Cara Merawat Aglonema agar Rimbun: Panduan Lengkap dari Media Tanam hingga Teknik Pemangkasan
cara merawat aglonema agar rimbun (h)
Kapanlagi.com - Aglonema atau Chinese Evergreen merupakan tanaman hias tropis yang digemari karena keindahan corak daunnya yang beragam, mulai dari hijau, merah muda, hingga merah merona. Cara merawat aglonema agar rimbun sebenarnya tidak rumit, asalkan kamu memahami kebutuhan dasarnya seperti jenis media tanam, intensitas cahaya, dan pola penyiraman yang sesuai.
Kunci utama dalam cara merawat aglonema agar rimbun terletak pada keseimbangan antara nutrisi, kelembapan, dan pemangkasan secara berkala. Meskipun tanaman ini tergolong mudah dirawat dan cocok untuk pemula, beberapa praktik perawatan spesifik bisa membuat perbedaan besar agar tanaman tetap lebat dan bersemangat.
Aglonema, yang juga dikenal sebagai Chinese Evergreen, merupakan tanaman dalam ruangan populer yang berasal dari wilayah tropis dan subtropis Asia. Tanaman ini dikenal dengan toleransinya terhadap kondisi cahaya rendah dan sering disebut sebagai "tanaman keberuntungan" karena diasosiasikan dengan keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Dilansir dari The Sill, aglonema merupakan pilihan sangat baik untuk berkebun di dalam ruangan berkat sifatnya yang mudah dirawat dan daunnya yang mencolok.
Advertisement
1. 1. Menyiapkan Media Tanam dan Pot yang Ideal untuk Aglonema
Langkah pertama dalam cara merawat aglonema agar rimbun adalah menyiapkan media tanam yang tepat dan memilih pot dengan ukuran yang sesuai. Gunakan campuran media tanam yang memiliki drainase baik agar akar tidak mudah membusuk, sekaligus mampu menyimpan kelembapan secukupnya untuk menunjang pertumbuhan daun yang lebat. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan.
Siapkan campuran media tanam yang gembur: Campuran media tanam yang ideal untuk aglonema biasanya mencakup komponen seperti tanah humus, peat moss, kulit pinus, serta perlit atau vermikulit. Kamu juga bisa menggunakan kombinasi tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1 untuk memastikan media tetap gembur dan kaya nutrisi. Media yang terlalu padat akan menghambat penetrasi akar sehingga tunas baru sulit muncul ke permukaan.
Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai: Ketika menanam atau memindahkan aglonema, pilih wadah yang memiliki lubang drainase dan media tanam yang porus. Pot dari bahan tanah liat sangat direkomendasikan karena memiliki pori-pori alami yang membantu menyerap kelebihan air dan menjaga sirkulasi udara di sekitar akar. Hindari pot yang terlalu besar karena justru bisa membuat tanah tetap basah terlalu lama.
Jangan isi media tanam sampai penuh: Sisakan ruang sekitar 2-3 cm dari bibir pot agar tunas baru memiliki cukup ruang untuk muncul ke permukaan. Media tanam yang terlalu penuh dan padat akan menyulitkan sirkulasi udara serta menghambat pertumbuhan tunas aglonema.
Letakkan lapisan drainase di dasar pot: Tambahkan pecahan genteng atau kerikil di dasar pot untuk meningkatkan aliran air dan mencegah genangan. Langkah ini sederhana tetapi sangat efektif dalam menjaga kesehatan akar aglonema.
Gunakan pot yang proporsional dengan ukuran tanaman: Pilih pot yang lebar dan tidak terlalu tinggi karena aglonema cenderung menumbuhkan cabang dari bagian bawah batangnya. Ukuran pot sekitar 6-8 inci biasanya sudah memadai untuk aglonema berukuran sedang, dan pot tanah liat umumnya menjadi pilihan terbaik.
Mengacu pada PLNTS.com, aglonema akan tumbuh optimal jika dipindahkan ke pot baru setiap 2-3 tahun atau ketika akarnya sudah terlalu penuh di pot saat ini, dan waktu terbaik untuk melakukan repotting adalah saat musim semi atau musim panas ketika tanaman sedang aktif tumbuh.
Baca juga: Cara Menggunakan Cocopeat sebagai Media Tanam Aglonema
2. 2. Mengatur Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan agar Aglonema Tumbuh Optimal
Aspek lingkungan seperti cahaya, suhu, dan kelembapan udara memiliki pengaruh besar terhadap kerimbunan aglonema. Tanaman ini berasal dari lantai hutan tropis yang teduh, sehingga cara merawat aglonema agar rimbun perlu memperhatikan kondisi serupa di dalam rumah. Berikut langkah-langkah pengaturan lingkungan yang tepat.
Tempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung: Aglonema berkembang baik di kondisi cahaya sedang hingga rendah, yaitu cahaya tidak langsung. Hindari meletakkan tanaman ini di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan daun terbakar. Lokasi ideal adalah di dekat jendela yang tertutup tirai tipis atau di ruangan yang mendapat cahaya alami secara tidak langsung.
Sesuaikan kebutuhan cahaya dengan jenis aglonema: Varietas aglonema berdaun gelap lebih toleran terhadap kondisi teduh, sementara varietas berdaun terang atau berwarna-warni membutuhkan lebih banyak cahaya untuk mempertahankan warna dan corak indahnya. Jika warna daun mulai memudar, pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang dengan pencahayaan tidak langsung.
Jaga suhu ruangan tetap stabil: Sebagaimana dikutip dari Bloomscape, aglonema menyukai suhu antara 18-24°C dan sebaiknya dijauhkan dari area berangin serta suhu di bawah 16°C. Perubahan suhu yang drastis, seperti dari hembusan AC atau pemanas ruangan, dapat menyebabkan daun rontok secara tiba-tiba.
Tingkatkan kelembapan udara di sekitar tanaman: Aglonema akan tumbuh optimal selama kelembapan udara berada di kisaran 40-60%. Gunakan pebble tray, letakkan humidifier di dekatnya, atau kelompokkan beberapa tanaman untuk menciptakan iklim mikro yang lembap. Kamu juga bisa menyemprotkan air ke daun secara berkala untuk menjaga kelembapan.
Hindari paparan angin kering dan suhu ekstrem: Hindari meletakkan aglonema di dekat pemanas atau lubang ventilasi AC karena bisa mengeringkan daun dan menyebabkan daun rontok. Aglonema adalah tanaman tropis yang menyukai kehangatan dan kelembapan, jadi pastikan lingkungannya mendukung kebutuhan alami tersebut.
Jika batang aglonema mulai memanjang dan tanaman tampak jarang, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa tanaman tidak mendapat cukup cahaya, sehingga perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih terang atau ditambahkan pencahayaan buatan. Warna dan corak daun yang memudar juga merupakan tanda kurang cahaya, karena tanaman berusaha memproduksi lebih banyak klorofil untuk memaksimalkan fotosintesis, sehingga warna alaminya berkurang.
Baca juga: Panduan Lengkap Mengenal Berbagai Jenis Tanaman Hias dan Manfaatnya
3. 3. Menerapkan Pola Penyiraman dan Pemupukan yang Tepat
Penyiraman dan pemupukan adalah dua pilar penting dalam menjaga kesehatan dan kerimbunan aglonema. Banyak pemula yang justru berlebihan dalam menyiram, padahal aglonema termasuk tanaman yang tidak suka kondisi terlalu basah. Sebagai bagian dari cara merawat aglonema agar rimbun, berikut pola penyiraman dan pemupukan yang bisa kamu ikuti.
Siram ketika permukaan tanah sudah kering: Siram aglonema ketika sekitar 50% volume tanah sudah kering. Siram secara perlahan hingga air mengalir keluar dari lubang drainase di dasar pot, kemudian buang air yang menggenang di tatakan. Penyiraman berlebihan menjadi salah satu penyebab utama akar busuk pada aglonema.
Gunakan air bersuhu ruangan: Selalu gunakan air yang sudah didiamkan dan mencapai suhu ruangan, karena air dingin bisa mengejutkan sistem perakaran. Kamu juga bisa menggunakan air yang sudah disaring atau diendapkan untuk mengurangi kandungan klorin dan mineral berlebih yang bisa menyebabkan ujung daun mengering.
Berikan pupuk secara rutin saat musim tumbuh: Berdasarkan Bloomscape, beri makan aglonema setiap bulan selama musim semi dan musim panas menggunakan pupuk tanaman hias yang diencerkan hingga setengah dosis, berikan sekali saat musim gugur, dan tidak perlu pemupukan di musim dingin ketika pertumbuhan alami melambat.
Pilih pupuk yang tepat untuk mendorong pertumbuhan daun: Gunakan pupuk cair tanaman hias yang kaya nitrogen setiap bulan selama musim semi dan musim panas untuk mendorong pertumbuhan dedaunan yang lebat. Aglonema rentan terhadap pemupukan berlebih yang bisa membakar akar dan daun, sehingga kamu bisa mengurangi risikonya dengan mengencerkan pupuk cair hingga setengah dosis yang direkomendasikan pada label.
Manfaatkan air cucian beras sebagai nutrisi tambahan: Air bekas cucian beras mengandung vitamin B1, vitamin B6, mangan, fosfor, dan zat besi yang bermanfaat sebagai nutrisi alami bagi aglonema. Cukup berikan setiap dua minggu sekali sebagai pupuk alami pengganti pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman secara ekonomis.
Hindari pemupukan di musim dingin: Hindari memberikan pupuk selama musim dingin atau saat pertumbuhan tanaman melambat. Pemupukan di saat tanaman tidak aktif tumbuh justru bisa menyebabkan penumpukan garam mineral di media tanam yang merusak akar.
Aglonema bukanlah tanaman yang membutuhkan pupuk dalam jumlah besar, sehingga tidak perlu mengaplikasikan terlalu banyak pupuk; cukup gunakan pupuk kaya nitrogen untuk mendorong pertumbuhan vegetatif yang baik, dan tambahkan pupuk organik setiap 60-90 hari.
Baca juga: Panduan Menggunakan Pupuk Gandasil B untuk Tanaman
4. 4. Melakukan Pemangkasan Strategis dan Rotasi Tanaman
Pemangkasan merupakan teknik yang sering diabaikan namun sangat efektif dalam cara merawat aglonema agar rimbun. Dengan memangkas bagian tanaman yang sudah tidak produktif, energi pertumbuhan bisa dialihkan ke tunas dan daun baru. Selain itu, rotasi pot secara berkala juga membantu pertumbuhan yang merata dari semua sisi. Berikut langkah-langkah yang perlu kamu terapkan.
Pangkas daun kuning, kering, atau rusak secara rutin: Mulailah dengan mengidentifikasi dan membuang daun yang mati, sakit, atau rusak, serta memangkas batang yang terlalu panjang hingga ke nodus atau tunas yang sehat. Daun yang menguning atau mengering tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga bisa menjadi sarang hama dan penyakit.
Lakukan tip pruning untuk mendorong pertumbuhan rimbun: Merujuk panduan dari Joyus Garden, batang aglonema yang terlalu panjang sebaiknya dipangkas untuk mendorong pertumbuhan baru dan bentuk yang lebih penuh, terutama setelah tanaman berbunga agar tetap rimbun. Potong atau cubit ujung batang, terutama di atas nodus daun, untuk merangsang tanaman bercabang ke samping.
Gunakan alat potong yang bersih dan tajam: Sterilkan gunting pangkas atau pisau dengan alkohol sebelum digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit. Lakukan pemotongan dengan sudut miring tepat di atas nodus atau tunas daun, tempat pertumbuhan baru akan muncul. Potongan yang bersih dan rapi mempercepat proses pemulihan tanaman.
Jangan memangkas lebih dari sepertiga tanaman: Jangan membuang lebih dari sepertiga dedaunan tanaman sekaligus karena hal ini bisa membuat tanaman stres. Lakukan pemangkasan secara bertahap dan beri waktu tanaman untuk pulih di antara setiap sesi pemangkasan.
Pangkas bunga untuk mengalihkan energi ke daun: Aglonema terkadang menghasilkan bunga kecil berwarna putih kehijauan. Jika tujuanmu adalah mendapatkan tanaman yang rimbun, sebaiknya pangkas bunga tersebut agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan daun-daun baru yang indah.
Rotasi pot secara berkala: Putar pot tanaman secara berkala untuk memastikan pertumbuhan merata dari semua sisi, dan bersihkan debu pada daun secara rutin agar tanaman bisa berfotosintesis secara efisien. Untuk menghindari pertumbuhan miring ke satu sisi, putar pot setiap beberapa hari agar semua bagian tanaman mendapat paparan cahaya yang sama rata.
Waktu terbaik untuk pemangkasan: Musim semi adalah waktu optimal untuk memangkas aglonema karena saat itulah tanaman keluar dari masa dormansi dan paling mampu pulih dari pemangkasan, sehingga energinya tersalurkan ke pertumbuhan baru. Meski demikian, daun yang sakit atau menguning boleh dipangkas kapan saja.
Jika aglonema sudah terlalu panjang dan tidak beraturan, potong batang hingga beberapa inci di atas permukaan tanah untuk meremajakan tanaman dan mendorong pertumbuhan baru yang rimbun. Potongan batang tersebut bisa kamu manfaatkan untuk perbanyakan tanaman melalui stek batang.
Baca juga: Cara Menggunakan Pupuk Hantu untuk Tanaman Hias Aglonema
5. Mengenali Manfaat dan Masalah Umum pada Tanaman Aglonema
Selain keindahan daunnya, aglonema juga menyimpan berbagai manfaat tersembunyi yang menjadikannya pilihan sempurna sebagai tanaman indoor. Memahami manfaat dan masalah umum tanaman ini akan membantumu menerapkan cara merawat aglonema agar rimbun secara lebih efektif. Seperti yang dilaporkan Gardenia.net, menanam dan merawat aglonema cukup mudah berkat ketahanan dan kemampuan adaptasinya terhadap kondisi dalam ruangan, termasuk toleransi cahaya rendah hingga sedang yang ideal untuk kantor atau rumah dengan pencahayaan terbatas.
Brian Minter, seorang master gardener, dikutip dari CBC News menyatakan, "Di era teknologi tinggi saat ini, di mana segalanya begitu cepat dan serba instan, tanaman adalah penawarnya."
Aglonema sebagai pembersih udara alami: Aglonema termasuk dalam daftar tanaman pemurni udara NASA yang mampu menghilangkan toksin seperti benzena dan formaldehida. Menempatkan aglonema di lingkungan dalam ruangan tidak hanya menambah keindahan dan keanggunan, tetapi juga berfungsi sebagai pemurni udara alami yang meningkatkan kualitas udara yang kita hirup.
Daun menguning: Daun yang menguning bisa disebabkan oleh penyiraman berlebih, drainase buruk, atau terlalu banyak sinar matahari langsung. Periksa kondisi media tanam dan sesuaikan frekuensi penyiraman serta pencahayaan.
Ujung daun mengering atau kecokelatan: Ujung daun yang cokelat atau mengering biasanya disebabkan oleh kelembapan rendah, penyiraman kurang, atau sensitivitas terhadap fluorida dan garam mineral. Tingkatkan kelembapan udara dan pertimbangkan untuk mengganti sumber air yang kamu gunakan.
Daun menggulung: Daun yang menggulung bisa menjadi tanda penyiraman kurang, pemupukan berlebih, atau kelembapan rendah, sehingga pastikan penyiraman dan kelembapan udara sudah memadai.
Batang memanjang dan tanaman tampak jarang (leggy): Pertumbuhan yang terlalu panjang dan pucat biasanya menandakan kurangnya cahaya, sehingga pindahkan tanaman ke lokasi dengan cahaya terang tidak langsung. Lakukan pemangkasan pada batang yang terlalu panjang untuk merangsang pertumbuhan cabang baru.
Hama yang umum menyerang aglonema: Meskipun aglonema relatif tahan terhadap hama, tanaman ini bisa diserang mealybug dan tungau laba-laba, jadi periksa tanaman secara rutin dan atasi serangan dengan sabun insektisida. Membersihkan daun dari debu secara berkala juga membantu mencegah serangan hama.
Keamanan untuk hewan peliharaan: Aglonema dianggap beracun bagi kucing dan anjing karena mengandung kristal kalsium oksalat yang bisa menyebabkan iritasi mulut dan gangguan pencernaan jika tertelan, jadi letakkan tanaman di tempat yang tidak terjangkau hewan peliharaan.
Gemburkan media tanam secara berkala: Setiap 2-4 minggu, gemburkan media tanam secara perlahan untuk mencegah pemadatan tanah yang menghambat sirkulasi udara dan pertumbuhan akar. Penggemburan ini juga membantu air dan nutrisi tersebar merata ke seluruh bagian media tanam.
Baca juga: Cara Menggunakan Antracol untuk Melindungi Tanaman Hias dari Penyakit Jamur
Merawat aglonema tidak hanya soal menyiram dan memupuk, tetapi juga tentang memahami sinyal yang diberikan tanaman. Tanaman ini akan memberitahumu saat membutuhkan air, di mana batangnya akan terkulai, tanah terasa kering, dan daun mulai menguning atau mengcokelat. Dengan mengamati kondisi tanaman secara rutin, kamu bisa segera mengambil tindakan sebelum masalah menjadi serius.
Aglonema yang dirawat dengan baik tidak hanya tumbuh rimbun dan berdaun lebat, tetapi juga mampu menghadirkan suasana segar dan menenangkan di setiap sudut rumah. Sama seperti tanaman hias lainnya, konsistensi dalam perawatan menjadi kunci keberhasilan. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara disiplin, tanaman aglonema kesayanganmu akan menunjukkan pertumbuhan yang menakjubkan dari waktu ke waktu.
Baca juga: Panduan Menanam Bunga Mawar di Pot
Baca juga: Panduan Menanam Kaktus untuk Pemula
Baca juga: Cara Menanam Pucuk Merah untuk Pemula
Baca juga: Panduan Menanam Binahong untuk Pemula
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Merawat Aglonema
Berapa kali sebaiknya aglonema disiram dalam seminggu?
Frekuensi penyiraman aglonema tergantung pada kondisi lingkungan seperti kelembapan, suhu, dan ukuran pot. Secara umum, siram aglonema ketika sekitar setengah bagian media tanam sudah terasa kering, yang biasanya berarti penyiraman 1-2 kali seminggu pada musim panas dan lebih jarang saat musim hujan. Pastikan air mengalir keluar dari lubang drainase dan jangan biarkan pot terendam air karena aglonema sangat rentan terhadap akar busuk akibat penyiraman berlebih.
Apakah aglonema bisa tumbuh rimbun di ruangan yang minim cahaya?
Aglonema memang dikenal sebagai tanaman yang toleran terhadap kondisi cahaya rendah, tetapi pertumbuhannya akan lebih lambat dan daunnya cenderung kurang rimbun. Untuk hasil terbaik, letakkan aglonema di tempat dengan cahaya terang tidak langsung. Varietas berdaun gelap lebih mampu bertahan di ruangan redup, sementara varietas berwarna cerah membutuhkan lebih banyak cahaya agar warna daunnya tetap cerah dan pertumbuhannya optimal.
Pupuk apa yang paling cocok untuk membuat aglonema rimbun?
Pupuk cair tanaman hias yang seimbang atau kaya nitrogen merupakan pilihan terbaik untuk mendorong pertumbuhan daun aglonema. Encerkan pupuk hingga setengah dosis yang direkomendasikan dan berikan setiap bulan selama musim tumbuh aktif (musim semi dan musim panas). Kamu juga bisa menambahkan pupuk organik seperti kompos setiap 2-3 bulan sebagai nutrisi tambahan yang memperkaya struktur media tanam.
Daftar Referensi
- Bloomscape. Aglaonema Care Guide. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://bloomscape.com/plant-care-guide/aglaonema/
- The Sill. How to Care for an Aglaonema. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.thesill.com/blogs/plants-101/how-to-care-for-an-aglaonema
- PLNTS.com. Care Tips for Aglaonema (Chinese Evergreen). Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://plnts.com/en/care/houseplants-family/aglaonema
- Joyus Garden. Chinese Evergreen Care Guide: Aglaonema Growing Tips. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.joyusgarden.com/aglaonema-chinese-evergreen-care/
- Gardenia.net. Chinese Evergreen (Aglaonema): All You Need To Know. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.gardenia.net/genus/aglaonema-chinese-evergreen-grow-care-best-varieties
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila, Tasya, dan April di Result Top 12 DA8, Gaya Mereka Kontras
-
Event Dangdut Murama Raih Tiga SO di Dangdut Academy 8 Top 12 Result
-
Lesti Kejora Berita Terbaru Potret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor