Kapanlagi.com - KLovers, pare menjadi salah satu tanaman sayuran yang cocok ditanam di pekarangan rumah karena dapat tumbuh merambat dan menghasilkan buah yang bisa dipanen berkali-kali. Namun, tanaman pare terkadang tumbuh subur dengan daun lebat, tetapi bunganya sedikit atau buahnya tidak kunjung muncul. Karena itu, memahami cara membuat pare cepat berbunga dan berbuah penting agar tanaman tumbuh produktif dan perawatannya lebih efektif.
Pare (Momordica charantia) termasuk keluarga tanaman labu-labuan yang menyukai cuaca hangat, sinar matahari, dan media tanam subur. Tanaman ini dapat ditanam langsung di tanah maupun menggunakan pot berukuran cukup besar. Dengan kondisi tumbuh yang sesuai, pare dapat merambat dengan cepat dan mulai menghasilkan bunga serta buah dalam beberapa bulan.
Kunci keberhasilannya bukan sekadar memberikan pupuk sebanyak-banyaknya. Pemilihan benih, kecukupan cahaya, penyiraman, keseimbangan nutrisi, pemangkasan, dan proses penyerbukan juga menentukan produktivitas tanaman. Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan agar pare lebih cepat berbunga dan menghasilkan buah, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Langkah pertama dalam cara membuat pare cepat berbunga dan berbuah adalah memulai penanaman dari benih yang berkualitas. Benih yang sehat berpeluang menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan lebih kuat sehingga mampu membentuk batang, daun, dan bunga secara optimal.
Pilih benih dari buah pare yang sudah matang sempurna atau gunakan benih kemasan dari penjual tepercaya. Jika mengambil benih sendiri, pilih buah yang sehat, tidak terserang penyakit, dan telah mencapai kematangan penuh. Benih dari buah yang masih terlalu muda belum tentu memiliki daya kecambah yang baik.
Kulit benih pare relatif keras sehingga proses perkecambahannya dapat berlangsung lebih lambat. Artikel berkebun The Woks of Life, melalui panduan How to Grow Bitter Melon, menyarankan perendaman benih semalaman menggunakan air hangat untuk membantu proses perkecambahan. Setelah itu, benih dapat ditanam dalam pot kecil atau wadah persemaian dengan media yang lembap.
Menurut panduan Bitter Gourd dari National Parks Board Singapore (NParks), benih pare umumnya mulai berkecambah dalam waktu sekitar dua minggu. Bibit dapat dipindahkan ke tempat penanaman ketika cukup kuat. Lindungi bibit muda dari siput, bekicot, atau gangguan lain yang dapat merusak batangnya.
Media tanam juga perlu diperhatikan sejak awal. Pare membutuhkan tanah subur yang mampu menahan kelembapan tanpa membuat air menggenang. Campuran tanah, kompos matang, dan bahan yang membantu memperbaiki drainase, seperti sekam bakar, dapat digunakan untuk menyiapkan media tanam.
Jika ditanam di pot, pilih wadah dengan lubang drainase yang baik dan kedalaman sekitar 30 cm atau lebih. NParks menjelaskan bahwa pare masih dapat tumbuh dalam wadah yang lebih dangkal, tetapi pertumbuhannya cenderung lebih lambat dan hasil buahnya lebih sedikit.
Pare termasuk tanaman merambat yang menyukai kondisi hangat dan lembap. Untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah, letakkan tanaman di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya enam jam sehari.
National Parks Board Singapore menyebutkan bahwa pare dapat tumbuh dengan paparan matahari langsung selama empat hingga lima jam apabila masih memperoleh cahaya tidak langsung setidaknya enam jam. Namun, hasil buahnya berpotensi lebih sedikit dibandingkan tanaman yang mendapatkan sinar matahari langsung lebih lama.
Oleh karena itu, hindari menempatkan pare di sudut pekarangan yang terlalu teduh atau di bawah naungan tanaman lain yang lebat. Kekurangan cahaya dapat membuat batang tumbuh memanjang, daun mendominasi, dan produksi bunga maupun buah kurang optimal.
Di daerah tropis seperti Indonesia, pare umumnya cocok ditanam di tempat terbuka yang hangat. Meskipun demikian, perhatikan kondisi tanaman ketika cuaca sangat terik. Daun yang layu pada siang hari dapat menandakan tanaman mengalami stres akibat panas atau kekurangan air.
Pare membutuhkan air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan batang dan pembentukan buah. University of California Agriculture and Natural Resources (UC ANR), melalui panduan Bitter Melon, menjelaskan bahwa tanaman ini membutuhkan banyak air dan dapat tumbuh pada beragam jenis tanah selama drainasenya baik.
Siram tanaman ketika lapisan atas media mulai mengering. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan cuaca, ukuran pot, dan kondisi tanah. Tanaman dalam pot kecil biasanya lebih cepat kehilangan kelembapan dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di tanah.
Hindari menyiram secara berlebihan hingga air terus menggenang di sekitar akar. Media yang terlalu basah dapat menghambat pertumbuhan akar dan meningkatkan risiko pembusukan. Sebaliknya, tanah yang terlalu kering berulang kali dapat mengganggu pertumbuhan dan pembentukan buah.
Untuk membantu mempertahankan kelembapan, tutupi permukaan tanah dengan mulsa organik, seperti jerami kering atau daun kering yang bersih. Sisakan sedikit ruang di sekitar pangkal batang agar bagian tersebut tidak terus-menerus lembap.
Sebagai tanaman merambat, pare membutuhkan tempat untuk menjalar. Gunakan para-para, teralis, atau rangka bambu yang kuat agar batang dapat tumbuh teratur dan buah tidak menyentuh tanah.
Panduan UC ANR menjelaskan bahwa sulur pare dapat tumbuh lebih dari 3,6 meter sehingga memerlukan penyangga. Rangka yang kokoh juga penting karena beban tanaman bertambah ketika daun dan buah semakin banyak.
Arahkan sulur muda ke rambatan secara perlahan. Pertumbuhan yang tertata membuat tanaman lebih mudah dirawat, memudahkan pemeriksaan bunga, serta membantu sinar matahari dan udara menjangkau bagian tanaman secara lebih merata.
Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam cara membuat pare cepat berbunga dan berbuah. Namun, jenis dan jumlah pupuk perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pupuk yang diberikan secara berlebihan tidak selalu membuat pare lebih produktif.
Pada fase awal, tanaman membutuhkan nutrisi untuk membentuk akar, batang, dan daun. Setelah tanaman tumbuh kuat, kebutuhan nutrisi untuk mendukung pembungaan dan pembentukan buah perlu diperhatikan.
National Parks Board Singapore menyarankan penggunaan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang relatif tinggi untuk membantu mendorong pertumbuhan bunga dan buah pare. Fosfor berperan dalam berbagai proses metabolisme dan perkembangan akar, sedangkan kalium mendukung pengaturan air serta sejumlah proses penting dalam pertumbuhan tanaman.
Pilih pupuk yang memang sesuai untuk tanaman sayuran berbuah, lalu ikuti dosis dan petunjuk pemakaian pada kemasan. Jangan menganggap semakin tinggi konsentrasi pupuk, semakin cepat tanaman menghasilkan buah.
Nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan daun dan batang. Akan tetapi, pemberian nitrogen yang terlalu banyak, terutama ketika tanaman sudah tumbuh subur, dapat mendorong pertumbuhan vegetatif berlebihan sehingga tanaman tampak rimbun tanpa diikuti pembungaan yang seimbang.
Jika pare memiliki daun hijau lebat dan batang panjang, tetapi bunganya sedikit, evaluasi kembali pemupukan dan kondisi cahaya. Jangan langsung menambahkan pupuk nitrogen hanya karena tanaman terlihat besar.
Gunakan kompos matang untuk membantu menjaga kesuburan media, kemudian lengkapi dengan pupuk yang kandungannya sesuai kebutuhan tanaman. Panduan The Woks of Life juga menekankan pentingnya tanah subur yang diperkaya bahan organik untuk menunjang pertumbuhan pare.
NParks menyarankan pemupukan secara berkala, sekitar sebulan sekali setelah tanaman mulai berbunga, untuk mendukung produksi buah yang lebih baik. Frekuensi tersebut dapat dijadikan acuan, tetapi tetap sesuaikan dengan jenis pupuk, kondisi media, dan petunjuk produk.
Jika menggunakan pupuk cair, perhatikan konsentrasi yang dianjurkan. Sementara itu, pupuk padat sebaiknya diberikan dengan cara dan jarak yang sesuai agar tidak langsung mengenai batang atau merusak akar.
Setelah pemupukan, amati perubahan pada tanaman selama beberapa waktu. Pertumbuhan daun yang sehat, batang yang kuat, serta munculnya bunga menjadi petunjuk bahwa kondisi tanaman perlu terus dipantau. Apabila daun menguning, ujung daun mengering, atau tanaman justru layu setelah pemupukan, periksa kemungkinan kelebihan pupuk atau masalah penyiraman.
Tanaman pare dapat menghasilkan sulur panjang dan daun yang lebat. Jika pertumbuhannya tidak teratur, sebagian daun bisa saling menutupi sehingga sirkulasi udara dan penyebaran cahaya menjadi kurang baik.
National Parks Board Singapore menyarankan pemangkasan secara berkala dengan membuang daun serta sulur yang mati. Langkah ini membantu meningkatkan ventilasi dan memungkinkan cahaya menjangkau lebih banyak bagian tanaman.
Pemangkasan juga dapat dipertimbangkan ketika pare terlalu rimbun, tetapi menghasilkan sedikit buah. The Woks of Life menjelaskan bahwa sebagian pekebun memangkas pare untuk mengalihkan sebagian energi pertumbuhan dari sulur dan daun menuju produksi buah. Meski demikian, pemangkasan bukan keharusan karena pare juga dapat berbuah tanpa pemangkasan rutin.
Lakukan pemangkasan secara selektif. Dahulukan daun yang menguning, kering, rusak, atau menunjukkan gejala penyakit. Jika sulur tumbuh terlalu rapat, kurangi bagian tertentu agar tanaman tidak saling menutupi.
Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam. Hindari memotong terlalu banyak daun sehat sekaligus karena daun tetap diperlukan untuk fotosintesis, yaitu proses tanaman menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.
Perlu diperhatikan bahwa pemangkasan tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar tanaman. Jika pare kurang berbunga karena minim sinar matahari, kekurangan nutrisi, atau mengalami gangguan akar, masalah tersebut harus ditangani terlebih dahulu.
Pare yang berbunga belum tentu langsung menghasilkan buah. Tanaman ini memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah. Agar buah terbentuk, serbuk sari dari bunga jantan harus berpindah ke bunga betina melalui proses penyerbukan.
Menurut National Parks Board Singapore, tanaman pare termasuk kelompok tanaman labu-labuan yang umumnya dibantu serangga penyerbuk, seperti lebah. Karena itu, keberadaan bunga saja belum menjamin tanaman akan menghasilkan buah apabila penyerbukan tidak berlangsung dengan baik.
Bunga betina dapat dikenali dari adanya bakal buah kecil menyerupai pare mini tepat di belakang mahkota bunga. Sementara itu, bunga jantan tumbuh pada tangkai yang lebih ramping tanpa bakal buah di pangkalnya.
Jika bunga pare banyak bermunculan tetapi tidak diikuti pembentukan buah, periksa apakah bunga jantan dan betina muncul bersamaan. Pada tanaman keluarga labu-labuan, bunga jantan umumnya muncul lebih dahulu daripada bunga betina. Karena itu, tanaman yang masih muda mungkin sudah berbunga, tetapi belum siap menghasilkan buah.
NParks menyarankan menanam setidaknya tiga tanaman pare di area yang sama untuk membantu memastikan ketersediaan bunga jantan dan betina. Cara ini dapat meningkatkan peluang penyerbukan, meskipun jumlah tanaman bukan jaminan mutlak keberhasilan berbuah.
Jika lahan terbatas, beberapa tanaman dapat ditanam dalam wadah terpisah yang diletakkan berdekatan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan ruang dan rambatan. Pastikan setiap tanaman memperoleh cahaya serta sirkulasi udara yang memadai.
Menanam tanaman berbunga yang menarik lebah juga dapat membantu mendukung aktivitas penyerbuk di pekarangan. Hindari penggunaan insektisida secara sembarangan, terutama ketika bunga sedang mekar dan serangga penyerbuk aktif berkunjung.
Jika tanaman sudah memiliki bunga jantan dan betina, tetapi buah tetap sulit terbentuk, penyerbukan manual bisa dicoba. Caranya, gunakan kuas kecil yang bersih untuk mengambil serbuk sari dari bunga jantan, kemudian sapukan perlahan ke bagian tengah bunga betina.
Lakukan pada bunga yang sedang mekar dan hindari merusak mahkotanya. Penyerbukan manual dapat membantu ketika jumlah lebah sedikit atau tanaman ditanam di area tertutup.
Setelah penyerbukan berhasil, bakal buah biasanya mulai membesar. Jika bakal buah menguning, mengerut, atau gugur, periksa kondisi air, nutrisi, suhu, dan kemungkinan gangguan pada bunga. Jangan langsung menyimpulkan bahwa tanaman kekurangan pupuk karena kegagalan pembentukan buah juga dapat berkaitan dengan penyerbukan dan stres lingkungan.
Pare yang sehat memiliki peluang lebih baik untuk berbunga dan menghasilkan buah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, periksa daun, batang, bunga, dan bakal buah secara rutin untuk mengetahui masalah sejak awal.
National Parks Board Singapore menyebutkan bahwa kutu daun, kutu putih, kutu kebul, dan tungau laba-laba dapat menyerang pare, terutama ketika tanaman mengalami masalah mendasar seperti layu berulang akibat tekanan panas.
Perhatikan bagian bawah daun karena beberapa hama berukuran kecil dan sulit terlihat dari atas. Daun yang menggulung, muncul bercak, menguning, atau tampak memiliki lapisan tidak biasa perlu diperiksa lebih lanjut.
Jika serangan masih ringan, singkirkan bagian yang terinfeksi dan bersihkan hama secara mekanis. Buang daun sakit dari area penanaman agar gangguan tidak mudah menyebar. Jika menggunakan pestisida, pilih produk yang sesuai untuk tanaman pangan dan ikuti petunjuk label, termasuk ketentuan waktu tunggu sebelum panen.
Kelembapan tinggi dan hujan berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko penyakit pada daun. Panduan The Woks of Life menyebutkan bahwa pemangkasan daun tertentu untuk memperbaiki sirkulasi udara dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung penyakit embun bulu.
Selain itu, buah pare yang sedang berkembang perlu dilindungi dari lalat buah. NParks menyarankan pembungkusan buah menggunakan jaring setelah bunga selesai mekar dan bakal buah mulai berkembang. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat hama serta gangguan dari hewan yang memakan buah.
Jangan lupa menjaga drainase tetap baik dan menghindari penyiraman berlebihan. Tanaman yang sehat tidak hanya membutuhkan nutrisi, tetapi juga akar yang berfungsi dengan baik, kelembapan seimbang, dan lingkungan tumbuh yang mendukung.
Perawatan yang tepat perlu diikuti dengan pemanenan pada waktu yang sesuai. Pare biasanya dipanen ketika buah masih muda, berwarna hijau, berbentuk penuh, dan terasa keras saat disentuh. Jangan menunggu hingga kulitnya menguning atau berubah menjadi jingga jika tujuan penanaman adalah untuk konsumsi sehari-hari.
University of California Agriculture and Natural Resources menjelaskan bahwa waktu kematangan pare bergantung pada varietas, dengan kisaran sekitar 50–70 hari setelah benih ditanam. Sementara itu, panduan NParks memperkirakan panen pertama dapat berlangsung sekitar empat bulan setelah penanaman benih. Perbedaan ini menunjukkan bahwa waktu panen dipengaruhi oleh varietas, kondisi lingkungan, serta cara menghitung tahapan pertumbuhan.
Petik buah secara berkala ketika ukurannya sudah sesuai dengan karakter varietasnya. The Woks of Life menyebutkan bahwa pare dapat menghasilkan panen berulang ketika mendapatkan cuaca hangat dan tanah subur. UC ANR juga menyarankan panen buah secara rutin agar tanaman terus berproduksi.
Gunakan tangan dengan hati-hati atau gunting bersih agar tangkai dan sulur tidak rusak. Hindari membiarkan buah terlalu lama di tanaman hingga menguning, melunak, dan matang berlebihan, kecuali jika memang ingin mengambil benih.
Buah yang matang berlebihan dapat berubah warna menjadi jingga dan membuka bagian bawahnya untuk melepaskan biji. Untuk konsumsi, pilih buah yang masih hijau dan kokoh.
Dengan pemanenan yang teratur, tanaman dapat terus menghasilkan buah selama kondisi pertumbuhannya mendukung. Namun, produktivitas akan menurun seiring bertambahnya usia tanaman, sehingga perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi sulur dan daun.
Waktunya bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, dan perawatan. University of California Agriculture and Natural Resources menyebutkan pare dapat matang dalam sekitar 50–70 hari setelah benih ditanam. Sementara itu, National Parks Board Singapore memperkirakan panen pertama sekitar empat bulan setelah penanaman. Jadi, jangan hanya berpatokan pada satu angka karena kondisi tumbuh setiap tanaman dapat berbeda.
Penyebabnya dapat berupa kekurangan sinar matahari, pemupukan yang tidak seimbang, atau kondisi tumbuh yang kurang mendukung. Jika daun terlalu rimbun tetapi bunga sedikit, evaluasi paparan cahaya dan penggunaan pupuk, terutama pemberian nitrogen yang berlebihan. Pastikan pula tanaman tidak mengalami stres akibat kekeringan atau akar yang tergenang.
Salah satu penyebabnya adalah penyerbukan yang tidak berhasil. Pare memiliki bunga jantan dan betina sehingga serbuk sari perlu berpindah ke bunga betina agar bakal buah berkembang. Pastikan keduanya tersedia, dukung kehadiran serangga penyerbuk, atau lakukan penyerbukan manual jika diperlukan.
Bisa. Gunakan pot dengan kedalaman sekitar 30 cm atau lebih, lubang drainase yang baik, serta media tanam subur. Sediakan rambatan yang kokoh agar sulur dan buah dapat tumbuh dengan baik. Pot yang terlalu kecil dapat membatasi pertumbuhan dan mengurangi hasil panen.
Pilih pupuk untuk tanaman sayuran berbuah dengan kandungan fosfor dan kalium yang sesuai. NParks menyebutkan bahwa kedua unsur tersebut membantu mendukung pertumbuhan bunga dan buah pare. Gunakan sesuai dosis pada kemasan, imbangi dengan bahan organik matang, dan hindari pemupukan berlebihan.
Sumber Rujukan
National Parks Board Singapore (NParks). Bitter Gourd. GardeningSG.
University of California Agriculture and Natural Resources (UC ANR). Bitter Melon. UC Master Gardeners of Santa Clara County.
The Woks of Life. How to Grow Bitter Melon.
(kpl/yni)