Makna Kamis Putih dan Sejarah Lengkap Perayaannya bagi Umat Kristiani
makna kamis putih (h)
Kapanlagi.com - Kamis Putih merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi Kristiani yang jatuh pada hari Kamis sebelum Paskah. Perayaan ini menandai awal dari Triduum Paskah, tiga hari suci yang memuncak pada perayaan kebangkitan Kristus.[1]
Memahami makna Kamis Putih berarti menyelami peristiwa-peristiwa terakhir dalam kehidupan Yesus sebelum penyaliban-Nya. Di hari ini, umat Kristiani mengenang Perjamuan Terakhir, pembasuhan kaki para murid, serta penetapan Sakramen Ekaristi yang menjadi inti ibadah Kristiani hingga saat ini.[2]
Menurut Britannica, Kamis Putih dirayakan untuk memperingati penetapan Ekaristi oleh Yesus Kristus saat Perjamuan Terakhir, dan banyak gereja merayakannya dengan upacara pembasuhan kaki serta pentahbisan minyak suci.[1] Perayaan ini sarat dengan makna Kamis Putih yang mendalam tentang kasih, pelayanan, dan pengorbanan diri.
Advertisement
1. Pengertian dan Arti Kamis Putih dalam Tradisi Kristiani
Kamis Putih dikenal dengan berbagai nama di seluruh dunia, dan setiap nama mencerminkan aspek tertentu dari perayaan ini. Melansir dari Dictionary.com, kata maundy berasal dari bahasa Latin mandātum yang berarti "perintah" atau "mandat," merujuk pada perintah baru Yesus kepada para murid-Nya untuk saling mengasihi.[3] Berikut beberapa pengertian penting terkait Kamis Putih.
- Maundy Thursday (Kamis Perintah). Nama ini paling umum digunakan di negara-negara berbahasa Inggris dan berasal dari nyanyian antifon Latin "Mandatum novum do vobis" yang berarti "Aku memberikan perintah baru kepadamu" (Yohanes 13:34).[1]
- Holy Thursday (Kamis Suci). Di sebagian besar negara Eropa, hari ini dikenal sebagai Kamis Suci. Ritus Romawi Gereja Katolik secara resmi menggunakan nama Holy Thursday dalam buku-buku liturgi berbahasa Inggris modernnya.[2]
- Green Thursday (Kamis Hijau). Di Jerman dan negara-negara Eropa Tengah, hari ini disebut Gründonnerstag. Nama ini berasal dari tradisi kuno memberikan ranting hijau kepada para peniten sebagai tanda selesainya masa tobat Prapaskah.[1]
- Shere Thursday (Kamis Bersih). Nama ini berasal dari kata shere yang berarti "bersih" atau "terang," merujuk pada tradisi membersihkan diri secara lahir dan batin sebagai persiapan Paskah.[2]
- Kamis Putih (Indonesia). Di Indonesia, istilah Kamis Putih lebih umum digunakan. Kata "putih" mengasosiasikan kemurnian dan kesucian, sejalan dengan makna teologis peristiwa yang dikenang pada hari ini serta warna liturgi yang digunakan.[10]
- Covenant Thursday (Kamis Perjanjian). Gereja-gereja Ortodoks Oriental menyebut hari ini sebagai Kamis Perjanjian selama Pekan Suci, menekankan aspek perjanjian baru yang ditetapkan oleh Kristus.[2]
Baca juga: Mengenal Istilah Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah
2. Sejarah Perayaan Kamis Putih dari Gereja Perdana hingga Modern
Perayaan Kamis Putih memiliki akar sejarah yang sangat panjang, bermula sejak masa gereja perdana. Melansir dari New Advent Catholic Encyclopedia, peringatan Kamis Putih secara khidmat merupakan perayaan tertua di antara peringatan-peringatan khas Pekan Suci.[8] Dalam gereja Kristen awal, berbagai upacara dilakukan pada hari ini termasuk pembaptisan, pendamaian para peniten, pentahbisan minyak suci, pembasuhan kaki, dan peringatan Ekaristi Kudus.[8]
Pada abad-abad pertama, cara perayaan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Di Roma, seluruh perayaan berlangsung pada siang hari, sementara di Afrika, Ekaristi dirayakan setelah makan malam demi lebih menyerupai suasana Perjamuan Terakhir yang sesungguhnya.[8] Santo Agustinus pada abad ke-5 bahkan mencatat adanya tradisi mandi dan membersihkan diri pada Kamis Putih sebagai persiapan rohani dan jasmani menjelang Paskah.[7]
Pada abad ke-4, perayaan Kamis Putih sudah menjadi bagian formal dari liturgi Pekan Suci. Menurut Christianity.com, gereja-gereja saat itu mulai menyelenggarakan ibadah komuni dan upacara pembasuhan kaki secara terstruktur.[4] Sejak tahun 1956, Gereja Katolik Roma merayakan Kamis Putih dengan liturgi pagi untuk pentahbisan minyak suci serta liturgi malam untuk memperingati penetapan Ekaristi disertai komuni umum.[1]
Satu tonggak penting dalam sejarah modern perayaan ini terjadi pada tahun 2016, ketika diumumkan bahwa Missale Romanum telah direvisi untuk memperbolehkan perempuan berpartisipasi sebagai bagian dari 12 orang dalam upacara Mandatum pembasuhan kaki.[2] Langkah ini memperluas makna pelayanan universal yang diajarkan Yesus. Paus Fransiskus sendiri pernah membasuh kaki para pengungsi dari berbagai agama — Islam, Kristen, dan Hindu — pada Kamis Putih 2016 di sebuah penampungan di luar Roma, menunjukkan bahwa panggilan kasih melampaui segala batas.[1]
3. Makna Kamis Putih bagi Umat Kristiani
Perayaan Kamis Putih mengandung makna teologis yang berlapis-lapis dan menyentuh inti iman Kristiani. St. Yohanes Paulus II pernah menyatakan, "Dalam Ekaristi, Kristus memberikan kepada kita karunia diri-Nya sendiri — tubuh, darah, jiwa, dan keilahian-Nya."[4] Ungkapan ini merangkum kedalaman makna Kamis Putih yang perlu dipahami setiap umat beriman. Berikut berbagai dimensi makna yang terkandung dalam perayaan ini.
- Kasih dan pengorbanan diri. Melalui Perjamuan Terakhir, Yesus memberikan diri-Nya dalam bentuk roti dan anggur sebagai tanda kasih-Nya yang tak terbatas. Tindakan ini merupakan antisipasi atas pengorbanan-Nya di kayu salib keesokan harinya.[5]
- Kerendahan hati dan pelayanan. Pembasuhan kaki para murid oleh Yesus menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani. Dr. Peter Kreeft menegaskan, "Di altar, kita tidak hanya mengingat Yesus; kita berjumpa dengan-Nya."[4]
- Penetapan Ekaristi. Kamis Putih menandai dimulainya Sakramen Ekaristi — praktik sakral yang telah berlangsung tanpa henti selama hampir dua ribu tahun di seluruh dunia.[9]
- Penetapan Imamat. Selain Ekaristi, Yesus juga memberikan tugas kepada para murid untuk melanjutkan tindakan ini sebagai imam, menetapkan dasar Sakramen Tahbisan.[9]
- Perintah baru untuk saling mengasihi. Kata "Maundy" sendiri berasal dari mandat Yesus dalam Yohanes 13:34: "Aku memberikan perintah baru kepadamu, supaya kamu saling mengasihi." Kasih yang diperintahkan ini bukan kasih sentimental, melainkan kasih sebagai komitmen dan tindakan nyata.[5]
- Syukur dan pengucapan terima kasih. Istilah eukaristia (εὐχαριστία) secara harfiah berarti "ucapan syukur atas karunia." Makna Kamis Putih mengajak umat untuk bersyukur atas rahmat kehidupan dari Allah melalui Yesus Kristus.[6]
- Pengharapan eskatologis. Perjamuan Kudus juga merupakan antisipasi kepenuhan Kerajaan Allah, membangkitkan kerinduan akan keadilan, kasih, dan damai sejahtera yang sempurna di masa mendatang.[5]
Baca juga: Kata-kata dan Ucapan Kamis Putih yang Menyentuh dan Penuh Makna
4. Peristiwa Penting yang Dikenang pada Kamis Putih
Kamis Putih merupakan salah satu hari paling padat peristiwa dalam narasi Injil. Menurut GotQuestions.org, hari ini merupakan hari ketika Yesus merayakan Paskah bersama para murid-Nya, sekaligus hari pengkhianatan dan penangkapan-Nya.[5] Keempat Injil mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada malam yang penuh makna ini, masing-masing dengan penekanan yang sedikit berbeda namun saling melengkapi.[4]
Peristiwa pertama yang menjadi fokus utama adalah Perjamuan Terakhir. Yesus mengambil roti, memberkatinya, lalu membaginya kepada murid-murid-Nya sebagai simbol tubuh-Nya yang akan diserahkan. Begitu pula dengan cawan anggur yang melambangkan darah perjanjian baru.[4] Perjamuan ini memiliki akar dalam tradisi Paskah Yahudi yang memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir, namun Yesus memperkenalkan unsur baru yang mengubah maknanya secara fundamental.[2]
Peristiwa kedua yang tak kalah penting adalah pembasuhan kaki. Injil Yohanes secara khusus menggambarkan tindakan Yesus yang menanggalkan jubah-Nya dan membasuh kaki kedua belas murid-Nya — suatu pekerjaan yang pada zaman itu dilakukan oleh hamba.[3] Menurut Presbyterian Church (U.S.A.), praktik pembasuhan kaki dalam tradisi gereja telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-5, dan merepresentasikan jalan kerendahan hati serta pelayanan yang diajarkan Kristus.[6] Teolog Jonathan Edwards menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan "representasi simbolis atas peristiwa besar" yang akan terjadi di kayu salib, di mana Yesus merendahkan diri-Nya secara total demi keselamatan manusia.[4]
Setelah Perjamuan Terakhir, peristiwa berlanjut ke Taman Getsemani, tempat Yesus berdoa dengan penuh penderitaan batin yang sangat besar. Di sana, murid-murid-Nya tertidur meski diminta berjaga, dan akhirnya Yudas Iskariot tiba memimpin pasukan untuk menangkap Yesus.[5] Rangkaian peristiwa ini — dari meja perjamuan hingga taman penderitaan — menjadikan makna Kamis Putih begitu mendalam dan kompleks, memadukan sukacita persekutuan dengan duka pengkhianatan.[4]
Baca juga: Memaknai Good Friday, Tradisi dan Perayaan Suci Umat Kristiani
5. Tradisi Kamis Putih di Berbagai Negara dan Denominasi
Perayaan Kamis Putih memiliki kekayaan tradisi yang beragam di seluruh dunia. Setiap budaya dan denominasi gereja memberikan sentuhan unik pada peringatan hari ini, meskipun inti perayaannya tetap sama. Melansir dari Britannica, dalam liturgi malam Kamis Putih, hosti dikonsekrasikan untuk komuni pada Jumat Agung (ketika tidak ada liturgi khusus), dan upacara pembasuhan kaki dilakukan oleh selebran yang secara seremonial membasuh kaki 12 orang sebagai representasi komunitas.[1] Berikut berbagai tradisi menarik dari berbagai penjuru dunia.
- Tradisi Maundy Money di Inggris. Di Kerajaan Inggris, terdapat tradisi unik berupa pembagian Maundy Money — koin perak khusus yang diberikan oleh raja atau ratu kepada warga lanjut usia yang berjasa. Nilai koin ini setara dengan usia sang monarki dalam pence. Tradisi ini telah berlangsung sejak masa Raja Edward I dan bentuk koinnya hampir tidak berubah sejak tahun 1670.[3]
- Tradisi makanan hijau di Jerman dan Eropa Tengah. Karena hari ini dikenal sebagai Green Thursday, muncul tradisi menyantap makanan berwarna hijau, mulai dari sup herba hijau hingga bayam dengan telur rebus yang diwarnai hijau. Tradisi ini kemungkinan berakar dari Seder Paskah Yahudi yang mencakup herba pahit dan hijau.[7]
- Kunjungan tujuh gereja. Di berbagai negara, terdapat tradisi mengunjungi tujuh gereja pada Kamis Putih. Di India, tradisi ini bahkan diperluas menjadi empat belas gereja, sesuai dengan jumlah Jalan Salib. Di Filipina, tradisi serupa dikenal sebagai Visita Iglesia.[2]
- Penanggalan altar (Stripping of the Church). Dalam tradisi Katolik dan beberapa gereja Protestan, ibadah Kamis Putih diakhiri dengan ritual penanggalan seluruh ornamen altar — taplak, lilin, bunga, dan pernak-pernik — dalam keheningan total. Secara simbolis, ini menggambarkan Kristus yang dilucuti dari kuasa dan kemuliaan-Nya saat ditangkap.[6]
- Adorasi Ekaristi sepanjang malam. Setelah liturgi malam, Sakramen Mahakudus dipindahkan ke tempat penyimpanan khusus. Umat diajak untuk berjaga dan berdoa di hadapan Sakramen, mengenang bagaimana para murid diminta berjaga bersama Yesus di Taman Getsemani.[9]
- Lonceng gereja yang didiamkan. Dalam Gereja Katolik, Gereja Lutheran, dan beberapa jemaat Anglikan, Gloria pada Misa Kamis Putih diiringi bunyi lonceng gereja untuk terakhir kalinya. Setelah itu, lonceng didiamkan hingga Vigili Paskah, menandai dimulainya masa duka.[2]
- Misa Krisma pagi hari. Pada pagi Kamis Putih, kebanyakan keuskupan merayakan Misa Krisma di mana uskup memberkati tiga minyak suci — Minyak Orang Sakit, Minyak Katekumen, dan Krisma Suci — yang akan digunakan sepanjang tahun untuk berbagai sakramen.[9]
- Tradisi Ortodoks. Gereja-gereja Ortodoks Timur juga mengadakan upacara pembasuhan kaki dan pemberkatan minyak. Dalam tradisi Yunani, sebuah prosesi besar dilakukan dengan membawa salib berukuran besar sementara lampu-lampu dipadamkan dan lonceng dibunyikan perlahan.[2]
Keberagaman tradisi ini menunjukkan bahwa warna liturgi yang digunakan pada Kamis Putih adalah putih atau emas, melambangkan kegembiraan atas penetapan Ekaristi sekaligus kemurnian kasih Kristus.[10] Pemilihan warna ini kontras dengan warna ungu masa Prapaskah yang mendahuluinya dan warna merah Jumat Agung yang mengikutinya, menciptakan dinamika visual yang sarat makna sepanjang Pekan Suci.[10]
Makna Kamis Putih pada akhirnya melampaui sekadar peringatan liturgis tahunan. Perayaan ini adalah panggilan bagi setiap umat Kristiani untuk membarui komitmen dalam menghidupi kasih, pelayanan, dan solidaritas sosial di tengah kehidupan sehari-hari — sebagaimana yang diteladankan oleh Kristus pada malam sebelum pengorbanan-Nya.[5] Pada tahun 2026, Kamis Putih jatuh pada tanggal 2 April.[5]
Baca juga: Ucapan Paskah Penuh Sukacita untuk Keluarga dan Teman
6. FAQ Seputar Makna Kamis Putih
1. Apa itu Kamis Putih?
Kamis Putih adalah hari Kamis sebelum Paskah yang memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya. Hari ini juga dikenal sebagai Maundy Thursday atau Holy Thursday dan menandai awal Triduum Paskah, tiga hari suci menjelang kebangkitan Kristus.[1]
2. Mengapa disebut Kamis Putih?
Di Indonesia, nama "Kamis Putih" merujuk pada warna liturgi putih yang digunakan pada hari tersebut, melambangkan kemurnian, kesucian, dan kegembiraan atas penetapan Ekaristi.[10] Dalam bahasa Inggris, nama Maundy berasal dari kata Latin mandatum (perintah), mengacu pada perintah baru Yesus untuk saling mengasihi.[1]
3. Apa makna Kamis Putih yang paling utama?
Makna Kamis Putih yang paling utama mencakup pengenangan atas Perjamuan Terakhir, penetapan Sakramen Ekaristi, teladan kerendahan hati melalui pembasuhan kaki, serta perintah baru untuk saling mengasihi. Hari ini juga merupakan momen untuk merenungkan pengorbanan Kristus yang memberikan diri-Nya sepenuhnya bagi keselamatan dunia.[5]
4. Apa hubungan Kamis Putih dengan Paskah?
Kamis Putih merupakan awal dari Triduum Paskah, rangkaian tiga hari suci yang mencakup Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, yang berujung pada perayaan kebangkitan Kristus pada Minggu Paskah. Tanpa peristiwa Kamis Putih, konteks pengorbanan dan kebangkitan Kristus tidak akan utuh.[9]
5. Mengapa ada upacara pembasuhan kaki pada Kamis Putih?
Upacara pembasuhan kaki dilakukan untuk mengenang tindakan Yesus yang membasuh kaki kedua belas murid-Nya pada malam Perjamuan Terakhir. Tindakan ini merupakan teladan pelayanan yang rendah hati, menunjukkan bahwa kasih Kristiani bukan sekadar emosi melainkan tindakan konkret.[6]
6. Kapan Kamis Putih 2026 dirayakan?
Pada tahun 2026, Kamis Putih jatuh pada tanggal 2 April.[5] Tanggal ini berubah setiap tahun karena mengikuti perhitungan kalender lunar yang menentukan tanggal Paskah, yaitu hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah ekuinoks musim semi.
7. Apakah semua denominasi Kristen merayakan Kamis Putih?
Ya, perayaan Kamis Putih diakui oleh hampir semua denominasi Kristen termasuk Katolik, Protestan, Anglikan, Lutheran, Metodis, Presbiterian, dan Ortodoks. Namun, cara perayaannya bervariasi antar-denominasi — beberapa menekankan upacara Komuni Kudus, sementara yang lain menambahkan pembasuhan kaki atau ibadah Tenebrae.[2]
Daftar Referensi
- Britannica. Maundy Thursday | Christianity, Holy Week, Description, Meaning, Celebrations, & Facts. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.britannica.com/topic/Maundy-Thursday
- Wikipedia. Maundy Thursday. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Maundy_Thursday
- Dictionary.com. What Is "Maundy Thursday," And What Does "Maundy" Mean? Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.dictionary.com/articles/what-does-maundy-thursday-mean
- Christianity.com. What Does Maundy Thursday Mean and Why Celebrate it? Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.christianity.com/wiki/holidays/what-is-maundy-thursday-11628350.html
- GotQuestions.org. What is Maundy Thursday / Holy Thursday? Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.gotquestions.org/Maundy-Thursday.html
- Presbyterian Church (U.S.A.). Maundy Thursday. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://pcusa.org/about-pcusa/agencies-entities/interim-unified-agency/ministry-areas/theology-worship/worship/christian-year/maundy-thursday
- Catholic Culture. Traditions of Holy Thursday. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.catholicculture.org/commentary/traditions-holy-thursday/
- New Advent Catholic Encyclopedia. Maundy Thursday (Holy Thursday). Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://www.newadvent.org/cathen/10068a.htm
- Hallow. Holy Thursday: Biblical Roots of the Last Supper and Washing of the Feet, Mass Readings, and Prayers. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://hallow.com/blog/holy-thursday/
- Kapanlagi.com. Mengenal Istilah Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://plus.kapanlagi.com/mengenal-istilah-kamis-putih-jumat-agung-dan-paskah-c95c7a.html
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila Nurwanti Sebut April Sebagai Pesaing Terberat di D'Academy