Kapanlagi.com - Saat akhirnya rangkaian lampion kertas buatan tangan itu tergantung rapi di ruang tamu—merah menyala dengan aksen emas yang berkilau—rasanya sulit percaya bahwa bahan utamanya hanya kertas origami seharga Rp 10.000 dan beberapa lembar angpao bekas tahun lalu. Membuat hiasan Imlek sendiri bukan sekadar menghemat uang. Ini adalah hobi yang menggabungkan kreativitas, penghayatan budaya, dan potensi penghasilan tambahan dalam satu aktivitas.
Dilansir dari CNN, sebuah studi terhadap lebih dari 7.000 orang dewasa yang dipublikasikan di Frontiers in Public Health menemukan bahwa aktivitas seni dan kerajinan tangan meningkatkan kepuasan hidup serta perasaan bahwa hidup bermakna. Panduan ini akan membawa kamu dari nol hingga menghasilkan dekorasi Imlek yang meriah dan sarat filosofi—lengkap dengan estimasi biaya dalam Rupiah, langkah praktis, dan strategi menjualnya di marketplace Indonesia.
Advertisement
Di Indonesia, konten DIY bertema Imlek di platform seperti TikTok dan Lemon8 rutin mendapatkan ribuan interaksi. Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari dan merupakan Tahun Kuda. Artinya, momen untuk mempersiapkan dekorasi buatan tangan masih terbuka lebar—apalagi harga bahan baku seperti kertas origami, lem tembak, dan cat akrilik semakin terjangkau di marketplace lokal.
AspekDetail Tingkat Kesulitan★★☆☆☆ (Mudah untuk Pemula) Waktu per Sesi30–90 menit Waktu per Minggu2–5 jam (fleksibel) Modal Awal HematRp 30.000 – Rp 60.000 Modal Awal StandarRp 80.000 – Rp 150.000 Modal Awal PremiumRp 200.000 – Rp 400.000 Cocok untukIndoor, sendiri atau bersama anak dan keluarga, segala usia Kompatibilitas Iklim IndonesiaCocok sepanjang tahun. Hindari bahan kertas tipis di ruangan lembap; gunakan sealant akrilik untuk perlindungan ekstra di daerah tropis.
Hobi ini sangat ramah bagi pemula yang tinggal di kos-kosan atau rumah dengan ruang terbatas. Semua proses bisa dilakukan di meja makan atau meja kerja kecil, dan bahan utamanya tersedia di Shopee maupun Tokopedia.
Dr. Frank Clark, seorang psikiater dari Prisma Health, dikutip dari CNN menyatakan, "Semua bentuk seni dapat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental. Manfaatnya meliputi peningkatan harga diri, pengurangan kecemasan dan stres, peningkatan komunikasi, serta mendorong kreativitas."
Gerakan ritmis dan repetitif yang terlibat dalam banyak kerajinan, seperti merajut, menggunting, atau menempel, dapat memberikan efek menenangkan pada pikiran, serupa dengan meditasi, serta membantu meredam kebisingan kehidupan sehari-hari. Proses memotong kertas, melipat lampion, dan merangkai dekorasi menempatkan seseorang dalam kondisi flow state yang membuat waktu seolah berhenti.
Kerajinan tangan bukan hanya menenangkan—aktivitas ini juga merangsang pikiran karena melibatkan perencanaan, mengikuti instruksi, pengukuran, dan visualisasi yang mengaktifkan berbagai area otak. Membuat origami dan dekorasi Imlek bersama keluarga juga menjadi momen bonding yang bermakna—terutama saat melibatkan anak-anak dalam proses menggunting dan menghias.
Hiasan Imlek buatan tangan memiliki pasar yang nyata. Mengacu pada data Fortune Business Insights, pasar kerajinan tangan global bernilai 1,2 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 2,9 triliun dolar AS pada 2034. Dekorasi musiman seperti hiasan Imlek termasuk kategori produk yang dicari menjelang perayaan setiap tahunnya—bukan hanya untuk rumah sendiri, tapi juga untuk dijual sebagai sumber penghasilan tambahan.
Dengan mempelajari cara membuat dekorasi Imlek sendiri, kamu tidak sekadar berkerajinan—kamu berpartisipasi dalam tradisi yang hidup. Setiap ornamen memiliki filosofi mendalam yang menghubungkan keluarga dengan akar budaya Tionghoa.
Sebelum mulai membuat, penting memahami filosofi di balik setiap elemen dekorasi Imlek. Dekorasi Imlek didominasi warna merah cerah karena tujuan perayaan ini pada awalnya adalah untuk mengusir makhluk mitologi bernama Nian, dan warna merah sangat disukai dalam budaya Tionghoa karena melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.
Sebagaimana dikutip dari chinesenewyear.net, semua simbol dalam dekorasi Tahun Baru Imlek memiliki makna keberuntungan yang bisa dibagi menjadi dua kelompok utama: permainan kata (homofon) dan objek dari legenda, karena bahasa Mandarin kaya akan homofon yang melahirkan permainan kata cerdas.
Berikut panduan warna dan simbol dasar:
Warna/SimbolMaknaCatatan MerahKeberuntungan, kebahagiaan, perlindunganWarna utama, wajib ada Emas/KuningKekayaan, kemakmuran, kemegahanPelengkap sempurna untuk merah IkanKelimpahan (鱼 yú = "lebih")Motif populer untuk paper cutting Fu (福) terbalik"Berkat telah tiba"Huruf sengaja dipasang terbalik Kuda (2026)Energi, optimisme, kemajuanShio tahun ini
Warna putih, hitam, dan abu-abu umumnya dianggap tidak tepat untuk dekorasi Imlek karena asosiasinya dengan berkabung dan pemakaman. Hindari penggunaan warna-warna ini sebagai dominan dalam dekorasi.
Baca juga: Barang-barang yang wajib ada saat perayaan Imlek
Sebagian besar bahan bisa ditemukan di toko alat tulis, Mr.DIY, atau marketplace online. Berikut daftar lengkapnya:
BahanEstimasi Harga (Rp)Sumber Beli Kertas origami merah dan emas (3 pak)15.000 – 30.000Shopee, toko alat tulis Kertas karton merah5.000 – 15.000Toko alat tulis Lem tembak + isi (5 batang)20.000 – 35.000Tokopedia, toko bangunan Gunting dan cutter10.000 – 20.000Toko alat tulis Pita emas dan tali merah5.000 – 15.000Shopee, pasar tradisional Spidol hitam dan emas8.000 – 15.000Toko alat tulis Glitter emas (opsional)5.000 – 10.000Shopee Angpao bekas (opsional)GratisDari rumah
Total modal awal: sekitar Rp 50.000 – Rp 100.000, tergantung bahan yang sudah tersedia di rumah. Kamu juga bisa memanfaatkan barang bekas dari rumah seperti kardus, gulungan tisu, dan majalah lama untuk menekan biaya lebih jauh.
Menggantung lampion merah adalah tradisi Imlek paling ikonik karena melambangkan masa depan yang cerah, reuni, dan harmoni—cahaya hangatnya dipercaya menerangi jalan bagi keberuntungan untuk masuk ke dalam rumah.
Cara membuat lampion sederhana:
Waktu pengerjaan: 15–30 menit per lampion. Buat beberapa buah dalam berbagai ukuran untuk efek visual yang lebih dramatis saat digantung berderet.
Kipas kertas adalah dekorasi Imlek yang mudah dibuat dan memberikan dampak visual besar saat ditempel di dinding atau dijadikan ornamen meja.
Kamu tidak perlu menjadi ahli DIY—cukup menguasai satu teknik sederhana yaitu accordion fold untuk membuat berbagai variasi dekorasi. Teknik lipatan zigzag ini juga bisa diaplikasikan untuk membuat kupu-kupu origami sebagai variasi dekorasi rumah.
Berdasarkan data dari chinesenewyear.net, paper cutting atau jianzhi (剪纸) adalah salah satu seni rakyat tertua di Tiongkok yang secara harfiah berarti "bunga jendela" dan biasanya ditempelkan pada jendela menggunakan lem dari beras ketan, dengan desain berupa simbol-simbol keberuntungan yang dibuat dari kertas merah.
Cara membuat paper cutting sederhana untuk pemula:
Untuk pemula total, unduh template pola dari internet dan cetak sebagai panduan. Seiring waktu, kamu bisa membuat desain sendiri yang semakin kompleks—termasuk pola kuda untuk Tahun Kuda 2026.
Baca juga: Teknik DIY hiasan dinding modal Rp 50 ribu yang bisa dijual
Pohon angpao adalah dekorasi Imlek yang menjadi magnet perhatian tamu. Caranya:
Untuk membuat bunga mei hua, gunting kertas origami menjadi bentuk kelopak bunga lima helai. Buat beberapa lapis untuk memberikan dimensi, lalu rekatkan pada ranting menggunakan lem tembak. Dalam tradisi Tionghoa, rumah sering didekorasi dengan bunga mekar yang melambangkan datangnya musim semi dan harapan untuk tahun baru yang sejahtera, dengan bunga plum (mei hua), anggrek, peoni, dan bunga persik sebagai pilihan paling populer.
Mengacu pada informasi dari chinesenewyear.net, karakter Fu (福) yang berarti "berkat" atau "keberuntungan" sengaja dipasang terbalik karena dalam bahasa Mandarin kata "terbalik" (dào) terdengar identik dengan "tiba" (dào), sehingga Fu yang dibalik secara simbolis bermakna "berkat telah tiba".
Cara membuatnya:
Selain Fu terbalik, chunlian atau kuplet musim semi berupa banner merah vertikal dengan frasa puitis yang ditulis dalam tinta hitam atau emas, secara tradisional ditempatkan di kedua sisi pintu depan untuk menyatakan harapan di tahun baru. Beberapa keluarga bahkan mengadakan "malam kaligrafi" sebelum festival, menjadikannya aktivitas bonding yang bermakna.
Baca juga: Inspirasi dekorasi Imlek sederhana tapi tetap meriah
PeriodeTarget Minggu 1Kuasai lampion kertas dan kipas dekoratif sederhana. Buat 3–5 ornamen pertama. Bulan 1Eksplorasi paper cutting dan pohon angpao. Dekorasi rumah sendiri sudah lengkap. Bulan 3Teknik semakin halus, mulai bereksperimen dengan variasi dan kombinasi bahan (kain, rajutan). Bulan 6Siap menerima pesanan dan menjual melalui marketplace atau media sosial menjelang Imlek berikutnya.
Catatan keamanan: Selalu gunakan alas potong saat bekerja dengan cutter. Jika melibatkan anak-anak, pastikan menggunakan gunting tumpul khusus anak dan selalu dalam pengawasan orang dewasa. Jauhkan lem tembak yang panas dari jangkauan anak kecil.
Dr. Helen Keyes, psikolog kognitif dan Kepala School of Psychology and Sport Science di Anglia Ruskin University, dikutip dari CNN menyatakan, "Berinteraksi dengan seni dan kerajinan tangan itu mudah diakses dan terjangkau. Pilihan seperti merajut dan menggambar hanya membutuhkan sedikit alat dan bisa menjadi aktivitas yang menarik serta memuaskan secara kreatif."
Professor Susan Luckman dari University of South Australia, dikutip dari Sew n Sew menyatakan, "Dengan apa yang semakin disebut sebagai 'mindfulness' menjadi kualitas yang sangat diinginkan banyak orang, tidak mengherankan jika kerajinan tangan dicari karena manfaat mental dan bahkan fisiknya."
Berdasarkan laporan Crafts Council UK, Dr. Daisy Fancourt dari jaringan kesehatan mental MARCH milik University College London menyatakan, "Seni terhubung dengan pelepasan dopamin yang mendorong fleksibilitas kognitif."
Prinsip-prinsip yang sama berlaku saat membuat hiasan Imlek. Proses repetitif menggunting pola, melipat kertas, dan menyusun dekorasi menempatkan pikiran dalam kondisi flow state—ruang psikologis di mana fokus penuh membuat waktu seolah menghilang. Ini menjadikan hobi DIY craft sebagai terapi kreatif yang produktif.
KomponenVersi Hemat (Rp)Versi Standar (Rp)Versi Premium (Rp) Kertas origami dan karton15.00040.00080.000 Lem tembak + isi15.00025.00040.000 Pita, tali, glitter10.00025.00050.000 Cat akrilik dan spidol10.00030.00060.000 Bahan tambahan (kain, manik)030.00070.000 Total per bulan Rp 50.000 Rp 150.000 Rp 300.000
Dengan modal Rp 50.000–150.000 per bulan, kamu bisa menghasilkan 15–30 ornamen Imlek (lampion, kipas, paper cutting, pohon angpao) yang cukup untuk mendekorasi satu rumah. Jika dijual, harga pasar hiasan Imlek handmade di marketplace berkisar Rp 15.000–75.000 per item tergantung tingkat kerumitan.
Perbandingan dengan alternatif: satu set dekorasi Imlek siap pakai di toko bisa dibanderol Rp 150.000–500.000. Dengan membuatnya sendiri, kamu mendapat hasil setara dengan modal yang jauh lebih kecil, plus sentuhan personal yang tak bisa ditiru produk massal. Untuk panduan lengkap soal DIY hiasan rumah bernilai jual, eksplorasi juga teknik dari bahan daur ulang.
Setelah menguasai teknik dasar kertas, tingkatkan keterampilan dengan:
Sebagaimana dilaporkan Business of Apps, kategori Homeware and Home Furnishings merupakan kategori paling populer di Etsy, diikuti oleh Jewelry and Personal Accessories dan Craft Supplies. Dekorasi musiman termasuk sub-kategori yang dicari secara global.
Berikut jalur monetisasi yang bisa ditempuh:
Estimasi waktu realistis untuk mulai menghasilkan: 2–4 bulan dari awal belajar, tergantung konsistensi dan kualitas produk. Dengan rutinitas 2–3 produk per minggu, penghasilan Rp 500.000–1.500.000 per bulan menjelang musim Imlek sangat realistis. Strategi serupa juga berlaku pada dekorasi Natal DIY dan dekorasi aesthetic dari barang bekas.
Untuk mengeksplorasi keterampilan pendukung, kamu juga bisa mempelajari teknik pembuatan diorama, DIY cermin aesthetic, atau kerajinan gantungan kunci yang bisa melengkapi portofolio produk handmade kamu.
Tidak sulit sama sekali. Sebagian besar proyek hiasan Imlek DIY hanya membutuhkan keterampilan dasar seperti menggunting, melipat, dan mengelem. Teknik paling mendasar—accordion fold untuk kipas dan lampion—bisa dikuasai dalam 10–15 menit. Mulailah dari proyek termudah seperti kipas kertas atau lampion sederhana, lalu naikkan tingkat kesulitan secara bertahap ke paper cutting dan pohon angpao. Bahkan anak usia 5 tahun ke atas sudah bisa berpartisipasi dalam proses menghias di bawah pengawasan orang dewasa.
Kamu bisa memulai dengan modal serendah Rp 30.000–50.000 untuk membeli kertas origami, lem, dan pita dasar. Jika memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah—seperti angpao bekas, kardus, dan majalah lama—modal bisa ditekan lebih jauh. Satu set dekorasi Imlek siap pakai di toko biasanya dibanderol Rp 150.000–500.000, jadi membuat sendiri jelas lebih hemat sekaligus memberikan sentuhan personal yang unik.
Bisa, dan pasarnya nyata. Hiasan Imlek handmade memiliki momentum penjualan kuat setiap Desember–Februari. Kamu bisa menjual melalui Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, atau bahkan Etsy untuk pasar internasional. Produk seperti lampion kain, paper cutting berbingkai, atau pohon angpao custom bisa dijual mulai Rp 25.000–150.000 per item. Selain menjual produk jadi, menawarkan DIY kit (paket bahan + panduan) dan konten tutorial di media sosial juga menjadi jalur monetisasi yang menjanjikan. Banyak kreator Indonesia berhasil memonetisasi hobi kerajinan tangan lewat marketplace lokal.
Membuat hiasan Imlek dengan tangan sendiri bukan sekadar proyek akhir pekan. Setiap lampion yang kamu bentuk, setiap karakter Fu yang kamu tulis, menyimpan doa dan harapan untuk tahun yang lebih baik. Dan saat akhirnya ruang tamu dipenuhi warna merah dan emas buatan tanganmu—sementara aroma kue keranjang menguar dari dapur—di situlah makna sesungguhnya dari perayaan ini terasa nyata. Ambil gunting dan kertas origamimu, lalu mulailah dari satu ornamen kecil hari ini.
Baca juga: Cara membuat tempat pensil dari botol bekas
Baca juga: Panduan lengkap membuat mahkota dari kertas untuk berbagai keperluan
Baca juga: Proyek DIY barang bekas untuk kamar yang estetik
Baca juga: DIY celengan dari kardus bekas untuk mengajarkan literasi keuangan pada anak
Daftar Referensi
(kpl/fed)