Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau menggunakan istilah "approved" dalam berbagai situasi. Kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam komunikasi formal maupun informal.
Approved merupakan kata dalam bahasa Inggris yang secara harfiah berarti "disetujui" atau "disahkan". Istilah ini menunjukkan bahwa sesuatu telah melalui proses evaluasi dan mendapat persetujuan resmi dari pihak yang berwenang.
Pemahaman yang tepat tentang apa arti approved sangat penting karena kata ini sering digunakan dalam konteks bisnis, hukum, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Mengutip dari Merriam-Webster Dictionary, approved didefinisikan sebagai sesuatu yang telah diterima secara resmi atau dianggap memuaskan setelah melalui proses pemeriksaan.
Approved adalah bentuk past participle dari kata kerja "approve" yang berarti memberikan persetujuan atau menyetujui sesuatu. Dalam konteks yang lebih luas, approved mengacu pada status di mana sesuatu telah diperiksa, dievaluasi, dan kemudian diberikan persetujuan resmi oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Kata ini tidak hanya sekadar menunjukkan persetujuan sederhana, tetapi juga mewakili sebuah proses dan status formal. Ketika sesuatu dinyatakan approved, itu berarti telah melalui serangkaian tahapan evaluasi dan memenuhi kriteria atau standar tertentu yang telah ditetapkan.
Dalam dunia bisnis, misalnya, sebuah proposal yang approved berarti telah mendapat persetujuan untuk dilaksanakan. Di sektor perbankan, kredit yang approved menandakan bahwa pengajuan pinjaman telah disetujui dan nasabah berhak menerima dana. Sementara dalam konteks pemerintahan, undang-undang yang approved berarti telah disahkan dan siap untuk diberlakukan.
Penting untuk dipahami bahwa approved bukan hanya tentang mendapatkan "iya" atau tanda tangan. Ini melibatkan proses yang lebih kompleks, di mana objek atau subjek yang diajukan harus memenuhi serangkaian kriteria, standar, atau ekspektasi tertentu. Oleh karena itu, status approved sering kali dipandang sebagai pencapaian atau milestone penting dalam berbagai bidang.
Untuk memahami lebih dalam tentang kata "approved", kita perlu menelusuri akar etimologisnya. Kata ini berasal dari bahasa Inggris Kuno "approven", yang pada gilirannya berasal dari bahasa Prancis Kuno "aprover". Jika kita telusuri lebih jauh, kita akan menemukan akarnya dalam bahasa Latin "approbare".
Kata Latin "approbare" terdiri dari dua bagian: "ad-" yang berarti "ke" atau "menuju" dan "probare" yang berarti "membuktikan" atau "menguji". Evolusi makna kata ini menarik untuk diamati karena pada awalnya, "approve" lebih dekat dengan arti "membuktikan" atau "mendemonstrasikan".
Seiring waktu, maknanya bergeser menjadi "menyetujui" atau "mengesahkan" seperti yang kita kenal sekarang. Pergeseran ini mencerminkan bagaimana konsep persetujuan berkembang dari sekadar pembuktian menjadi proses yang lebih formal dan institusional.
Dalam bahasa-bahasa lain, kita dapat melihat konsep serupa. Misalnya, dalam bahasa Spanyol "aprobado", dalam bahasa Jerman "genehmigt", dan dalam bahasa Indonesia sendiri, kita menggunakan "disetujui" atau "disahkan". Meskipun ada variasi dalam pengucapan dan penulisan, inti dari konsep ini tetap sama di berbagai budaya dan bahasa.
Penggunaan kata "approved" dalam konteks formal mulai meningkat secara signifikan sejak abad ke-18, bersamaan dengan berkembangnya birokrasi modern dan sistem pemerintahan yang lebih terstruktur. Ini menunjukkan bagaimana evolusi bahasa sering kali mencerminkan perubahan dalam struktur sosial dan organisasi masyarakat.
Dalam dunia bisnis, kata "approved" memiliki peran yang sangat krusial dan bukan sekadar formalitas belaka. Ini merupakan indikator penting yang dapat menentukan arah dan keberlangsungan suatu proyek atau keputusan bisnis yang strategis.
Proses mendapatkan persetujuan dalam bisnis seringkali melibatkan negosiasi, revisi, dan bahkan penolakan sebelum akhirnya mencapai status approved. Dalam banyak kasus, proposal atau proyek mungkin perlu melalui beberapa iterasi dan penyesuaian sebelum mendapatkan persetujuan final.
Dalam ranah hukum, konsep "approved" memiliki signifikansi yang mendalam dan implikasi yang luas. Persetujuan dalam konteks hukum tidak hanya tentang menyetujui sesuatu, tetapi juga tentang legalitas, keabsahan, dan kekuatan hukum dari suatu keputusan atau tindakan.
Dalam konteks hukum, proses mendapatkan persetujuan seringkali melibatkan banyak tahapan, termasuk pengajuan dokumen, pemeriksaan, hearing atau dengar pendapat, dan bahkan banding jika persetujuan awal ditolak. Proses ini dirancang untuk memastikan keadilan, transparansi, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Dalam dunia pendidikan, konsep "approved" memiliki peran yang sangat penting dan multifaset. Persetujuan dalam konteks ini berkaitan dengan aspek administratif, kualitas pendidikan, standar akademik, dan perkembangan kurikulum.
Proses persetujuan dalam pendidikan melibatkan evaluasi yang ketat terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas pengajar, fasilitas, kurikulum, hingga sistem evaluasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar pendidikan yang tinggi dapat dipertahankan dan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Approve" adalah kata kerja yang berarti menyetujui, sedangkan "approved" adalah bentuk past participle yang menunjukkan status sudah disetujui. Misalnya: "The manager will approve the proposal" vs "The proposal has been approved".
Kata "approved" biasanya digunakan setelah kata kerja bantu seperti "has been", "was", atau "is". Contoh: "The document has been approved by the committee" atau "Your application is approved".
Tidak selalu. Status approved bisa bersifat kondisional atau sementara, tergantung konteksnya. Beberapa persetujuan mungkin memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi atau dapat dicabut dalam kondisi tertentu.
Pihak yang berwenang memberikan persetujuan tergantung pada konteksnya. Bisa berupa atasan, komite, lembaga pemerintah, badan regulasi, atau pihak lain yang memiliki otoritas dalam bidang tertentu.
Jika pengajuan ditolak, biasanya ada mekanisme untuk mengetahui alasan penolakan, melakukan perbaikan, dan mengajukan kembali. Beberapa sistem juga menyediakan proses banding atau review ulang.
Waktu proses sangat bervariasi tergantung jenis pengajuan dan institusi yang menangani. Bisa dari beberapa hari untuk hal sederhana hingga berbulan-bulan untuk proses yang kompleks seperti akreditasi atau perizinan besar.
Ya, dalam kondisi tertentu status approved bisa dicabut jika ditemukan pelanggaran, perubahan regulasi, atau tidak terpenuhinya syarat yang telah ditetapkan. Biasanya ada prosedur khusus untuk pencabutan persetujuan.