Kapanlagi.com - Cara merawat tanaman monstera sebenarnya susah-susah gampang. Sebab, jika salah pemeliharaan, tanaman ini bisa tiba-tiba layu dan akhirnya mati. Monstera memang tidak selalu membutuhkan lebih banyak air. Faktor layu dan mati, bisa jadi karena kondisi tanah yang terus basah juga dapat mengganggu kondisi akar.
Meski begitu, monstera sangat tepat dijadikan tanaman hias karena dapat ditempatkan di dalam maupun luar ruangan selama memperoleh cahaya yang cukup tanpa terkena matahari langsung dalam waktu lama. Yang perlu diperhatikan adalah perlu langkah penyiraman, pencahayaan, kondisi tanah, serta letak potnya.
Kalau saat ini tertarik ingin menjadikannya hiasan di area pekarangan, kiranya teknik perawatan ala KapanLagi berikut bisa dicoba. Simak selengkapnya, dihadirkan sebagai panduan berkebun di rumah, Sabtu (29/8).
Advertisement
Cara merawat tanaman monstera yang pertama adalah memeriksa kondisi tanah sebelum memberikan air. Masukkan jari beberapa sentimeter ke dalam tanah untuk mengetahui apakah bagian tersebut masih lembap. Jika masih basah, penyiraman dapat ditunda hingga tanah mulai mengering.
Penyiraman dengan jadwal tetap tidak selalu sesuai karena kondisi ruangan, ukuran pot, cahaya, dan cuaca dapat memengaruhi kecepatan tanah mengering. Karena itu, kondisi tanah lebih tepat dijadikan patokan daripada sekadar mengikuti jadwal mingguan.
Saat tanah sudah mulai kering, siram hingga air keluar melalui lubang bagian bawah pot. Setelah itu, buang air yang tertampung pada tatakan agar bagian bawah pot tidak terus terendam. Cara ini membantu menjaga jumlah air tetap sesuai kebutuhan tanaman.
Monstera membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan daun. Tempat di dekat jendela dapat menjadi pilihan selama cahaya yang masuk tidak mengenai daun secara langsung dalam waktu lama. Tirai tipis dapat digunakan untuk mengurangi paparan cahaya dari luar.
Matahari siang yang langsung mengenai daun dapat menyebabkan bagian daun berubah warna atau menjadi kering. Jika kondisi tersebut muncul setelah tanaman dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka, periksa kembali posisi pot dan kurangi paparan matahari langsung.
Sebaliknya, ruangan yang terlalu gelap juga dapat membuat pertumbuhan berjalan lebih lambat. Pilih tempat yang mendapat cahaya dari jendela atau sumber cahaya ruangan yang cukup, kemudian amati perubahan daun sebelum menentukan apakah posisi tanaman perlu digeser.
Pot dengan lubang di bagian bawah membantu mengeluarkan air setelah penyiraman. Tanpa jalur pembuangan, air dapat tertahan di sekitar akar dan membuat tanah tetap basah dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan akar yang mengalami kerusakan.
Ukuran pot juga perlu diperhatikan ketika mengganti wadah. Pot yang terlalu besar dapat menampung lebih banyak tanah sehingga bagian dalamnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Pilih wadah yang sesuai dengan ukuran tanaman dan kondisi akarnya.
Jika tanah tetap basah selama beberapa hari setelah disiram, jangan langsung menambahkan air. Periksa lubang pot dan kondisi tanah terlebih dahulu. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah masalah yang muncul akibat air yang tertahan di dalam wadah.
Media tanam untuk monstera sebaiknya dapat mengalirkan kelebihan air sehingga tanah tidak terus basah. Campuran tanah dengan bahan yang membantu membuat ruang di antara bagian tanah dapat digunakan agar air tidak tertahan terlalu lama.
Ketika media terlalu padat, air dapat tertahan dan bagian akar memperoleh lebih sedikit ruang. Kondisi tersebut dapat membuat tanaman menunjukkan perubahan pada daun. Jika tanah sulit mengering meski penyiraman tidak sering, media tanam perlu diperiksa.
Penggantian media tidak perlu dilakukan setiap kali daun terlihat layu. Periksa lebih dulu kondisi tanah, pot, dan akar. Jika ketiganya masih sesuai, tanaman dapat dirawat di tempat semula sambil mengatur kembali penyiraman dan pencahayaan.
Monstera berasal dari wilayah tropis sehingga dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang memiliki kelembapan cukup. Namun, menjaga kelembapan bukan berarti membuat daun terus basah. Sirkulasi udara dan kondisi tanah tetap perlu diperhatikan dalam perawatan sehari-hari.
Daun juga perlu dibersihkan ketika debu mulai menempel. Gunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air, kemudian usapkan permukaan daun secara perlahan. Pembersihan membantu menghilangkan debu yang menutupi permukaan daun tanpa perlu menggunakan cairan tambahan.
Hindari menyemprot daun secara berlebihan, terutama jika ruangan tidak memiliki sirkulasi udara yang cukup. Air yang terus menempel dapat menimbulkan masalah pada daun. Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan daun secara berkala sesuai kondisi tanaman.
Monstera yang layu dapat disebabkan oleh tanah yang terlalu kering, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti tanaman kekurangan air. Tanah yang terlalu basah juga dapat menyebabkan akar bermasalah sehingga tanaman kesulitan memperoleh air. Karena itu, periksa tanah sebelum mengambil tindakan.
Daun menguning juga dapat berkaitan dengan jumlah air yang tidak sesuai. Jika tanah terus basah dan beberapa daun berubah kuning, kurangi penyiraman serta periksa kondisi akar. Sebaliknya, jika tanah sangat kering dan daun terkulai, tanaman mungkin membutuhkan air.
Perubahan warna pada daun juga dapat muncul akibat cahaya yang tidak sesuai atau gangguan pada tanaman. Jangan langsung memangkas semua daun yang berubah warna. Cari penyebabnya terlebih dahulu agar tindakan yang dilakukan tidak menambah masalah baru.
Cara merawat tanaman monstera dapat dilakukan dengan rutinitas sederhana. Periksa tanah, lihat kondisi daun, amati posisi tanaman, dan pastikan air dapat keluar dari pot setelah penyiraman. Kebiasaan tersebut membantu mengetahui perubahan sebelum masalah berkembang.
Daun yang sudah rusak berat dapat dipangkas menggunakan alat yang bersih. Namun, pemangkasan bukan pengganti perawatan utama. Jika penyebab layu berasal dari air berlebih, misalnya, jumlah air dan kondisi tanah tetap perlu diperbaiki.
Perawatan monstera pada akhirnya bergantung pada pengamatan. Tidak ada satu jadwal penyiraman yang berlaku untuk semua tanaman karena setiap rumah memiliki kondisi berbeda. Dengan memeriksa kebutuhan tanaman secara berkala, pemilik dapat menentukan waktu menyiram, posisi pot, dan langkah perawatan berikutnya.
Periksa tanah sebelum menyiram, berikan cahaya yang cukup tanpa matahari langsung, serta gunakan pot yang memiliki lubang pembuangan air.
Tidak ada jadwal yang berlaku untuk semua kondisi. Siram ketika bagian atas tanah mulai mengering, kemudian keluarkan air berlebih melalui lubang pot.
Daun menguning dapat berkaitan dengan penyiraman berlebihan, kekurangan air, pencahayaan, gangguan hama, atau perubahan kondisi tanaman. Periksa tanah sebelum menentukan penyebabnya.
Monstera lebih sesuai ditempatkan pada area dengan cahaya terang yang tidak langsung. Paparan matahari langsung dalam waktu lama dapat membuat daun mengalami kerusakan.
Periksa tanah terlebih dahulu. Jika tanah kering, lakukan penyiraman secara menyeluruh. Jika tanah masih basah, jangan menambah air dan periksa pot serta kondisi akar.
(kpl/rul)