Kapanlagi.com - Cara daftar barcode Pertamina kini menjadi syarat wajib bagi pemilik kendaraan yang ingin membeli BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Program Subsidi Tepat yang dicanangkan pemerintah ini bertujuan memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
Barcode atau QR code Pertamina berfungsi sebagai identitas digital kendaraan yang terdaftar sebagai penerima subsidi. Setiap kode bersifat unik dan terikat langsung dengan data kendaraan seperti nomor polisi, nomor rangka, dan jenis BBM yang boleh diisi.
Melansir dari subsiditepat.mypertamina.id, sistem barcode ini membantu Pertamina dalam memantau dan mencatat distribusi BBM subsidi secara akurat dan transparan. Proses cara daftar barcode Pertamina dapat dilakukan melalui tiga metode yang mudah dan praktis.
Barcode Pertamina adalah kode unik berbentuk QR yang wajib dimiliki pengguna kendaraan bermotor untuk membeli BBM subsidi di SPBU. Sistem ini merupakan bagian dari program Subsidi Tepat yang mulai berlaku sejak 1 Oktober 2024, bertujuan menjaga ketepatan penyaluran subsidi kepada masyarakat yang berhak.
Fungsi utama barcode Pertamina meliputi pencegahan penyalahgunaan BBM subsidi, pencatatan digital yang akurat, dan penyesuaian kuota nasional sesuai kebutuhan riil di lapangan. Tanpa barcode resmi, pembelian Pertalite dan Solar subsidi tidak dapat dilakukan di SPBU manapun.
Program ini didasarkan pada Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yang mengatur siapa saja yang berhak menerima BBM bersubsidi, mulai dari transportasi darat pribadi hingga usaha perikanan dan pertanian. Setiap QR code bersifat unik dan terikat langsung dengan data kendaraan seperti nomor polisi, nomor rangka, dan jenis BBM yang boleh diisi.
Mengutip dari auto2000.co.id, BBM bersubsidi ditujukan bagi kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu. Untuk kendaraan roda empat, pengguna Solar subsidi dibatasi pada mesin berkapasitas maksimal 2.000 cc, sedangkan pengguna Pertalite subsidi dibatasi pada kapasitas maksimal 1.400 cc.
Sebelum memulai cara daftar barcode Pertamina, langkah pertama yang paling penting adalah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Prosesnya serba digital, sehingga semua dokumen harus disiapkan dalam bentuk foto yang jelas dan mudah dibaca.
Untuk kendaraan pribadi, dokumen yang diperlukan meliputi foto KTP sesuai nama di STNK, foto diri (swafoto), foto STNK depan dan belakang dalam posisi terbuka, foto kendaraan yang memperlihatkan seluruh bagian, dan foto nomor polisi kendaraan. Pastikan semua foto dokumen tidak buram dan informasinya terbaca dengan baik untuk mempercepat proses verifikasi.
Untuk kendaraan komersial barang, penumpang, dan layanan umum, diperlukan semua dokumen kendaraan pribadi ditambah foto surat KIR yang masih berlaku. Sedangkan untuk non-kendaraan seperti usaha mikro, petani, dan nelayan, diperlukan foto KTP, foto diri, dan foto surat rekomendasi dari instansi pemerintah daerah terkait.
Melansir dari wuling-deta.co.id, kendaraan roda dua harus memiliki STNK atas nama pribadi dengan batas maksimal kapasitas tangki 35 liter. Sementara kendaraan roda empat harus memiliki STNK dengan jenis angkutan penumpang pribadi (bukan niaga) dan kapasitas tangki maksimal 100 liter.
Cara daftar barcode Pertamina melalui website merupakan metode yang paling banyak digunakan karena dapat diakses melalui browser di smartphone atau komputer. Metode ini sangat cocok bagi yang terbiasa melakukan segala sesuatu secara digital dan ingin memproses pendaftaran dari rumah.
Mengutip dari metrotvnews.com, proses verifikasi melalui website biasanya memakan waktu antara 7-14 hari kerja. Jika pendaftaran disetujui, Anda bisa login kembali untuk mengunduh atau mencetak barcode yang siap digunakan di SPBU.
Alternatif cara daftar barcode Pertamina yang praktis adalah melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Metode ini ideal untuk yang aktif menggunakan ponsel dan ingin mengelola seluruh proses pendaftaran secara praktis.
Keunggulan cara daftar barcode Pertamina melalui aplikasi adalah barcode akan langsung tersimpan di aplikasi tanpa perlu cetak manual. Setelah disetujui, barcode akan langsung muncul di aplikasi dan siap digunakan saat membeli BBM subsidi di SPBU.
Dilansir dari fahum.umsu.ac.id, pendaftaran barcode Pertamina untuk membeli BBM subsidi tidak dikenai biaya alias gratis. Jika ada yang memungut biaya, pastikan untuk melaporkan ke layanan pelanggan Pertamina di nomor 135.
Bagi yang merasa kurang nyaman dengan metode digital, cara daftar barcode Pertamina juga dapat dilakukan secara offline di SPBU. Metode ini sangat membantu bagi yang tidak terbiasa dengan layanan digital atau tidak memiliki perangkat dengan koneksi internet yang stabil.
Metode ini sangat membantu karena prosesnya dibantu langsung oleh petugas di SPBU yang bersangkutan. Barcode biasanya bisa langsung dicetak atau disimpan secara digital setelah pendaftaran selesai dan diverifikasi.
Mengutip dari anjirmuara.baritokualakab.go.id, petugas di SPBU akan membantu dan memandu selama proses pendaftaran. Biasanya, Anda akan diminta memindai kode QR di lokasi yang akan mengarahkan ke situs pendaftaran, dan petugas akan membantu mengisinya.
Setelah melakukan cara daftar barcode Pertamina, langkah berikutnya adalah memantau status pendaftaran. Untuk mengecek status, kunjungi laman https://subsiditepat.mypertamina.id/cekstatus/home/, masukkan nomor polisi kendaraan, nomor handphone, dan NIK pada kolom yang tersedia, lalu klik tombol "Cari".
Sistem akan menampilkan informasi status pendaftaran secara otomatis. Dengan fitur ini, Anda bisa mengetahui apakah barcode sudah aktif atau masih perlu melengkapi data. Pastikan untuk mengecek secara berkala agar tidak ketinggalan informasi penting tentang status verifikasi.
Untuk penggunaan yang optimal, simpan QR Code secara aman baik dalam bentuk digital di aplikasi MyPertamina maupun cetak fisik sebagai cadangan. Jangan bagikan QR Code ke pihak lain untuk mencegah penyalahgunaan, dan pantau batas kuota subsidi sesuai jenis kendaraan.
Perbarui data jika ada perubahan kepemilikan kendaraan atau data pribadi di akun MyPertamina. Jika QR Code tidak bisa digunakan atau muncul kendala, segera hubungi layanan pelanggan Pertamina di nomor 135 atau via email mypertamina@pertamina.com.
Tidak, pendaftaran barcode Pertamina untuk BBM subsidi sepenuhnya gratis tanpa biaya administrasi. Jika ada pihak yang memungut biaya, segera laporkan ke layanan pelanggan Pertamina di nomor 135.
Proses verifikasi bervariasi tergantung metode pendaftaran. Melalui aplikasi MyPertamina memakan waktu 1-3 hari kerja, website 7-14 hari kerja, dan di SPBU maksimal 7 hari kerja.
Pastikan alamat di KTP sesuai dengan alamat pengguna. Jika berbeda, lampirkan surat keterangan domisili dari kelurahan sebagai dokumen pendukung saat pendaftaran.
Pastikan data sudah divalidasi dengan benar. Jika masih bermasalah, hubungi Call Center MyPertamina di 135 atau kirim email ke mypertamina@pertamina.com untuk mendapatkan bantuan teknis.
Ya, barcode dapat digunakan di semua SPBU yang menjual Pertalite dan Solar subsidi serta terdaftar dalam sistem MyPertamina di seluruh Indonesia.
Kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak bisa mendaftar untuk Pertalite subsidi, dan di atas 2.000 cc tidak bisa mendaftar untuk Solar subsidi. Pendaftaran akan otomatis ditolak sistem.
Jika pendaftaran ditolak, sistem akan memberikan keterangan alasan penolakan melalui email atau notifikasi aplikasi. Perbaiki kesalahan yang disebutkan dan ulangi proses pendaftaran dengan data yang benar.