Cara Membuat Pupuk dari Air Cucian Beras, Lengkap dengan Takaran dan Cara Fermentasinya

Cara Membuat Pupuk dari Air Cucian Beras, Lengkap dengan Takaran dan Cara Fermentasinya
cara membuat pupuk dari air cucian beras (h)

Kapanlagi.com - Air cucian beras yang biasanya dibuang ke saluran pembuangan sebenarnya menyimpan nutrisi berharga bagi tanaman. Cara membuat pupuk dari air cucian beras pun tergolong mudah, yakni dengan menampung, memfermentasi, lalu mengencerkannya sebelum disiramkan.

Prosesnya hanya memerlukan wadah tertutup dan waktu beberapa hari untuk fermentasi. Dengan menerapkan cara membuat pupuk dari air cucian beras yang benar, kamu bisa memangkas biaya pupuk kimia sekaligus mengurangi limbah dapur.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect, air cucian beras merupakan sisa pembilasan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium hasil pelarutan dari butiran beras sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk. Kandungan inilah yang membuat limbah dapur ini bisa diolah menjadi pupuk organik cair buatan sendiri yang murah dan ramah lingkungan.

Mengutip Tom's Guide, air cucian beras kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium yang merupakan tiga nutrisi utama yang dibutuhkan semua tanaman. Prinsip ini serupa dengan cara kerja pupuk hasil komposting rumahan yang mengandalkan penguraian bahan organik oleh mikroba tanah.

1. Cara Membuat Pupuk dari Air Cucian Beras dengan Fermentasi Sederhana

Metode paling dasar dalam cara membuat pupuk dari air cucian beras adalah fermentasi tanpa aktivator pabrikan. Kamu hanya membutuhkan air bilasan beras, sedikit gula sebagai sumber energi mikroba, dan wadah tertutup. Metode ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba skala kecil di rumah.

  1. Kumpulkan air cucian beras: Gunakan air bilasan pertama atau kedua yang berwarna putih keruh karena paling kaya pati dan mineral. Sebaiknya pahami dulu teknik cara mencuci beras yang benar agar air yang ditampung tetap bersih dari kotoran.

  2. Saring dan tambahkan gula: Saring air dari sisa butiran, lalu tambahkan 1-2 sendok makan gula merah atau molase per liter air sebagai makanan bagi bakteri baik selama fermentasi.

  3. Fermentasi dalam wadah tertutup: Tuang campuran ke dalam botol atau ember bertutup, simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 3-7 hari, dan buka tutupnya sesekali agar gas keluar.

  4. Periksa kematangan: Pupuk siap dipakai bila beraroma asam segar seperti tape. Jika muncul bau busuk atau lapisan jamur berlebihan, sebaiknya buang dan ulangi prosesnya.

  5. Encerkan sebelum digunakan: Campurkan satu bagian pupuk fermentasi dengan sepuluh bagian air bersih agar konsentrasinya tidak terlalu pekat dan aman bagi akar tanaman.

Dilansir dari This Old House, penelitian dari Universiti Putra Malaysia menunjukkan bahwa air cucian beras yang difermentasi mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 12 hingga 26 persen dengan nutrisi yang sebanding dengan sebagian pupuk komersial. Selain untuk tanaman, air beras juga punya banyak manfaat air beras untuk tubuh yang sering terlewatkan.

2. Cara Membuat Pupuk dari Air Cucian Beras Menggunakan EM4

Bagi yang menginginkan hasil lebih cepat matang dan kaya mikroba, cara membuat pupuk dari air cucian beras bisa dipercepat dengan aktivator EM4. Penambahan gula merah, air kelapa, dan ragi tape akan memperkaya nutrisi sekaligus mempercepat kerja mikroorganisme. Resep ini populer digunakan penghobi tanaman karena hasilnya cukup stabil.

  1. Siapkan bahan: Sediakan 10 liter air cucian beras, 100 ml cairan EM4, 250 gram gula merah yang telah diparut, 1 liter air kelapa tua, dan 1 butir ragi tape yang dihaluskan.

  2. Campurkan seluruh bahan: Masukkan semua bahan ke dalam ember atau jerigen berkapasitas sekitar 15 liter, lalu aduk hingga rata menggunakan pengaduk dari kayu atau bambu.

  3. Tutup rapat wadah: Tutup ember serapat mungkin agar proses fermentasi berjalan tanpa gangguan udara dari luar, mirip prinsip pada cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga.

  4. Diamkan selama 7-10 hari: Simpan wadah di tempat sejuk dan gelap. Proses fermentasi umumnya selesai dalam kurun waktu satu hingga sepuluh hari.

  5. Cek tanda keberhasilan: Pupuk dianggap matang jika beraroma seperti tape. Saring cairan terlebih dahulu sebelum digunakan agar tidak menyumbat alat semprot.

Tyler Cross, pakar tanaman hias, dikutip dari Apartment Therapy menjelaskan, "Air beras dan air pasta, pada dasarnya air berpati, membantu menciptakan bakteri baik di dalam tanah." Selain EM4 dan air beras, kamu juga bisa memanfaatkan sisa dapur lain untuk membuat pupuk cair seperti pada panduan komposting limbah dapur jadi pupuk organik atau memanfaatkan micin untuk menyuburkan tanaman.

3. Cara Mengaplikasikan Pupuk Air Cucian Beras ke Tanaman

Setelah pupuk matang, tahap berikutnya dalam cara membuat pupuk dari air cucian beras adalah mengaplikasikannya dengan takaran yang tepat. Pengenceran menjadi kunci agar tanaman tidak mengalami kelebihan nutrisi atau justru terganggu pertumbuhannya. Aplikasi bisa dilakukan lewat penyiraman ke tanah maupun penyemprotan ke daun.

  1. Encerkan pupuk lebih dulu: Untuk hasil fermentasi pekat, gunakan perbandingan sekitar 10 ml pupuk per 1 liter air bersih sebelum diaplikasikan ke tanaman.

  2. Siramkan di sekitar akar: Tuang larutan pupuk di dekat pangkal batang atau media tanam agar nutrisi langsung diserap oleh sistem perakaran, seperti pada perawatan budidaya kencur di pot dan polybag.

  3. Semprotkan ke daun (foliar): Gunakan botol semprot dan saring terlebih dahulu agar nutrisi terserap lewat stomata daun. Metode ini efektif untuk tanaman kacang panjang maupun sayuran lain.

  4. Aplikasikan pada pagi atau sore: Hindari penyemprotan saat matahari terik supaya larutan tidak cepat menguap dan penyerapan berlangsung optimal.

  5. Atur frekuensinya: Berikan pupuk cukup satu hingga dua minggu sekali. Pemakaian berlebihan justru berisiko mengundang hama, sehingga penting juga mengetahui cara membasmi hama tanaman secara alami.

Tiffany Selvey, seorang Master Gardener, dikutip dari House Digest menjelaskan, "Makronutrien yang ditemukan dalam air beras akan memberi tanaman dorongan nutrisi yang cepat." Air cucian beras terbukti membantu tanaman pulih dari stres, misalnya setelah dipindah tanam atau setelah serangan hama, dan sering dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman cabai dengan bahan dapur.

4. Manfaat dan Kandungan Nutrisi Air Cucian Beras untuk Tanaman

Sebelum rutin membuat pupuk ini, ada baiknya memahami mengapa air cucian beras begitu bermanfaat bagi tanaman. Kandungan pati, mineral, dan vitamin di dalamnya bekerja sama dengan mikroba tanah untuk mendukung pertumbuhan. Berikut sejumlah manfaat utamanya.

  • Menyediakan NPK alami: Air cucian beras memasok nitrogen, fosfor, dan kalium dalam kadar ringan yang mendukung pertumbuhan daun serta perkembangan akar.

  • Kaya mikronutrien dan vitamin: Selain unsur hara makro, terdapat pula kalsium, magnesium, zat besi, dan vitamin B kompleks yang penting bagi kesehatan tanaman.

  • Menghidupkan bakteri baik: Pati dalam air beras menjadi makanan bagi mikroba tanah seperti bakteri asam laktat yang membantu mengurai nutrisi agar mudah diserap akar.

  • Merangsang pertumbuhan akar: Fermentasi memunculkan bakteri yang mengikat nitrogen dan melepaskan hormon pemicu pertumbuhan akar.

  • Meningkatkan retensi air tanah: Aktivitas mikroba membantu menggemburkan tanah sehingga akar lebih mudah menyerap air dan menjaga kelembapan media.

  • Ramah lingkungan dan hemat biaya: Memanfaatkan limbah dapur berarti mengurangi pemborosan air sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia.

  • Cocok untuk sayuran daun dan tanaman hias: Nutrisinya sangat responsif bagi selada, bayam, hingga tanaman hias seperti aglonema dan sirih gading.

Sebagaimana dilaporkan Gardening Know How, tanaman tomat merespons sangat baik terhadap air beras berpati karena patinya menghidupkan mikroba tanah yang membantu akar menyerap air, terlebih ketika buah mulai terbentuk. Nutrisi serupa juga bermanfaat untuk memulihkan tanaman hias yang hampir mati, menyuburkan aglonema agar rimbun, serta mendukung pertumbuhan sirih gading di air. Untuk tanaman berbunga seperti bunga telang maupun cabai agar cepat berbuah, pupuk ini bisa dikombinasikan dengan pupuk organik lain layaknya praktik komposting sebelum pupuk subsidi dicabut.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Air Cucian Beras

Apakah air cucian beras bisa langsung disiram ke tanaman tanpa difermentasi?

Bisa, air cucian beras segar boleh langsung disiramkan ke tanaman dalam jumlah wajar sebagai pengganti air biasa. Namun, hasil fermentasi umumnya lebih efektif karena kandungan nutrisi dan mikroba bermanfaatnya meningkat. Pastikan air yang dipakai tidak mengandung garam atau bumbu agar tidak merusak akar.

Berapa lama air cucian beras difermentasi menjadi pupuk?

Waktu fermentasi bervariasi tergantung metode yang digunakan. Fermentasi sederhana dengan gula biasanya matang dalam 3-7 hari, sedangkan yang memakai EM4 sekitar 7-10 hari. Pupuk dianggap siap saat beraroma asam segar seperti tape, bukan bau busuk yang menyengat.

Apakah pupuk air cucian beras bisa menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?

Pupuk air cucian beras sebaiknya diposisikan sebagai suplemen, bukan pengganti tunggal pupuk seimbang. Elin Harryson, pakar tanaman di Planta, dikutip dari AOL menyatakan, "Air cucian beras tidak mengandung cukup nitrogen, fosfor, atau kalium untuk menggantikan pupuk yang seimbang." Untuk kebutuhan nutrisi tinggi, kombinasikan dengan pupuk organik atau pupuk lain sesuai jenis tanaman.

Selain sebagai pupuk, air cucian beras masih memiliki banyak kegunaan lain di rumah, mulai dari merendam jengkol agar tidak bau, dijadikan bahan perawatan rambut dan wajah, hingga menyempurnakan teknik memasak beras agar nasi pulen. Dengan begitu, tidak ada bagian dari beras yang benar-benar terbuang sia-sia.

Daftar Referensi

  1. This Old House. How to Use Rice Water for Plants: A Science-Backed, Safe Guide. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.thisoldhouse.com/gardening/rice-water-for-plants
  2. ScienceDirect (Heliyon). Combined benefits of fermented washed rice water and NPK mineral fertilizer on plant growth and soil fertility over three field planting cycles. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844023074212
  3. Gardening Know How. Is Rice Water the Secret to Stronger Plants? Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/garden-how-to/soil-fertilizers/using-rice-water-on-plants
  4. House Digest. Should You Be Using Rice Water In Your Garden & Lawn? Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.housedigest.com/1715957/rice-in-lawn-garden-fertilizer-benefits/
  5. AOL. Can You Use Rice Water to Fertilize Houseplants? Experts Weigh In. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.aol.com/articles/rice-water-fertilize-houseplants-experts-160233274.html

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending