Berangkat Jam 6 Pagi, Kadhafy Asal Bangkalan Rela Antre Seharian Demi Lolos Audisi D'Academy 8
Kadhafy D'Academy 8 - © KapanLagi.com/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Perjalanan Kadhafy menuju Top 53 Besar D'Academy 8 ternyata tidak mudah. Peserta asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu harus melewati perjuangan panjang saat mengikuti audisi offline di Surabaya sebelum akhirnya berhasil melangkah ke babak Final Audition.
Remaja berusia 15 tahun tersebut mengaku sudah berangkat sejak pukul 06.00 pagi agar bisa mendapat antrean lebih awal. Namun, banyaknya peserta yang hadir membuat dirinya harus menunggu hingga malam hari sebelum akhirnya tampil di hadapan dewan juri.
"Perjalanannya itu audisi pertama itu audisi offline di Surabaya. Itu berangkat pagi jam 6 gitu, sampai sana jam 7. Mulai jam 8, iya jam 8 pagi antre sampai malam, baru malamnya baru bisa mungkin Isya habis Isya baru diaudisi," ujar Kadhafy saat ditemui di Studio Emtek, Jakarta Barat, Rabu (8/7/2026).
Advertisement
1. Tekad Besar
Menunggu lebih dari setengah hari tentu menjadi pengalaman yang menguras tenaga. Meski demikian, Kadhafy memilih bertahan karena memiliki tekad besar untuk mewujudkan impiannya menjadi penyanyi dangdut sekaligus membanggakan kedua orang tuanya.
"Motivasi saya pengen membanggakan orang tua, terus pengen mengembangkan diri untuk menjadi yang lebih baik lagi terutama dalam hal menyanyi ya? Iya," tuturnya.
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
2. Didukung Bupati
Tak hanya keluarga, dukungan juga datang dari berbagai pihak di daerah asalnya. Kadhafy mengaku mendapat semangat dari teman-teman sekolah hingga pemerintah daerah yang terus memberikan doa dan motivasi selama dirinya mengikuti kompetisi.
"Saya banyak yang dukung di sana, dari Bapak Bupati, terus dari keluarga, temen-temen dari sekolah juga," katanya.
(kpl/far/ums)
Advertisement
