8 Ciri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial, Ternyata Bisa Terlihat dari Unggahannya

8 Ciri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial, Ternyata Bisa Terlihat dari Unggahannya
iri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial - AI generated

Kapanlagi.com - Unggahan di media sosial tidak selalu menyampaikan maksud secara langsung. Ada orang yang membagikan cerita tentang pekerjaan, barang, pencapaian, atau kehidupannya dengan cara yang terlihat seperti keluhan atau cerita biasa.

Pola seperti ini dikenal sebagai humblebragging, yaitu menyampaikan kebanggaan melalui keluhan atau kesan merendah. American Psychological Association (APA), dalam artikel “Why humblebragging is never a good idea”, menjelaskan bahwa cara tersebut berkaitan dengan usaha seseorang membentuk kesan tertentu dan bisa memengaruhi cara orang lain melihat unggahan tersebut.

Namun, tidak semua unggahan yang terlihat seperti pamer dibuat dengan maksud yang sama. Lantas, seperti apa ciri orang yang suka pamer secara halus di media sosial? Berikut beberapa pola yang bisa diperhatikan, dihadirkan KapanLagi, Sabtu (3/10).

1. Menyisipkan Pencapaian dalam Keluhan

iri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial - AI generated

Salah satu ciri orang yang suka pamer terlihat ketika pencapaian disampaikan melalui keluhan. Misalnya, seseorang mengeluhkan banyaknya pekerjaan karena mendapat beberapa tawaran dalam waktu berdekatan.

Kalimat yang digunakan dapat terlihat seperti curhat, tetapi bagian tertentu justru menunjukkan sesuatu yang ingin diketahui orang lain.

Pola seperti ini termasuk humblebragging. APA menjelaskan bahwa membanggakan diri dengan cara menyamarkannya sebagai keluhan dapat menghasilkan kesan yang berbeda dari tujuan pembuat unggahan.

2. Menampilkan Barang dengan Cara Tersirat

Pamer tidak selalu dilakukan dengan menyebut harga atau merek barang secara langsung. Foto meja kerja, kendaraan, gawai, pakaian, atau tempat makan dapat menjadi bagian dari unggahan yang menyampaikan hal tersebut.

Keterangan foto terkadang justru dibuat singkat agar perhatian pembaca tertuju pada benda yang terlihat.

Dalam kondisi ini, unggahan tidak bisa langsung dianggap sebagai pamer karena seseorang mungkin memang sedang membagikan kegiatan sehari-hari. Makna unggahan tetap bergantung pada konteks dan pola yang muncul berulang.

3. Mengaitkan Unggahan dengan Tokoh Tertentu

Sebagian orang memasukkan nama tokoh, perusahaan, komunitas, atau orang yang dikenal ke dalam cerita sehari-hari. Penyebutan tersebut dapat dilakukan tanpa menjelaskan secara langsung mengapa hubungan itu penting.

Pembaca kemudian bisa menangkap pesan mengenai lingkungan pergaulan atau pekerjaan yang dimiliki pembuat unggahan.

Pola penyebutan nama juga dibahas dalam kajian tentang pengelolaan kesan. APA menyebut name dropping sebagai salah satu cara yang dapat digunakan seseorang ketika ingin membentuk kesan tertentu di hadapan orang lain.

4. Mengunggah Pencapaian dengan Nada Merendah

iri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial - AI generated

Unggahan tentang penghargaan, pekerjaan, perjalanan, atau pencapaian dapat disampaikan dengan kalimat yang seolah menunjukkan rasa tidak percaya diri.

Contohnya berupa kalimat yang mempertanyakan mengapa seseorang kembali menerima penghargaan atau mendapat kesempatan tertentu.

Cara tersebut dapat membuat pencapaian menjadi pusat perhatian tanpa menyebutnya sebagai kebanggaan secara langsung. Psychology Today juga menjelaskan bahwa humblebragging sering menggabungkan keluhan dan pencapaian dalam satu unggahan.

Kesibukan juga dapat menjadi bagian dari ciri orang yang suka pamer ketika terus ditampilkan melalui unggahan. Bentuknya bisa berupa jadwal kerja, pertemuan, perjalanan, atau aktivitas yang berlangsung dalam satu hari.

Satu unggahan tentu belum cukup untuk membaca maksud seseorang. Namun, pola yang sama dan muncul terus-menerus dapat memperlihatkan bagian kehidupan yang ingin ditonjolkan.

Karena media sosial memberi ruang untuk memilih apa yang dibagikan, pembuat konten memang memiliki kendali atas informasi yang ingin ditampilkan kepada pengikutnya.

6. Menggunakan Kalimat yang Memancing Pujian

Ada pula unggahan yang sengaja dibuat seperti pertanyaan, padahal isinya menyampaikan pencapaian tertentu. Pertanyaan tersebut dapat membuat orang lain memberikan komentar atau pujian.

Misalnya, seseorang menanyakan pilihan tempat setelah menyebut bahwa ia akan melakukan perjalanan ke beberapa daerah.

Cara tersebut tidak selalu berarti pamer. Namun, jika pola serupa terus digunakan untuk menampilkan pencapaian, unggahan tersebut bisa dibaca sebagai bentuk mencari pengakuan.

7. Membandingkan Diri Secara Tidak Langsung

Perbandingan dapat muncul melalui cerita mengenai kehidupan sendiri yang ditempatkan berhadapan dengan pengalaman orang lain.

Unggahan seperti ini tidak selalu menyebut siapa yang dibandingkan. Namun, pilihan kata atau konteks cerita dapat membuat pembaca menangkap adanya perbandingan.

Dalam media sosial, orang memang cenderung membentuk gambaran dirinya melalui informasi yang mereka pilih untuk dibagikan. Psychology Today menjelaskan bahwa unggahan media sosial dapat digunakan seseorang untuk membentuk gambaran tertentu tentang dirinya di lingkungan sosial.

8. Menampilkan Kehidupan yang Dipilih untuk Dilihat

Media sosial memungkinkan seseorang memilih momen tertentu untuk ditampilkan. Karena itu, rangkaian unggahan yang berisi perjalanan, pekerjaan, barang, pertemuan, atau pencapaian dapat memberikan gambaran tertentu tentang kehidupan pemilik akun.

Hal tersebut belum tentu berarti orang tersebut sengaja menyembunyikan keadaan lain. Unggahan media sosial memang hanya memperlihatkan bagian kehidupan yang dipilih untuk dibagikan.

Karena itu, mengenali ciri orang yang suka pamer sebaiknya tidak digunakan untuk memberi label kepada seseorang. Pembaca dapat melihat pola unggahan tanpa menganggap satu foto atau satu kalimat sebagai bukti pasti.

9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Suka Pamer Secara Halus di Media Sosial

Apa yang dimaksud dengan pamer secara halus di media sosial?

Pamer secara halus adalah menyampaikan pencapaian atau kelebihan melalui keluhan, cerita, atau unggahan yang terlihat seperti informasi biasa.

Apa itu humblebragging?

Humblebragging adalah cara membanggakan diri dengan menyamarkannya sebagai keluhan atau kerendahan hati.

Mengapa orang suka pamer di media sosial?

Unggahan dapat digunakan untuk membentuk gambaran tertentu tentang diri sendiri dan memengaruhi cara orang lain melihatnya.

Apakah semua unggahan pencapaian termasuk pamer?

Tidak. Satu unggahan tidak cukup untuk menentukan maksud seseorang karena konteks dan tujuan berbagi perlu diperhatikan.

Bagaimana mengenali pamer secara halus?

Perhatikan pola unggahan, terutama jika keluhan, pencapaian, perbandingan, atau pencarian pujian muncul berulang dengan cara yang serupa.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending