6 Tips Memilih Media Tanam Agar Akar Tanaman Tidak Membusuk Saat Musim Hujan, Wajib Tahu

Tips Memilih Media Tanam. (AI Generated)
Kapanlagi.com - Memasuki akhir tahun, cuaca yang tadinya terik kini mulai rutin diguyur oleh hujan deras yang awet. Bagi KLovers yang hobi berkebun, momen ini sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri terhadap koleksi tanaman hias kesayangan di halaman. Oleh karena itu, menerapkan tips memilih media tanam agar akar tanaman tidak membusuk saat musim hujan menjadi langkah preventif yang pantang untuk dilewatkan.
Secara botani, guyuran air yang turun terus-menerus akan membuat tanah di dalam pot menjadi sangat jenuh, berat, dan padat. Kondisi media yang selalu basah kuyup ini akan menutup seluruh rongga sirkulasi udara, sehingga sistem perakaran kesulitan bernapas dan mengalami kekurangan oksigen. Alhasil, bakteri pembusuk dan spora jamur patogen akan dengan mudah menyerang jaringan akar yang melemah tersebut.
KLovers tentu tidak ingin melihat tanaman indoor maupun outdoor kesayangannya tiba-tiba layu, menguning, dan mati mendadak hanya karena salah meracik tanah, bukan? Untungnya, masalah fatal ini bisa dicegah dengan merombak tingkat porositas media sebelum cuaca menjadi semakin ekstrem. Yuk, intip enam panduan cerdas meracik tempat tumbuh tanaman yang aman dan anti-busuk berikut ini, dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/10/2026).
Advertisement
1. Kurangi Porsi Tanah Liat dalam Campuran

Banyak pemula yang hanya menggunakan tanah pekarangan biasa untuk mengisi pot tanamannya tanpa campuran apa pun. Padahal, tanah liat atau tanah merah memiliki karakter yang sangat mengikat air dan mudah menggumpal menjadi keras saat terguyur hujan secara terus-menerus.
Untuk menyiasatinya, KLovers harus mengurangi takaran tanah murni ini menjadi maksimal 30 persen saja dari total keseluruhan media tanam. Tanah tetap dibutuhkan sebagai pegangan akar dan sumber hara dasar, namun porsinya tidak boleh mendominasi agar sisa air hujan tidak terjebak lama di dasar pot.
2. Perbanyak Penggunaan Sekam Bakar

Sekam bakar atau arang sekam padi adalah primadona sejati bagi para pecinta tanaman saat musim penghujan tiba. Bentuknya yang berongga dan tidak mudah hancur menjadikannya agen porositas terbaik untuk menciptakan celah udara (aerasi) yang lega di sela-sela akar.
Selain mencegah genangan air, sekam bakar juga bersifat steril karena telah melewati proses pembakaran bersuhu tinggi. Sifat steril ini sangat ampuh menekan laju pertumbuhan jamur patogen dan bakteri penyebab busuk akar yang biasanya subur di cuaca lembap bersuhu dingin.
3. Tambahkan Ekstra Pasir Malang atau Perlite

Jika KLovers menanam jenis flora yang sangat membenci kelembapan tinggi seperti Aglaonema, Kaktus, atau Monstera, penambahan pasir malang adalah sebuah kewajiban. Butiran pasir vulkanik ini bertekstur kasar, tajam, dan tidak bisa menyerap air sama sekali.
Sebagai alternatif yang lebih ringan dan estetik, KLovers juga bisa mencampurkan perlite (batu kaca vulkanik putih) ke dalam racikan pot. Keduanya berfungsi sempurna sebagai jalur tol atau drainase kilat yang akan langsung membuang limpasan air hujan keluar dari lubang bawah pot.
4. Kurangi Penggunaan Cocopeat (Sabut Kelapa)

Cocopeat atau serbuk sabut kelapa memang sangat bagus digunakan pada musim kemarau karena kemampuannya menahan air bagaikan spons raksasa. Namun, sifat mengikat air ini justru akan menjadi bumerang pembawa petaka jika digunakan secara berlebihan saat musim hujan.
Media yang didominasi cocopeat akan terus dalam keadaan basah kuyup selama berhari-hari karena tidak ada sinar matahari yang menguapkannya. Sebaiknya, kurangi drastis porsi sabut kelapa ini atau singkirkan sama sekali sementara waktu hingga musim panas kembali menyapa taman KLovers.
5. Beri Lapisan Arang Kayu di Dasar Pot

Sebuah trik klasik namun sangat teruji secara ilmiah adalah meletakkan bongkahan arang kayu di sepertiga bagian paling bawah pot. Sebelum memasukkan campuran tanah, susun rapi arang kayu kasar untuk mengganjal lubang pembuangan agar tidak tersumbat oleh lumpur tanah.
Tidak hanya melancarkan arus drainase pembuangan air, arang kayu secara alami memiliki karbon aktif yang bertindak sebagai filter penyerap racun. Keberadaannya mampu menetralisir zat asam berlebih yang dibawa oleh rintik air hujan, sehingga pH tanah tetap seimbang dan akar terbebas dari stres.
6. Pastikan Drainase Pot Bekerja Maksimal

Racikan media tanam yang sudah berongga dan sangat poros (porous) akan menjadi percuma jika wadah yang KLovers gunakan tidak memiliki saluran pembuangan yang mumpuni. Jangan pernah menggunakan pot buntu (tanpa lubang) untuk tanaman yang diletakkan di teras atau pekarangan terbuka.
Periksa kembali bagian bawah pot, jika jumlah lubangnya terlalu sedikit, jangan ragu untuk melubanginya lagi menggunakan paku atau solder panas. Pastikan juga alas pot tidak menempel langsung secara rata dengan lantai teras; gunakan rak besi atau tatakan paving agar air hujan benar-benar bisa menetes jatuh dengan lancar.
7. Pertanyaan Umum Seputar Tips Memilih Media Tanam
Mengapa akar tanaman sangat mudah membusuk saat musim hujan? Curah hujan tinggi membuat media tanam tergenang air, sehingga memotong pasokan oksigen ke akar. Kondisi minim oksigen (anaerob) ini memicu berkembang biaknya jamur dan bakteri pembusuk dengan sangat cepat.
Apakah campuran sekam mentah aman digunakan saat musim hujan? Sebaiknya dihindari. Sekam mentah mudah membusuk dan mengundang hama seperti kutu tanah atau cacing pita saat basah. Sekam bakar jauh lebih steril dan aman.
Berapa perbandingan racikan media tanam yang pas agar air cepat turun? KLovers bisa menggunakan perbandingan 1 bagian tanah, 2 bagian sekam bakar, dan 1 bagian pasir malang (1:2:1) agar drainase pot sangat poros dan air langsung mengalir.
Bagaimana tanda fisik tanaman yang akarnya mulai membusuk? Tanda awalnya adalah daun bagian bawah mulai menguning pucat, batang bawah terasa lunak saat dipencet, layu meskipun tanah basah, dan terkadang mengeluarkan aroma tanah yang tidak sedap.
Bolehkah memberikan pupuk NPK saat musim hujan sering turun? Tunda dulu penggunaan pupuk kimia yang mengundang tunas baru (kadar N tinggi) karena tanaman rentan infeksi. Biarkan air hujan alami yang mengandung nitrogen menyelesaikan tugasnya.
(kpl/rao)
Advertisement












































