wika Salim, dan King Nassar.
Namun, saat penampilan solo, Kadhafy tidak dapat menunjukkan performa maksimal. Ia membawakan lagu Gala Gala milik Rhoma Irama, tetapi hanya berhasil meraih satu standing ovation. Hal ini membuat posisinya terancam, dan dewan juri akhirnya memutuskan Kadhafy sebagai peserta yang tersenggol dari Grup 2.
Berangkat Jam 6 Pagi, Kadhafy Asal Bangkalan Rela Antre Seharian Demi Lolos Audisi D'Academy 8Advertisement
Di babak ini, Azzio dan Zhifanna berhasil meraih tiga standing ovation lewat penampilan solo mereka masing-masing, sehingga langsung mengamankan tiket ke babak berikutnya. Rofia menyusul dengan satu standing ovation, sementara Inayah mendapatkan dua standing ovation. Kadhafy, sebagai penampil terakhir, harus menghadapi kenyataan pahit setelah penampilannya yang hanya mendapatkan satu standing ovation.
Perjalanan Kadhafy di D'Academy 8 bukanlah hal yang mudah. Ia mengikuti audisi offline di Surabaya dan berangkat sejak pukul 06.00 pagi untuk mendapatkan nomor antrean lebih awal. Meski harus menunggu hingga malam hari untuk tampil di hadapan dewan juri, perjuangannya terbayar setelah ia berhasil meraih Golden Ticket dan melangkah ke babak Final Audition.
Setelah berhasil masuk ke Top 53 Besar DA8, Kadhafy, yang baru berusia 15 tahun, mengaku baru mendalami musik dangdut sekitar satu tahun sebelum mengikuti kompetisi ini. Ia mengaku terinspirasi oleh Valen, runner-up DA7. Sejak babak Golden Ticket, Kadhafy juga menerima catatan dari dewan juri mengenai artikulasi yang perlu terus diperbaiki.
Berangkat Jam 6 Pagi, Kadhafy Asal Bangkalan Rela Antre Seharian Demi Lolos Audisi D'Academy 8Kadhafy melanjutkan langkahnya ke babak Top 31 Grup 3, di mana ia tampil bersama Clara, Fitri, Bintang, dan Syafiq. Dengan membawakan lagu solo Pelaminan Kelabu dari Mansyur S., Kadhafy berhasil meraih dua standing ovation, yang membawanya lolos ke Top 26, sementara Syafiq harus tersenggol dari grup tersebut.
Meski perjalanan Kadhafy di D'Academy 8 harus berakhir di babak Top 26, semangat dan dedikasinya dalam mengejar impian di dunia musik dangdut patut diacungi jempol. Perjuangan yang telah dilaluinya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para penggemar dan calon akademia lainnya.
Berangkat Jam 6 Pagi, Kadhafy Asal Bangkalan Rela Antre Seharian Demi Lolos Audisi D'Academy 8(kpl/ums)