Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang mengharuskan perubahan rencana atau jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Istilah reschedule menjadi solusi yang umum digunakan ketika menghadapi kondisi seperti ini.
Reschedule adalah proses penjadwalan ulang suatu kegiatan, pertemuan, atau acara yang telah direncanakan sebelumnya. Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti mengatur ulang waktu atau jadwal.
Menurut Oxford Dictionary, reschedule secara khusus merujuk pada pengaturan ulang waktu atau jadwal suatu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Fleksibilitas yang dimiliki reschedule membantu individu maupun organisasi untuk tetap adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan yang cepat berubah.
Secara umum, apa arti reschedule dapat dipahami sebagai tindakan mengubah jadwal atau waktu dari suatu kegiatan, pertemuan, atau acara yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, reschedule memiliki arti "penjadwalan ulang" atau "menjadwalkan kembali".
Reschedule merupakan kegiatan yang umum dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika ada perubahan mendadak dalam situasi, kebutuhan, atau kondisi tertentu, reschedule menjadi solusi untuk menyesuaikan jadwal dengan keadaan yang baru. Proses ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan pribadi, tetapi juga dalam konteks bisnis dan profesional.
Dalam dunia perbankan, konsep reschedule juga dikenal sebagai penjadwalan kembali pembayaran kredit. Menurut buku Manajemen Bank karya Andrianto, SE., M.Ak, penjadwalan kembali (rescheduling) adalah perubahan persyaratan kredit yang hanya menyangkut jadwal pembayaran dan jangka waktu kredit. Hal ini menunjukkan bahwa konsep reschedule memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai bidang.
Tidak semua layanan atau kegiatan menyediakan fasilitas reschedule. Oleh karena itu, penting untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan penjadwalan ulang, karena setiap penyedia layanan memiliki kebijakan yang berbeda-beda.
Reschedule memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan manfaat bagi individu maupun organisasi:
Kemampuan untuk mengatur ulang jadwal atau kegiatan membantu manusia menjadi lebih adaptif menghadapi perubahan tak terduga. Dalam situasi tertentu, reschedule bukan hanya sebuah opsi, tetapi menjadi keharusan untuk memastikan efisiensi dan kelancaran berbagai aktivitas.
Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang atau organisasi perlu melakukan reschedule. Pemahaman terhadap alasan-alasan ini penting untuk menentukan kapan reschedule diperlukan:
Dalam konteks perbankan, seperti yang dijelaskan dalam buku Manajemen Bank, tindakan rescheduling dapat diberikan kepada debitur yang masih menunjukkan itikad baik untuk melunasi kewajibannya dan hanya mengalami kesulitan likuiditas sementara.
Proses reschedule berbeda-beda tergantung pada jenis layanan yang digunakan. Berikut adalah panduan lengkap untuk melakukan reschedule pada berbagai platform:
Menurut ketentuan KAI, reschedule dapat dilakukan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan kereta api dengan dikenakan biaya sebesar 25% dari tarif tiket di luar bea pesan.
Seperti halnya keputusan lainnya, reschedule memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
Berdasarkan buku Sell Like a Lady: Abaikan Hambatan dari Luar Dirimu karya Darmawangsa, reschedule adalah sesuatu yang dapat terjadi, tetapi hal itu biasanya dilakukan ketika hendak dibuat kesepakatan. Jika salah satu pihak tidak sepakat untuk menjadwalkan ulang, pertemuan atau pekerjaan dapat menjadi putus.
Untuk meminimalkan kebutuhan reschedule, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:
Reschedule merupakan bagian penting dalam mengelola waktu dan kegiatan, terutama dalam lingkup profesional maupun pribadi. Kemampuan untuk mengatur ulang jadwal membantu individu dan organisasi tetap adaptif menghadapi perubahan tak terduga.
Reschedule dalam bahasa Indonesia berarti "penjadwalan ulang" atau "menjadwalkan kembali". Ini adalah proses mengubah jadwal atau waktu dari suatu kegiatan, pertemuan, atau acara yang telah direncanakan sebelumnya.
Tidak semua tiket bisa di-reschedule. Kemampuan untuk melakukan penjadwalan ulang tergantung pada kebijakan masing-masing penyedia layanan, jenis tiket yang dibeli, dan syarat serta ketentuan yang berlaku saat pembelian.
Biaya reschedule bervariasi tergantung penyedia layanan. Untuk tiket kereta KAI, dikenakan biaya 25% dari tarif tiket. Untuk tiket pesawat, biaya dapat berbeda-beda tergantung maskapai dan jenis tiket yang dibeli.
Waktu terbaik untuk melakukan reschedule adalah sesegera mungkin setelah mengetahui adanya perubahan rencana. Hal ini untuk memastikan ketersediaan jadwal baru dan meminimalkan biaya tambahan yang mungkin dikenakan.
Reschedule adalah mengubah jadwal ke waktu yang berbeda dengan tetap mempertahankan pemesanan, sedangkan cancel adalah membatalkan pemesanan secara total. Reschedule biasanya lebih menguntungkan karena menghindari kerugian finansial yang lebih besar.
Jika sudah melewati batas waktu reschedule online, biasanya masih bisa dilakukan melalui loket atau customer service langsung. Namun, kemungkinan akan dikenakan biaya tambahan atau kebijakan yang berbeda.
Reschedule dapat mempengaruhi dokumen perjalanan lainnya seperti visa, asuransi perjalanan, atau reservasi hotel. Pastikan untuk memeriksa dan menyesuaikan dokumen-dokumen terkait setelah melakukan penjadwalan ulang.