Cara Menanam Bunga Telang dari Biji, 7 Langkah Mudah Subur dan Cepat Berbunga
cara menanam bunga telang dari biji
Kapanlagi.com - Tanaman bunga telang kini makin populer, bukan cuma karena bunganya cantik, tapi juga karena segudang manfaatnya untuk kesehatan. Menanamnya dari biji ternyata sangat mudah, bahkan bagi pemula sekalipun!
Bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tanaman merambat tahunan yang dikenal dengan kelopak bunganya yang berwarna biru atau ungu cerah. Selain sebagai tanaman hias, bunga telang punya banyak manfaat, mulai dari pewarna alami makanan hingga teh herbal yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh.
Menanam bunga telang dari biji adalah cara paling umum dan ekonomis. Tanaman ini terkenal bandel, tidak rewel, dan minim perawatan, sehingga cocok ditanam di dataran rendah hingga tinggi, oleh pemula maupun pekebun berpengalaman.
Dengan mengikuti 7 langkah berurutan berikut, Anda bisa menikmati panen bunga telang sendiri dalam waktu sekitar 2-3 bulan. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (15/7/2026).
Advertisement
1. 1. Pilih dan Kumpulkan Biji yang Berkualitas
Langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan adalah memilih biji yang tepat. Biji bunga telang diperoleh dari polong buah yang sudah tua dan mengering di pohon. Anda harus memastikan biji yang dipilih berwarna cokelat kehitaman dan benar-benar sudah kering, karena biji yang tua memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang jauh lebih tinggi.
Untuk memastikan kualitasnya, Anda bisa melakukan tes perendaman sederhana. Masukkan biji ke dalam air, dan biji yang tenggelam menandakan bahwa biji tersebut berkualitas baik dan masih layak tanam.
Jika Anda memiliki tanaman bunga telang sebelumnya, cukup biarkan bunga mekar tanpa dipetik hingga mengering dan membentuk polong berisi biji-biji baru. Anda bisa memanen polong tersebut untuk dijadikan bibit baru yang siap ditanam kembali.
2. 2. Rendam Biji Semalaman
Perendaman adalah langkah sederhana namun sangat krusial untuk mempercepat proses perkecambahan. Biji bunga telang memiliki cangkang yang cukup keras, sehingga proses perendaman sangat membantu dalam melunakkan kulit biji tersebut sebelum ditanam.
Anda dapat merendam biji dalam air bersih dengan suhu ruang selama 7 hingga 12 jam atau dibiarkan semalaman. Sebagai alternatif, Anda juga bisa merendamnya dalam air hangat selama 1 hingga 2 jam untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat.
Setelah proses perendaman selesai, pilihlah kembali biji yang tenggelam untuk disemai. Biji yang tenggelam menunjukkan bahwa biji tersebut masih viable atau hidup, sehingga peluang untuk berkecambah akan jauh lebih besar.
3. 3. Siapkan Media Semai yang Tepat
Meskipun bunga telang tergolong tanaman yang tidak rewel dan mampu tumbuh di media apa pun, penggunaan media tanam yang ideal akan mempercepat pertumbuhan bibit. Anda disarankan untuk menggunakan campuran tanah subur atau humus, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.
Fungsi utama penambahan pasir dalam campuran media semai adalah untuk memastikan drainase air yang baik. Dengan drainase yang lancar, media tanam tidak akan terlalu basah atau becek yang berisiko membuat akar tanaman membusuk.
Masukkan media tanam tersebut ke dalam wadah semai, polybag kecil, atau gelas plastik bekas yang sudah dilubangi bagian bawahnya. Jika menggunakan nampan semai, pastikan wadah tersebut memiliki lubang atau jaring agar air tidak menggenang dan merusak bibit.
4. 4. Tanam Biji dengan Kedalaman yang Tepat
Setelah media semai siap, langkah selanjutnya adalah menanam biji ke dalam wadah. Kedalaman penanaman sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kecambah dalam menembus permukaan tanah agar bisa tumbuh dengan sempurna.
Buatlah lubang kecil pada media tanam dengan kedalaman sekitar 2 hingga 3 cm. Masukkan 1 hingga 2 biji ke dalam setiap lubang tersebut, lalu tutup kembali dengan lapisan media tanam secara tipis dan padatkan dengan lembut agar posisi biji tidak mudah berpindah.
Selain disemai terlebih dahulu, Anda juga bisa langsung menaburkan biji tersebut ke dalam pot yang lebih besar atau langsung di lahan permanen pekarangan rumah. Pastikan lokasi penanaman mendapatkan asupan cahaya yang cukup sejak awal.
5. 5. Lakukan Perawatan pada Masa Kecambah (1-2 Minggu)
Fase ini merupakan masa kritis di mana biji mulai berkecambah dan tunas muda mulai muncul dari permukaan tanah. Anda perlu menjaga kelembapan media tanam setiap hari dengan melakukan penyiraman secukupnya, namun pastikan media tidak sampai becek atau tergenang air.
Letakkan wadah semai di tempat yang teduh namun tetap mendapatkan akses cahaya matahari pagi yang cukup. Hal ini membantu tunas muda mendapatkan energi untuk tumbuh tanpa membuatnya stres karena panas matahari yang terlalu terik secara langsung.
Tunas biasanya akan mulai terlihat muncul dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu setelah biji ditanam. Selama masa ini, bibit akan mulai memunculkan daun pertama atau yang sering disebut sebagai kotiledon sebelum nantinya tumbuh daun sejati.
6. 6. Pindahkan ke Pot atau Lahan Permanen (Sekitar Minggu ke-5)
Setelah tanaman berusia sekitar 5 minggu dan memiliki beberapa daun sejati, ini adalah waktu yang tepat untuk memindahkannya ke tempat yang lebih besar. Anda bisa menggunakan pot dengan diameter minimal 15 cm atau langsung memindahkannya ke tanah di pekarangan rumah.
Saat melakukan pemindahan, lakukan proses ini dengan sangat hati-hati agar sistem perakaran tanaman tidak rusak. Gunakan campuran media tanam yang sama dengan masa semai agar tanaman tidak kaget dengan kondisi lingkungan yang baru.
Karena bunga telang memiliki sifat merambat, sangat penting untuk segera memasang lanjaran atau tiang rambatan. Anda bisa menggunakan tiang bambu atau kayu agar tanaman dapat tumbuh menjalar ke atas dengan subur, rimbun, dan tidak rebah.
7. 7. Rawat Tanaman Hingga Panen (8-10 Minggu)
Perawatan setelah tanaman berada di lokasi permanen cukup sederhana, namun membutuhkan konsistensi. Siram tanaman secara rutin, terutama pada musim kemarau, karena bunga telang membutuhkan cukup air agar proses pertumbuhan dan pembungaan berlangsung optimal.
Tempatkan tanaman di area yang terkena sinar matahari langsung setidaknya 6 hingga 10 jam setiap harinya. Meskipun bunga telang bisa tumbuh di area yang sedikit teduh, paparan sinar matahari penuh akan membuat pembungaan menjadi jauh lebih lebat dan rimbun.
Anda bisa memberikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang secara rutin setiap bulan untuk menyuburkan tanaman. Bunga telang biasanya mulai berbunga pada usia 40 hari hingga 3 bulan, dan Anda bisa memetik bunga pada pagi hari saat sedang mekar sempurna.
8. Pertanyaan Seputar Menanam Bunga Telang dari Biji
Q: Berapa lama biji bunga telang berkecambah?
A: Biji bunga telang biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda berkecambah dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah proses penanaman dilakukan di media yang tepat.
Q: Bagaimana cara memilih biji telang yang bagus?
A: Pilih biji yang sudah benar-benar tua dan kering dengan warna cokelat kehitaman. Untuk memastikan kualitasnya, rendam biji dalam air; biji yang tenggelam adalah yang terbaik.
Q: Apakah bunga telang harus ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh?
A: Tanaman ini tumbuh paling optimal di bawah paparan sinar matahari penuh selama 6 hingga 10 jam sehari, meskipun ia tetap bisa bertahan di area yang sedikit ternaungi.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari biji hingga berbunga?
A: Secara umum, bunga telang mulai memunculkan kuncup bunga pada usia sekitar 40 hari hingga 3 bulan setelah tanam, tergantung pada kondisi lingkungan dan perawatan yang diberikan.
A: Apakah bunga telang butuh banyak air?
A: Bunga telang membutuhkan penyiraman teratur, terutama di musim kemarau. Pastikan media tanam selalu dalam kondisi lembap, namun hindari genangan air agar akar tidak mengalami pembusukan.
(kpl/mab)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Dewi Perssik Tampil Stylish saat Jadi Juri Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Jadwal Dangdut Academy 8: Grup 3 Tim Melly Lee, Jumat 17 Juli
