Cara Merawat Tanaman Aglonema agar Subur, Rimbun, dan Berdaun Cantik

Cara Merawat Tanaman Aglonema agar Subur, Rimbun, dan Berdaun Cantik
cara merawat tanaman aglonema (h)

Kapanlagi.com - Cara merawat tanaman aglonema sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan pemula. Kuncinya terletak pada media tanam yang gembur, penyiraman secukupnya, dan pencahayaan tidak langsung.

Aglonema atau sri rejeki merupakan tanaman hias daun yang tahan banting sekaligus mempercantik ruangan. Dengan menerapkan cara merawat tanaman aglonema secara konsisten, daunnya bisa tumbuh rimbun, sehat, dan berwarna cerah.

Dilansir dari Clemson Cooperative Extension, aglonema atau Chinese evergreen tergolong salah satu tanaman hias paling tahan banting karena mampu bertahan pada cahaya minim, udara kering, ruangan ber-AC, hingga kondisi kekeringan. Karakter inilah yang membuatnya cocok bagi siapa saja yang ingin belajar merawat aglonema agar rimbun dan subur, bahkan bagi pemilik tanaman pertama sekalipun. Sebelum menekuni perawatannya, tidak ada salahnya mengenal lebih dulu berbagai jenis aglonema yang beredar di pasaran.

1. Cara Merawat Tanaman Aglonema untuk Pemula agar Tumbuh Subur

Langkah paling dasar dalam cara merawat tanaman aglonema adalah memenuhi empat kebutuhan pokoknya, yaitu media tanam, air, cahaya, dan suhu yang tepat. Bila keempatnya seimbang, aglonema akan berdaun sehat tanpa perawatan yang berlebihan. Sebagaimana diungkapkan Gardenia, Chinese evergreen dikenal berperawatan rendah dan merupakan tanaman pemaaf yang toleran terhadap penyiraman tidak teratur serta fluktuasi suhu ruangan, sehingga sempurna untuk pemula. Berikut langkah-langkah fondasi yang bisa Anda terapkan.

  1. Racik media tanam yang gembur dan porous: Media yang gembur membuat akar leluasa bernapas sekaligus mencegah air menggenang. Campurkan tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan sekitar 2:1:1, atau tambahkan cocopeat agar media tetap ringan dan mampu menyimpan kelembapan secukupnya. Hindari mengisi pot sampai penuh agar tunas baru mudah muncul ke permukaan.

  2. Pilih pot dengan lubang drainase: Gunakan pot berlubang di bagian bawah supaya kelebihan air bisa keluar dan akar tidak terus terendam. Pot berbahan tanah liat atau terakota menjadi pilihan bagus karena berpori dan cepat kering. Utamakan pot yang lebih lebar ketimbang terlalu tinggi agar rimpang aglonema punya ruang melebar.

  3. Siram secukupnya, bukan sesering mungkin: Siram aglonema saat lapisan tanah bagian atas sedalam 1-2 inci sudah terasa kering, karena tanaman ini menyukai media yang sedikit lembap tetapi tidak tergenang, dan penyiraman berlebihan justru memicu busuk akar. Julie Bawden Davis, pakar tanaman indoor di Healthy Houseplants, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Aglonema lebih suka tetap lembap, tetapi tidak becek. Siramlah ketika lapisan tanah bagian atas sedalam setengah hingga satu inci sudah mengering." Anda bisa mendalami teknik menyiram tanaman yang tepat agar tidak keliru mengatur dosis air.

  4. Tempatkan di cahaya terang tidak langsung: Sinar matahari langsung harus dihindari karena dapat menghanguskan daun. Jonathan Ames, desainer lanskap di BACQYARD, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Jendela yang menghadap ke arah timur atau utara sangat cocok. Sinar matahari langsung yang terik akan membakar daunnya, jadi saringlah dengan tirai tipis. Cahaya yang kurang memadai akan membuat pertumbuhannya jarang." Aglonema termasuk tanaman yang ideal diletakkan dekat jendela dengan cahaya terfilter tirai.

  5. Sesuaikan cahaya dengan warna daun: Varietas hijau dan silver mampu bertahan di tempat teduh, sedangkan kultivar merah muda, merah, dan oranye membutuhkan cahaya terang tidak langsung untuk mempertahankan warnanya. Jika ujung daun berwarna mulai memudar menjadi hijau, geser pot ke titik yang lebih terang tanpa sinar langsung. Prinsip ini penting terutama bagi pecinta tanaman hias dengan daun berurat merah.

  6. Jaga suhu tetap hangat: Aglonema menyukai suhu hangat antara 18 hingga 26 derajat Celcius dan sebaiknya dijauhkan dari embusan udara dingin serta suhu ekstrem. Tanaman ini sensitif terhadap dingin dan mulai menunjukkan kerusakan bila suhu turun di bawah 16 derajat Celcius. Hindari meletakkan pot tepat di bawah embusan AC.

Fondasi di atas adalah inti dari cara merawat tanaman hias agar subur dan tidak mudah stres. Bila keliru sejak awal, aglonema akan sulit tumbuh meski Anda rajin menyiramnya.

2. Cara Merawat Tanaman Aglonema agar Cepat Beranak dan Rimbun

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, cara merawat tanaman aglonema berikutnya berfokus pada nutrisi dan stimulasi pertumbuhan agar tanaman cepat beranak. Aglonema yang sehat akan menghasilkan tunas baru dari pangkal batang sehingga tampak semakin rimbun. Kuncinya adalah pemupukan yang terukur, kelembapan yang terjaga, serta perawatan daun yang telaten.

  1. Beri pupuk seimbang secara berkala: Gunakan pupuk tanaman hias yang seimbang dan larut air dengan dosis setengah kekuatan, diberikan setiap bulan selama musim tumbuh, lalu dikurangi saat pertumbuhan melambat. Andy Burde, pakar tanaman hias di House Plant Shop, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Beri pupuk setiap enam hingga delapan minggu selama musim tumbuh dengan makanan tanaman seimbang yang larut dalam air." Anda bisa memakai pupuk NPK dengan komposisi seimbang yang diencerkan.

  2. Jangan berlebihan memberi pupuk: Mengacu pada panduan Epic Gardening, aglonema sangat mudah kelebihan pupuk karena banyak pupuk tanaman hias mengandung garam yang dapat menumpuk di dalam media tanam. Kelebihan nitrogen membuat batang lemah, sedangkan penumpukan garam terlarut membakar akar dan memunculkan ujung daun cokelat yang kerap dikira gejala kelembapan rendah. Kenali dulu kesalahan memberi pupuk yang sering dilakukan pemula.

  3. Manfaatkan air cucian beras sebagai nutrisi tambahan: Air cucian beras memasok nitrogen, fosfor, dan kalium dalam kadar ringan, ditambah kalsium, magnesium, zat besi, dan vitamin B kompleks yang mendukung pertumbuhan daun serta akar. Siramkan setiap satu hingga dua minggu sekali sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk utama. Simak cara membuat pupuk dari air cucian beras agar hasilnya optimal.

  4. Gemburkan media tanam secara rutin: Media yang memadat perlu digemburkan setiap dua hingga empat minggu sekali agar sirkulasi udara di zona akar kembali lancar. Penggemburan yang hati-hati membantu tunas baru lebih mudah menembus permukaan tanah. Langkah ini sejalan dengan upaya merangsang tunas baru pada tanaman hias.

  5. Pangkas daun tua dan menguning: Jonathan Ames, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Pangkas daun yang mati atau menguning di pangkal batang dengan gunting yang bersih. Anda juga bisa memangkas batang yang menjuntai untuk mendorong tanaman tumbuh lebih rimbun." Pemangkasan mengalihkan energi tanaman menuju pertumbuhan tunas segar. Prinsip serupa berlaku saat merawat tanaman hias setelah berbunga.

  6. Lap daun dan jaga kelembapan udara: Meskipun tahan pada kelembapan ruangan biasa, aglonema tumbuh lebih baik pada kelembapan tinggi, sehingga pertimbangkan humidifier bila udara rumah kering. Menyemprot daun dengan air bersih sesekali membantu mengangkat hama dan debu sekaligus membuat daun kembali mengilap. Daun yang bersih juga berfotosintesis lebih efisien.

  7. Putar posisi pot secara berkala: Putar pot setiap beberapa minggu agar seluruh sisi tanaman menerima cahaya secara merata. Kebiasaan ini mencegah aglonema tumbuh miring mengejar arah cahaya sehingga bentuknya tetap seimbang dan rimbun. Cara sederhana ini kerap terlupakan, padahal dampaknya besar untuk tampilan tanaman.

Kombinasi pemupukan terukur, kelembapan yang pas, dan perawatan daun inilah yang membedakan aglonema biasa dengan yang tumbuh lebat. Untuk memperkaya wawasan, Anda juga bisa membaca tips menyuburkan tanaman secara alami menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

3. Cara Merawat Tanaman Aglonema Jangka Panjang: Repotting hingga Perbanyakan

Cara merawat tanaman aglonema tidak berhenti pada rutinitas harian, tetapi juga mencakup peremajaan jangka panjang seperti ganti pot dan perbanyakan. Aglonema yang sudah dewasa dan beranak banyak membutuhkan ruang tumbuh baru agar akarnya tidak sesak. Tahap ini sekaligus menjadi momen tepat untuk memperbanyak koleksi tanpa biaya tambahan.

  1. Ganti pot (repotting) setiap beberapa tahun: Aglonema justru menyukai kondisi sedikit sempit di akar dan umumnya tidak perlu diganti pot lebih dari sekali dalam dua hingga tiga tahun. Julie Bawden Davis, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Tanaman perlu dipindahkan ke pot baru ketika air mengalir terlalu cepat melewati tanah, karena itu menandakan akar di dalam pot sudah lebih banyak daripada tanahnya." Pilih pot yang hanya sekitar satu inci lebih besar dari pot sebelumnya.

  2. Perbanyak lewat pemisahan anakan: Aglonema dapat diperbanyak baik di media tanam maupun di air, misalnya dengan mengambil potongan batang sehat lalu menaruhnya di air pada jendela yang hangat hingga akar tumbuh, atau menanamnya di media setelah dicelup hormon perangsang akar. Saat repotting, pisahkan anakan yang sudah memiliki akar sendiri ke pot baru. Pelajari cara stek tanaman untuk pemula dan beragam cara menanam aglonema di pot maupun wadah lain.

  3. Kendalikan hama sejak dini: Aglonema bisa diserang hama seperti tungau laba-laba, kutu putih, dan kutu sisik, sehingga pemeriksaan rutin pada daun membantu membatasi masalah. Bila muncul bercak putih seperti kapas, segera tangani dengan cara membasmi kutu putih atau semprotan pestisida alami dari bahan dapur. Kenali juga jenis hama yang bersembunyi di balik daun.

  4. Waspadai sifat racun aglonema: Aglonema bersifat toksik bagi hewan peliharaan maupun manusia, dan bila tertelan umumnya menyebabkan iritasi mulut serta perut disertai kemungkinan muntah. Karena itu, letakkan tanaman jauh dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan. Cuci tangan setelah memangkas atau memindahkan tanaman.

Dengan peremajaan yang tepat, satu pot aglonema bisa berkembang menjadi beberapa tanaman baru. Ini pula alasan aglonema kerap dianggap sebagai tanaman yang terlihat mahal tetapi mudah dirawat.

4. Masalah Umum pada Tanaman Aglonema dan Cara Mengatasinya

Meski tergolong bandel, aglonema tetap bisa menunjukkan gejala tidak sehat bila perawatannya kurang tepat. Mengenali gejala sejak dini akan memudahkan Anda mengambil tindakan sebelum kerusakan meluas. Berikut beberapa masalah yang paling sering muncul beserta solusinya.

  • Daun menguning: Daun kuning biasanya disebabkan oleh penyiraman berlebihan, drainase buruk, atau kekurangan nutrisi. Kurangi frekuensi siram, pastikan pot berlubang, lalu evaluasi pemupukan. Bandingkan pula dengan penanganan pada tanaman lain agar daun tidak menguning.

  • Ujung daun cokelat dan kering: Berdasarkan keterangan Bloomscape, gejala ujung daun mengering dan mencokelat sering disebut tipping, dan penyebab paling umumnya adalah air keran yang mengandung garam, klorin, serta fluorida. Bila tidak punya sistem penyaring, biarkan air keran mengendap dalam wadah terbuka semalaman sebelum digunakan.

  • Daun terkulai atau layu: Daun yang menggantung bisa menjadi tanda kurang air maupun kelebihan air, sebab aglonema suka sedikit mengering di antara penyiraman dan daunnya akan terkulai serta menggulung bila terlalu kering. Periksa kelembapan media sebelum memutuskan menyiram lagi.

  • Warna daun memudar: Pada cahaya rendah, pertumbuhan melambat dan daun bisa mengecil serta menguning. Untuk varietas berwarna, kurangnya cahaya membuat corak merah dan merah muda berubah pucat. Pindahkan ke lokasi yang lebih terang namun tetap terlindung dari sinar langsung.

  • Batang dan akar membusuk: Genangan air adalah pemicu utama pembusukan. Buang bagian yang busuk, ganti media dengan yang lebih porous, dan perbaiki drainase pot. Panduan merawat tanaman hias agar tidak mudah layu bisa menjadi rujukan tambahan.

  • Pertumbuhan lambat atau kerdil: Cahaya terlalu minim, akar yang sesak, dan suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan. Berikan cahaya terang tidak langsung, pertimbangkan repotting, dan jaga suhu ruangan tetap hangat.

  • Serangan hama berulang: Jika hama terus datang, tingkatkan pemeriksaan rutin dan bersihkan daun secara berkala. Rotasi jenis pengendali hama juga membantu mencegah hama menjadi kebal.

  • Aglonema enggan beranak: Umumnya karena media padat, kurang nutrisi, atau kurang cahaya. Gemburkan media, beri pupuk seimbang, dan pastikan pencahayaan memadai agar tunas baru terpacu muncul.

Sebagai nilai tambah, aglonema tak hanya menawan secara visual. Aglonema turut menyaring polutan udara sehingga bukan sekadar hiasan, melainkan juga bermanfaat memperbaiki kualitas udara di rumah maupun kantor. Karena kemampuannya bertahan di ruang minim cahaya, aglonema pun cocok sebagai tanaman untuk kamar tidur yang sempit. Bila ingin memperkaya wawasan berkebun, tersedia pula panduan teknik pemangkasan aglonema dan tips merawat tanaman lain seperti pada panduan merawat tanaman untuk pemula.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Aglonema

Berapa kali menyiram aglonema dalam seminggu?

Secara umum, aglonema cukup disiram sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu, dan frekuensinya dikurangi saat musim hujan atau kondisi lembap. Namun, patokan terbaik bukanlah jadwal kaku, melainkan kondisi media. Siram aglonema ketika lapisan atas tanah sedalam 3-4 cm sudah kering, yang biasanya berarti setiap 7-14 hari saat cahaya sedang, dan setiap 2-3 minggu pada musim dingin atau cahaya minim. Cek kelembapan dengan jari sebelum menyiram untuk mencegah pembusukan akar.

Kenapa daun aglonema menguning?

Daun aglonema yang menguning paling sering dipicu oleh penyiraman berlebihan, drainase pot yang buruk, atau kekurangan nutrisi. Selain itu, suhu terlalu dingin dan cahaya yang tidak memadai juga bisa memicu gejala serupa. Solusinya, kurangi frekuensi menyiram, pastikan pot memiliki lubang drainase, tempatkan tanaman pada cahaya terang tidak langsung, lalu pangkas daun kuning agar energi tanaman kembali fokus pada pertumbuhan baru.

Apakah aglonema boleh terkena sinar matahari langsung?

Sebaiknya tidak. Aglonema tidak tumbuh baik di bawah sinar matahari langsung dan lebih menyukai cahaya terang tidak langsung, sebab paparan sinar langsung dapat menghanguskan daunnya. Tempatkan aglonema di dekat jendela dengan tirai tipis, di teras teduh, atau di sudut ruangan yang masih mendapat cahaya. Cahaya pagi yang lembut umumnya masih aman, tetapi hindari terik matahari siang yang membuat warna daun pudar dan tepinya kering.

Daftar Referensi

  1. Homes and Gardens. Chinese evergreen care guide - 5 expert tips to keep this patterned plant healthy. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/chinese-evergreen-care
  2. Clemson Cooperative Extension. Chinese Evergreen (Aglaonema) Care, Cultivation and Growing Guide. Diakses pada 28 September 2026, dari https://hgic.clemson.edu/factsheet/chinese-evergreen-aglaonema-care-cultivation-growing-guide/
  3. Epic Gardening. How to Plant, Grow, and Care for Aglaonema. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.epicgardening.com/aglaonema/
  4. Bloomscape. Aglaonema Care Guide. Diakses pada 28 September 2026, dari https://bloomscape.com/plant-care-guide/aglaonema/
  5. Gardenia. Chinese Evergreen (Aglaonema): All You Need To Know. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.gardenia.net/genus/aglaonema-chinese-evergreen-grow-care-best-varieties

(kpl/rsp)

Rekomendasi

Trending