Kapanlagi.com - Menanam sayuran di rumah bisa dilakukan meski Anda tinggal di kontrakan dengan teras yang terbatas. Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah hidroponik, yaitu metode menanam tanaman menggunakan air bernutrisi sebagai pengganti tanah.
Namun, membuat hidroponik di teras kontrakan perlu diperhitungkan. Sebab, air siraman yang menggenang, kebocoran wadah, hingga rangka instalasi yang bergeser berulang kali berisiko meninggalkan noda atau goresan di sekitar tempat tinggal dan justru bisa mengurangi kenyamanan.
Sebagai solusinya, terdapat beberapa cara membuat hidroponik di teras kontrakan tanpa harus merusak lantai. Bagaimana langkahnya? Simak selengkapnya, dihadirkan KapanLagi, Rabu (28/10).
Advertisement
Cara pertama adalah memilih sistem hidroponik yang tidak memerlukan pengeboran lantai atau pemasangan rangka pada dinding. Anda bisa memanfaatkan wadah plastik bertutup, ember khusus tanaman, atau kotak penyimpanan yang aman untuk menampung air. Sistem ini cocok untuk penghuni kontrakan karena bisa dipindahkan ketika teras perlu dibersihkan atau saat masa sewa berakhir.
Salah satu pilihan yang mudah diterapkan adalah sistem sumbu atau wick system. Metode ini memanfaatkan kain atau tali berserat sebagai penghubung air bernutrisi dari wadah penampung menuju media tanam. Anda tidak perlu menggunakan pompa listrik sehingga instalasinya relatif sederhana dan jumlah komponen yang berpotensi mengalami kebocoran lebih sedikit.
Selain sistem sumbu, Anda bisa mencoba metode Kratky yang menggunakan wadah berisi larutan nutrisi tanpa sirkulasi pompa. Metode ini cocok untuk tanaman daun dengan kebutuhan ruang terbatas. Pastikan wadah mampu menampung larutan nutrisi dan menyediakan ruang udara yang cukup bagi akar tanaman untuk tumbuh.
Lantai teras kontrakan perlu dilindungi dari tetesan air, larutan nutrisi, dan kelembapan yang tertahan terlalu lama. Untuk mengantisipasinya, letakkan instalasi hidroponik di atas baki plastik lebar yang memiliki bibir penahan air. Pilih ukuran yang cukup untuk menampung tetesan dari seluruh bagian wadah agar air tidak langsung menyentuh keramik atau permukaan semen.
Jika menggunakan rak hidroponik, tempatkan seluruh kaki rak di atas alas pelindung yang tahan air. Anda juga bisa memakai tatakan plastik tebal pada setiap kaki rak untuk mengurangi gesekan saat instalasi bergeser. Hindari menggunakan karton atau kain biasa sebagai lapisan utama karena bahan tersebut dapat menyerap air dan membuat lantai tetap lembap.
Periksa kondisi alas secara berkala, terutama setelah menambahkan air atau memindahkan tanaman. Segera kosongkan baki apabila air mulai terkumpul dan lap bagian lantai yang basah. Perlindungan ini membantu mengurangi risiko genangan dan noda, tetapi tetap perlu disertai pemeriksaan wadah agar kebocoran tidak dibiarkan terlalu lama.
Rak portabel bisa menjadi pilihan bagi penghuni kontrakan yang ingin menanam beberapa jenis sayuran tanpa mengubah bangunan. Pilih rak berdiri sendiri yang memiliki kaki kokoh, sambungan kuat, dan ukuran sesuai dengan luas teras. Rak berbahan plastik atau logam tahan karat dapat dipertimbangkan, asalkan mampu menopang berat wadah, tanaman, dan air saat instalasi terisi penuh.
Sebelum menempatkan rak, ukur lebar teras dan sisakan jalur untuk berjalan serta membuka pintu. Jangan memenuhi seluruh permukaan lantai dengan instalasi karena Anda tetap membutuhkan ruang untuk mengisi air, memeriksa tanaman, dan membersihkan area. Untuk teras sempit, rak dua atau tiga tingkat bisa membantu memanfaatkan ruang vertikal tanpa memperlebar area tanam.
Pastikan rak berada di permukaan datar dan tidak mudah bergoyang ketika disentuh. Hindari menyandarkannya pada pagar atau dinding apabila pemilik kontrakan tidak mengizinkan perubahan bangunan. Jika rak memiliki roda, gunakan pengunci saat instalasi sudah berada di posisi yang diinginkan agar tidak bergeser ketika terkena angin atau tersenggol penghuni rumah.
Wadah menjadi bagian penting dalam hidroponik karena berfungsi menampung air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pilih wadah yang tidak retak, tidak mudah berubah bentuk, serta memiliki tutup untuk menyangga net pot atau tempat tanaman. Wadah berbahan plastik yang aman untuk penggunaan terkait pangan lebih disarankan daripada menggunakan kemasan bekas yang tidak diketahui bahan kimianya.
Wadah berwarna gelap atau tidak tembus cahaya juga membantu membatasi masuknya cahaya ke larutan nutrisi. Tutup wadah membantu mengurangi risiko air terciprat ketika tanaman disentuh atau instalasi diperiksa. Pastikan lubang pada tutup dibuat sesuai ukuran net pot agar tanaman dapat berdiri dengan stabil tanpa membuat wadah mudah bergeser.
Sebelum digunakan, periksa tutup, sambungan, dan bagian dasar wadah untuk memastikan tidak ada kebocoran. Isi air secukupnya lalu diamkan di area yang aman untuk melihat apakah ada rembesan. Jangan langsung menempatkan wadah di atas lantai teras sebelum pemeriksaan selesai. Setelah itu, letakkan wadah di atas baki penampung agar lantai tetap terlindungi jika kebocoran muncul saat instalasi digunakan.
Untuk tahap awal, pilih tanaman yang relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan ruang tumbuh terlalu luas. Selada, pakcoy, kangkung, dan beberapa jenis sawi bisa dipertimbangkan untuk hidroponik rumahan. Tanaman daun juga cocok untuk penghuni kontrakan yang ingin memanen sayuran sendiri tanpa menyediakan lahan besar di depan rumah.
Sesuaikan jumlah tanaman dengan kapasitas wadah dan ukuran instalasi. Menempatkan terlalu banyak bibit dalam satu wadah bisa membuat tanaman saling menaungi dan menyulitkan perawatan. Berikan jarak yang cukup agar daun memperoleh cahaya dan sirkulasi udara, sekaligus memudahkan Anda memeriksa kondisi akar serta menambahkan larutan nutrisi.
Pastikan teras memperoleh cahaya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Teras yang terkena matahari langsung sepanjang hari mungkin memerlukan perlindungan pada waktu tertentu, sedangkan teras yang teduh perlu dipilih dengan lebih cermat agar tanaman tetap mendapatkan cahaya cukup. Hindari meletakkan instalasi di jalur keluar-masuk atau tempat yang sering terkena benturan karena wadah berisi air dapat bergeser dan tumpah.
Salah satu kelebihan hidroponik adalah kebutuhan air bisa dikelola melalui wadah penampung, sehingga Anda tidak perlu menyiram tanaman sampai air mengalir ke lantai. Gunakan larutan nutrisi khusus hidroponik sesuai petunjuk pada kemasan dan takaran yang dianjurkan untuk jenis tanaman. Hindari menambahkan pupuk secara berlebihan karena konsentrasi nutrisi yang tidak sesuai dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Untuk sistem sumbu atau Kratky, periksa ketinggian larutan secara rutin dan tambahkan air ketika diperlukan. Pada sistem yang menggunakan pompa, pastikan selang terpasang dengan baik serta aliran air kembali menuju wadah penampung tanpa menetes ke lantai. Periksa juga sambungan selang setelah pompa dinyalakan agar kebocoran bisa segera diketahui.
Lakukan pengisian air secara perlahan menggunakan gelas ukur atau corong agar tidak meluber. Sediakan lap dan wadah kecil untuk menampung sisa larutan ketika membersihkan instalasi. Hindari membuang larutan nutrisi secara berlebihan ke lingkungan atau saluran air. Jika larutan masih sesuai untuk tanaman, Anda bisa menggunakannya kembali dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan nutrisi tanaman.
Meskipun sistem hidroponik menggunakan wadah penampung air, kebocoran tetap bisa terjadi akibat wadah retak, sambungan longgar, atau air yang tumpah saat perawatan. Karena itu, periksa bagian dasar wadah, sambungan selang, dan baki penampung secara berkala. Pemeriksaan sederhana ini membantu mendeteksi masalah sebelum air menyebar ke permukaan lantai.
Bersihkan lantai menggunakan kain lembap yang kemudian dikeringkan, terutama pada bagian yang berada tepat di bawah instalasi. Jangan membiarkan air tertahan di sela keramik atau di bawah alas pelindung dalam waktu lama. Jika menggunakan alas karet atau plastik, angkat sesekali untuk memastikan bagian bawahnya kering dan tidak menahan kotoran.
Sebelum masa sewa berakhir, pindahkan rak dan seluruh wadah ke tempat lain untuk memeriksa kondisi lantai secara menyeluruh. Bersihkan noda yang muncul dan pastikan tidak ada bagian yang tergores akibat pergeseran rak. Dengan perawatan berkala dan instalasi yang mudah dibongkar, hidroponik di teras kontrakan bisa menjadi kegiatan berkebun yang praktis tanpa perlu meninggalkan perubahan permanen pada bangunan.
Anda bisa menggunakan wadah plastik bertutup, net pot, kain sumbu, dan larutan nutrisi hidroponik. Pilih sistem tanpa pompa seperti sistem sumbu atau Kratky agar instalasi mudah dipindahkan dan tidak memerlukan banyak peralatan.
Hidroponik tidak harus merusak lantai, tetapi kebocoran, genangan air, dan gesekan kaki rak bisa menyebabkan noda atau goresan. Gunakan baki penampung, alas tahan air, serta rak yang stabil untuk mengurangi risiko tersebut.
Selada, pakcoy, kangkung, dan sawi bisa menjadi pilihan karena cocok ditanam dalam sistem hidroponik sederhana. Sesuaikan jenis tanaman dengan ukuran wadah, kebutuhan cahaya, dan ruang yang tersedia.
Tidak selalu. Sistem sumbu dan metode Kratky bisa digunakan tanpa pompa listrik. Namun, sistem hidroponik yang mengalirkan larutan nutrisi secara terus-menerus biasanya memerlukan pompa untuk menggerakkan air.
Gunakan wadah yang tidak bocor, baki penampung di bawah instalasi, dan sistem pengisian air yang tidak meluber. Periksa sambungan selang secara berkala jika menggunakan pompa, serta segera bersihkan air yang tumpah.
(kpl/rul)