Kapanlagi.com - Paris dengan Menara Eiffel dan Jepang dengan pesona musim sakuranya sudah lama menjadi impian banyak wisatawan. Namun, peta perjalanan dunia terus berkembang. Semakin banyak negara menawarkan pengalaman yang tidak kalah menarik, mulai dari menjelajahi gurun kuno, menyaksikan satwa liar di alam terbuka, hingga menikmati pulau tropis dengan pantai yang masih terasa eksotis.
Laporan UN Tourism menunjukkan bahwa minat perjalanan internasional tetap kuat. Sepanjang Januari hingga September 2025, sejumlah destinasi mencatat pertumbuhan kunjungan yang menonjol, termasuk Brasil, Vietnam, Mesir, Ethiopia, Jepang, Mongolia, dan Maroko. Angka tersebut dapat menjadi petunjuk untuk menemukan destinasi alternatif yang patut dipertimbangkan saat menyusun rencana liburan pada 2026.
Lantas apa saja destinasi wisata dunia yang makin dilirik yang bukan cuma Paris dan Jepang? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Brasil menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam daripada sekadar menikmati kemeriahan Karnaval Rio de Janeiro. Negara terbesar di Amerika Selatan ini memiliki hutan hujan Amazon, pantai tropis, kota bersejarah, hingga kawasan alam dengan bentang lanskap yang terlihat seperti dunia lain.
Salah satu tempat yang menarik perhatian adalah Taman Nasional Lençóis Maranhenses. Kawasan ini terkenal dengan hamparan bukit pasir putih yang diselingi laguna berwarna biru kehijauan pada musim tertentu. Pemandangannya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai fotografi alam dan petualangan.
Pertumbuhan kunjungan internasional Brasil juga tergolong menonjol. UN Tourism melaporkan bahwa kedatangan wisatawan internasional ke negara tersebut meningkat 45 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan momentum kuat pariwisata Brasil, meskipun tidak otomatis menjamin tren serupa sepanjang 2026.
Mesir tetap menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan peninggalan peradaban kuno secara langsung. Piramida Giza, Sphinx, kuil-kuil bersejarah, dan Sungai Nil menawarkan pengalaman perjalanan yang memadukan arkeologi, sejarah, dan kebudayaan.
Selain kawasan piramida, wisatawan dapat menjelajahi Luxor yang dikenal dengan kompleks kuil dan makam kuno. Perjalanan menyusuri Sungai Nil juga memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan masyarakat Mesir serta perkembangan peradaban yang tumbuh di sepanjang sungai tersebut.
UN Tourism mencatat bahwa kunjungan wisatawan internasional ke Mesir meningkat 21 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024. Pembukaan Grand Egyptian Museum pada November 2025 turut menjadi perkembangan penting dalam daya tarik pariwisata negara ini.
Mesir cocok bagi wisatawan yang ingin mengisi liburan dengan pengalaman edukatif sekaligus menikmati lanskap gurun yang khas. Perjalanan sebaiknya direncanakan dengan memperhatikan cuaca, jarak antarkota, dan kondisi keamanan terkini.
Maroko menawarkan perpaduan budaya Afrika Utara, pengaruh Arab dan Amazigh, arsitektur tradisional, serta lanskap yang berubah dari kawasan pegunungan hingga gurun. Karakter tersebut membuat negara ini menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda dari perjalanan ke kota-kota besar Eropa.
Marrakesh menjadi salah satu kota yang banyak menarik perhatian berkat medina atau kota tuanya, pasar tradisional, halaman riad, dan bangunan berornamen khas Maroko. Wisatawan juga dapat mempertimbangkan Fes untuk menjelajahi kawasan bersejarah atau Merzouga sebagai salah satu pintu masuk menuju lanskap bukit pasir Sahara.
Menurut UN Tourism, kedatangan wisatawan internasional ke Maroko meningkat 14 persen sepanjang Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Maroko sebagai salah satu destinasi yang patut diperhatikan dalam perkembangan pariwisata internasional.
Bagi pencinta fotografi, Maroko menawarkan banyak sudut menarik, mulai dari gang medina yang berwarna-warni hingga panorama gurun saat matahari terbit. Wisatawan sebaiknya memperhitungkan perjalanan antarkota karena jarak menuju kawasan gurun cukup jauh dari pusat kota utama.
Vietnam menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati alam, budaya lokal, dan kuliner dalam satu perjalanan. Negara di Asia Tenggara ini memiliki pantai, pegunungan, kota bersejarah, serta kawasan pedesaan dengan persawahan yang membentang di antara perbukitan.
Ha Long Bay merupakan salah satu daya tarik paling terkenal, dengan gugusan batu kapur yang menjulang dari perairan. Sementara itu, Hoi An menawarkan suasana kota tua dengan bangunan bersejarah, lampion, dan kawasan pejalan kaki. Wisatawan yang menyukai udara sejuk dapat mempertimbangkan Sapa, yang dikenal dengan lanskap pegunungan dan teraseringnya.
UN Tourism mencatat pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional ke Vietnam sebesar 21 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024. Pertumbuhan ini menjadikannya salah satu destinasi Asia yang layak masuk daftar rencana perjalanan 2026.
Daya tarik lain Vietnam adalah pilihan kulinernya, mulai dari pho, banh mi, hingga hidangan berbasis mi dan sayuran segar. Perpaduan wisata alam, budaya, dan makanan membuat negara ini cocok bagi wisatawan yang ingin mendapatkan banyak pengalaman dalam satu perjalanan.
Ethiopia menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari gambaran umum tentang perjalanan ke Afrika. Negara di kawasan Tanduk Afrika ini memiliki sejarah panjang, situs keagamaan kuno, dataran tinggi, serta budaya yang berkembang melalui tradisi lokal selama berabad-abad.
Lalibela menjadi salah satu tujuan yang menonjol karena kompleks gereja yang dipahat langsung dari batu. Situs tersebut memperlihatkan keterampilan arsitektur yang luar biasa dan memiliki nilai penting bagi sejarah serta kehidupan spiritual masyarakat setempat. Wisatawan yang tertarik pada alam juga dapat mengenal kawasan dataran tinggi dan bentang alam pegunungan Ethiopia.
Dalam laporan periode Januari–September 2025, UN Tourism mencatat kedatangan wisatawan internasional Ethiopia meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kunjungan yang patut diperhatikan, meski tidak berarti seluruh kawasan di negara tersebut mengalami peningkatan yang sama.
Ethiopia lebih sesuai bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah, budaya, dan perjalanan eksploratif. Sebelum berkunjung, periksa saran perjalanan, kondisi keamanan wilayah, akses transportasi, serta persyaratan masuk yang berlaku.
Mongolia menawarkan suasana yang kontras dengan destinasi perkotaan yang ramai. Negara ini dikenal dengan hamparan stepa yang luas, pegunungan, gurun, serta tradisi masyarakat nomaden yang masih menjadi bagian penting dari identitas budayanya.
Wisatawan dapat menjelajahi Taman Nasional Gorkhi-Terelj untuk menikmati lanskap pegunungan dan padang rumput. Pengalaman menginap di ger, yaitu hunian tradisional berbentuk bundar, juga bisa menjadi cara untuk mengenal kehidupan lokal. Bagi pencinta petualangan, Gurun Gobi menawarkan bentang alam kering dengan formasi batuan dan bukit pasir yang khas.
UN Tourism melaporkan bahwa kunjungan wisatawan internasional ke Mongolia meningkat 16 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menempatkan Mongolia di antara destinasi yang menunjukkan pertumbuhan kunjungan menonjol.
Mongolia cocok untuk wisatawan yang menginginkan perjalanan dengan suasana tenang dan ruang terbuka luas. Namun, musim perjalanan perlu diperhatikan karena kondisi cuaca dapat berubah drastis, sedangkan perjalanan ke daerah terpencil membutuhkan persiapan logistik yang matang.
Afrika Selatan menawarkan pilihan wisata yang luas, mulai dari petualangan melihat satwa liar hingga perjalanan menyusuri kawasan pesisir. Negara ini juga memiliki kota-kota dengan karakter berbeda, kawasan pegunungan, kebun anggur, dan taman nasional yang menjadi daya tarik bagi pencinta alam.
Cape Town merupakan salah satu tujuan yang terkenal berkat Table Mountain, garis pantai, dan pemandangan Samudra Atlantik. Sementara itu, Taman Nasional Kruger dikenal sebagai kawasan konservasi yang memungkinkan wisatawan mengikuti safari untuk mengamati satwa liar di habitat alaminya melalui operator yang berizin.
UN Tourism mencatat kedatangan wisatawan internasional ke Afrika Selatan meningkat 17 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan internasional ke negara tersebut selama periode pelaporan.
Afrika Selatan dapat dipertimbangkan oleh wisatawan yang ingin menggabungkan wisata kota, alam, dan pengalaman safari. Karena jarak antardestinasi bisa cukup jauh, sebaiknya susun rencana perjalanan berdasarkan wilayah agar waktu liburan tidak habis di perjalanan.
Sri Lanka menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang menyukai pantai tropis, situs sejarah, perkebunan teh, dan perjalanan kereta dengan pemandangan pegunungan. Negara kepulauan di Asia Selatan ini memiliki ukuran wilayah yang relatif kecil, tetapi menyimpan banyak variasi pengalaman wisata.
Sigiriya merupakan salah satu tempat yang paling dikenal, berupa benteng batu kuno yang menjulang di tengah kawasan hijau. Di wilayah dataran tinggi, Ella dan Nuwara Eliya menawarkan pemandangan perbukitan, perkebunan teh, serta suasana yang lebih sejuk. Sementara itu, kawasan pesisir memiliki pantai yang dapat menjadi pilihan untuk bersantai.
UN Tourism melaporkan bahwa kedatangan wisatawan internasional ke Sri Lanka meningkat 16 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas perjalanan internasional ke destinasi ini.
Sri Lanka cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata budaya dan alam tanpa harus berpindah negara. Agar perjalanan lebih nyaman, perhatikan musim hujan yang berbeda antara wilayah pesisir dan dataran tinggi serta waktu tempuh di antara kota-kota tujuan.
Bhutan menawarkan pengalaman perjalanan yang berfokus pada lanskap Himalaya, warisan budaya, dan kehidupan spiritual. Negara kecil di Asia Selatan ini dikenal dengan biara di lereng pegunungan, bentang alam hijau, serta arsitektur tradisional yang masih terlihat di banyak bangunannya.
Salah satu ikon Bhutan adalah Paro Taktsang atau Tiger's Nest Monastery, kompleks biara yang menempel pada tebing tinggi. Perjalanan menuju lokasi ini membutuhkan pendakian, tetapi pemandangan pegunungan di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan juga dapat menjelajahi Thimphu dan Punakha untuk melihat kehidupan kota serta bangunan bersejarah.
UN Tourism melaporkan pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional Bhutan sebesar 30 persen hingga November 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024. Angka ini merupakan data periode Januari–November, sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan destinasi yang datanya hanya tersedia sampai September.
Bhutan dapat dipertimbangkan bagi wisatawan yang mencari perjalanan dengan suasana tenang dan pengalaman budaya yang kuat. Sebelum merencanakan kunjungan, pelajari aturan masuk, biaya wisata yang berlaku, kebutuhan pemandu, serta kondisi jalur pendakian.
Guyana mungkin belum sepopuler Brasil atau Argentina di kalangan wisatawan internasional, tetapi negara di pesisir utara Amerika Selatan ini memiliki daya tarik alam yang kuat. Hutan hujan, sungai, kawasan konservasi, dan keanekaragaman hayati menjadi alasan bagi pencinta ekowisata untuk mempertimbangkannya.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Kaieteur Falls, air terjun besar yang berada di tengah kawasan hutan tropis. Perjalanan ke lokasi ini menawarkan pemandangan alam yang berbeda dari destinasi perkotaan maupun pantai populer. Guyana juga memiliki kawasan pedalaman yang menjadi habitat beragam satwa liar.
Dalam data yang dikutip Euronews dari laporan pariwisata internasional, Guyana mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar 24 persen hingga November 2025. Periode pelaporan ini perlu diperhatikan ketika membandingkan pertumbuhan Guyana dengan negara lain.
Guyana lebih cocok bagi wisatawan yang mengutamakan alam dan petualangan daripada hiburan kota. Karena sebagian tujuan berada di wilayah terpencil, perjalanan membutuhkan perencanaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan perlengkapan yang lebih cermat.
Meskipun judul artikel ini mengajak pembaca melihat destinasi di luar Paris dan Jepang, Jepang tetap layak masuk daftar karena daya tariknya tidak terbatas pada Tokyo atau musim sakura. Negara ini memiliki kota bersejarah, jalur pendakian, kawasan pemandian air panas, pulau-pulau kecil, serta tradisi kuliner yang beragam.
Wisatawan yang ingin menjauh dari rute populer dapat mempertimbangkan Kanazawa untuk menikmati distrik bersejarah dan taman tradisional, atau wilayah Tohoku untuk menjelajahi lanskap pegunungan, danau, serta pemandian air panas. Pilihan tersebut dapat memberi pengalaman berbeda dibandingkan perjalanan yang hanya berfokus pada Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Jepang juga termasuk destinasi dengan pertumbuhan kunjungan yang kuat. UN Tourism mencatat kedatangan wisatawan internasional meningkat 18 persen pada Januari–September 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Bagi wisatawan yang sudah pernah mengunjungi Jepang, menjelajahi wilayah yang kurang dikenal dapat menjadi cara untuk memperoleh pengalaman baru. Namun, tetap perhatikan musim, jadwal transportasi, serta kemungkinan kepadatan pengunjung pada periode liburan utama.
Seychelles merupakan negara kepulauan di Samudra Hindia yang dikenal dengan pantai berpasir putih, air laut jernih, dan formasi batu granit yang khas. Suasananya cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat, menikmati pemandangan pesisir, atau menghabiskan waktu untuk aktivitas bahari.
Pulau Mahé menjadi salah satu titik utama untuk mengakses pantai, kawasan alam, dan fasilitas wisata. Sementara itu, Praslin terkenal dengan pantainya serta kawasan Vallée de Mai yang memiliki vegetasi khas. Wisatawan juga dapat mempertimbangkan La Digue untuk menikmati suasana pulau yang lebih santai.
UN Tourism melaporkan bahwa kedatangan wisatawan internasional ke Seychelles meningkat 13 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa destinasi kepulauan ini juga menjadi bagian dari perkembangan pariwisata internasional di luar pusat wisata besar.
Seychelles dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang mengutamakan pantai dan ketenangan. Meski demikian, biaya akomodasi, transportasi antarpulau, serta musim dan kondisi laut sebaiknya diperhitungkan sejak awal agar perjalanan sesuai anggaran.
1. Apa saja destinasi wisata dunia yang makin dilirik pada 2026?
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Brasil, Mesir, Maroko, Vietnam, Ethiopia, Mongolia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Bhutan, Guyana, Jepang, dan Seychelles.
2. Apa sumber data pertumbuhan wisatawan dalam artikel ini?
Sumber utamanya adalah UN Tourism melalui laporan World Tourism Barometer, yang memantau perkembangan kedatangan wisatawan internasional di berbagai negara. Beberapa angka tambahan untuk periode hingga November 2025 merujuk pada laporan yang dikutip Euronews.
3. Apakah destinasi yang mengalami pertumbuhan kunjungan pasti ramai pada 2026?
Tidak. Pertumbuhan kunjungan pada 2025 menunjukkan perkembangan pada periode tersebut, tetapi tidak menjamin tren yang sama pada 2026. Kondisi ekonomi, keamanan, konektivitas penerbangan, dan faktor musiman dapat memengaruhi jumlah wisatawan.
4. Destinasi mana yang cocok untuk wisata alam?
Brasil, Mongolia, Guyana, Afrika Selatan, dan Seychelles menawarkan pengalaman alam yang beragam. Pilihan terbaik bergantung pada aktivitas yang diinginkan, seperti safari, trekking, wisata pantai, atau eksplorasi hutan.
5. Destinasi mana yang cocok untuk wisata sejarah dan budaya?
Mesir, Maroko, Ethiopia, Bhutan, dan Jepang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal situs bersejarah, arsitektur tradisional, dan kebudayaan lokal.
(kpl/iya)