CLOSE

Cara Merawat Aglonema dengan Bahan Murah agar Daun Tetap Cantik

Cara Merawat Aglonema dengan Bahan Murah agar Daun Tetap Cantik
cara merawat aglonema dengan bahan murah (©Ilustrasi dibuat AI)

Kapanlagi.com - Cara merawat aglonema dengan bahan murah bisa dimulai dari barang di dapur dan halaman rumah. Air cucian beras, sabut kelapa, dan kerikil bekas sudah cukup untuk perawatannya.

Kuncinya ada pada penyiraman secukupnya, cahaya tidak langsung, dan kelembapan yang stabil. Dengan cara merawat aglonema dengan bahan murah, Sri Rejeki tetap cantik tanpa bikin kantong bolong.

Dilansir dari Homes & Gardens, desainer lanskap Jonathan Ames menyarankan jendela yang menghadap timur atau utara, karena sinar matahari langsung yang terik bisa membakar daun, jadi sebaiknya disaring dengan tirai tipis .

1. 1. Racik Media Tanam dari Bahan Sederhana

Langkah awal dalam cara merawat aglonema dengan bahan murah adalah meracik media tanam sendiri. Hasilnya lebih hemat dibanding membeli media siap pakai, dan tetap gembur.

  1. Pakai sabut kelapa dan sekam bakar: Campurkan sabut kelapa, sekam bakar, humus kasar, dan pupuk kandang yang mudah ditemukan di toko tani dengan harga terjangkau.

  2. Manfaatkan botol atau wadah bekas: Lubangi bagian bawahnya supaya air berlebih bisa keluar. Untuk referensi lain, intip panduan memilih media yang gembur agar akar leluasa bernapas.

  3. Gemburkan secara berkala: Aduk permukaan media dengan sendok bekas agar sirkulasi udara tetap lancar.

Mengacu pada Gardener's Supply Company, daun kuning bisa menandakan penyiraman berlebih, drainase buruk, atau kekurangan nutrisi.

2. 2. Hemat Air dan Nutrisi dari Dapur

Banyak pencinta tanaman hias yang mengira pupuk mahal itu wajib, padahal cara merawat aglonema dengan bahan murah juga bisa mengandalkan sisa dapur. Pola siramnya pun cukup sederhana.

  1. Endapkan air keran: Aglonema cukup sensitif terhadap klorin. Jika ujung daun mulai cokelat, gunakan air keran yang dibiarkan terbuka selama 24 jam .

  2. Cek tanah dengan jari: Siram hanya ketika 1,5-2 inci tanah bagian atas sudah benar-benar kering dan remah.

  3. Sesekali pakai air cucian beras: Air bekas mencuci beras bisa jadi nutrisi tambahan gratis. Cukup sesekali saja.

  4. Coba siram dari bawah: Rendam pot sebentar di baskom berisi air agar media menyerap air secara merata.

Julie Bawden Davis, pakar tanaman indoor di Healthy Houseplants, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan,

"Penyiraman dari bawah cenderung menjaga tanah tetap lembap lebih lama, artinya frekuensi penyiraman jadi lebih jarang."

3. 3. Jaga Kelembapan dan Usir Hama dengan Bahan Rumahan

Kelembapan dan hama sering bikin pemula kewalahan. Untungnya, kedua masalah ini bisa diatasi lewat cara merawat aglonema dengan bahan murah yang ada di rumah.

  1. Buat pebble tray sendiri: Sebagaimana disampaikan NYBG Mertz Library, pebble tray hanyalah nampan besar berisi kerikil kecil, dengan air setidaknya setengah tinggi kerikil untuk menciptakan iklim mikro yang lembap .

  2. Kelompokkan tanaman: Menata beberapa pot berdekatan membantu udara di sekitarnya lebih lembap, sekaligus bikin sudut rumah makin estetik.

  3. Usap kutu putih dengan alkohol: Sebagaimana dilaporkan Weekand, untuk serangan kutu putih ringan, usap hama dengan kapas yang dicelupkan ke alkohol gosok.

  4. Racik semprotan sabun: Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring dengan air, lalu semprotkan ke area yang terserang kutu daun.

4. Tanda Aglonema Butuh Perhatian Lebih

Daun aglonema bisa menunjukkan apa yang ia butuhkan. Secara umum, perubahan warna dan bentuk daun adalah sinyal paling mudah dibaca.

Para ahli tanaman hias menyebut penyiraman berlebih sebagai penyebab masalah yang paling sering muncul, jadi cek tanah dulu sebelum menyiram.

  • Daun menguning: Biasanya karena terlalu banyak air atau pot tidak punya lubang drainase.

  • Warna memudar: Tanaman butuh cahaya lebih terang. Sesuaikan cahaya dengan warna daun, terutama varietas merah dan pink.

  • Ujung daun cokelat: Udara terlalu kering atau air keran masih mengandung bahan kimia.

  • Bercak gelap: Suhu di bawah 15 derajat Celsius tidak sehat dan bisa memicu bercak gelap pada daun.

  • Pertumbuhan jarang: Pindahkan ke dekat jendela bertirai tipis agar cahayanya lebih cukup.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Aglonema

Apakah air cucian beras aman untuk aglonema?

Aman jika dipakai sesekali sebagai nutrisi tambahan. Tetap selingi dengan air bersih agar media tidak terlalu lembap.

Seberapa sering aglonema perlu disiram?

Siram saat tanah bagian atas terasa kering, bukan berdasarkan jadwal tetap. Saat musim hujan, frekuensinya bisa dikurangi.

Bisakah aglonema dirawat di dalam ruangan?

Bisa, asalkan mendapat cahaya terang tidak langsung, misalnya di dekat jendela bertirai tipis.

Daftar Referensi

  1. Homes & Gardens. Chinese evergreen care guide - 5 expert tips to keep this patterned plant healthy. Diakses pada 27 Oktober 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/chinese-evergreen-care
  2. NYBG Mertz Library Reference. How do I care for my Chinese evergreen houseplant (Aglaonema)?. Diakses pada 27 Oktober 2026, dari https://libanswers.nybg.org/faq/222946
  3. Gardener's Supply Company. How to Care for a Aglaonema. Diakses pada 27 Oktober 2026, dari https://www.gardeners.com/blogs/houseplant-encyclopedia/aglaonema-care-9744
  4. Weekand. Common Pests of the Aglaonema Modestum. Diakses pada 27 Oktober 2026, dari https://www.weekand.com/home-garden/article/common-pests-aglaonema-modestum-18009523.php

(kpl/pit)

Rekomendasi

Trending