Kapanlagi.com - Musim hujan seringkali menjadi momok bagi pemilik hunian karena genangan air yang membuat akses masuk menjadi kotor dan licin, sehingga Anda memerlukan tips memilih batu koral untuk mengurangi becek di halaman rumah yang tepat dan efektif.
Penggunaan material batuan alami ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup tanah yang solid, tetapi juga mampu menyulap tampilan eksterior menjadi lebih asri dan modern seketika. Untuk memastikan hasilnya maksimal dan tahan lama, kami telah merangkum panduan lengkap berdasarkan riset mendalam dari sumber terpercaya, termasuk standar teknis internasional dan pedoman pemerintah.
Halo KL Lovers, siapa nih yang halaman rumahnya mendadak jadi kubangan lumpur setiap kali hujan deras turun? Selain bikin bete karena alas kaki jadi kotor, halaman yang becek juga bisa memicu pertumbuhan lumut yang bikin suasana rumah jadi suram dan kurang sehat.
Nah, solusi cerdas yang kini sedang tren di kalangan arsitek lanskap adalah penggunaan batu koral atau gravel sebagai material hardscape utama. Bukan sekadar ditabur asal-asalan, pemilihan batu koral yang tepat bisa menjadi sistem drainase alami yang ampuh. Melansir dari Department of Plant Science, Penn State University, penggunaan lapisan batuan dengan spesifikasi tertentu terbukti efektif menjaga permeabilitas tanah dan mencegah genangan air secara signifikan.
Sebelum KL Lovers buru-buru pergi ke toko bangunan, ada baiknya simak dulu detail "tips memilih batu koral untuk mengurangi becek di halaman rumah" berikut ini. Kami juga menyertakan standar teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar halaman rumah kalian tidak hanya cantik dipandang mata, tapi juga fungsional dan awet bertahun-tahun. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Advertisement
Poin pertama yang paling krusial adalah pemilihan ukuran fisik batu koral. Untuk area yang sering diinjak atau menjadi jalur jalan kaki (pathway), hindari batu koral yang terlalu besar atau yang permukaannya terlalu tajam.
Banyak orang awam melakukan kesalahan fatal dengan langsung menaburkan batu koral di atas tanah liat atau tanah merah. Akibatnya, batu akan "tenggelam" ke dalam lumpur saat hujan dan halaman kembali becek dalam hitungan bulan.
Seberapa tebal batu koral harus ditabur agar efektif menyerap air? Jangan terlalu tipis, tapi juga jangan terlalu tebal hingga membuat kaki terperosok.
Batu koral memang berpori, tetapi jika tanah di bawahnya cekung, air tetap akan menggenang di dasar batuan dan memicu bau tidak sedap.
Warna batu koral tidak mempengaruhi daya serap air, namun sangat berpengaruh pada "mood" halaman dan usaha perawatannya.
Agar investasi tips memilih batu koral untuk mengurangi becek di halaman rumah ini tidak sia-sia, perawatan berkala tetap diperlukan. Meskipun batu koral mengurangi becek, debu dan guguran daun tetap bisa menumpuk di sela-sela batu.
A: Tidak disarankan. Sebaiknya gunakan lapisan geotextile atau minimal paranet di antara tanah dan batu agar batu tidak amblas ke dalam tanah saat hujan lebat.
A: Batu koral sikat atau batu kerikil sungai yang bertekstur alami (tidak dipoles mengkilap) umumnya lebih kesat dan aman untuk dipijak saat basah.
A: Biaya bervariasi tergantung jenis batu, namun estimasi kasarnya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per meter persegi (material saja, belum termasuk jasa dan geotextile).
A: Anda bisa merendam batu tersebut dalam larutan kaporit atau pemutih pakaian selama beberapa jam, lalu sikat dan bilas hingga bersih kembali.
A: Batu koral menyerap panas matahari, namun tidak memantulkannya sekuat cor beton. Untuk menguranginya, kombinasikan dengan tanaman hijau di sekitarnya.
(kpl/ibr)