Cara Daftar Haji Plus: Panduan Lengkap untuk Keberangkatan Lebih Cepat

Kapanlagi.com - Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Namun, antrean panjang haji reguler yang mencapai 18 tahun sering menjadi kendala bagi calon jamaah yang ingin segera berangkat ke tanah suci.

Cara daftar haji plus menjadi solusi alternatif dengan waktu tunggu yang lebih singkat, yakni sekitar 5-7 tahun. Program haji khusus ini dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah mendapat izin resmi dari Kementerian Agama.

Melansir dari indonesia.go.id, haji plus memiliki kelebihan berupa masa tunggu pemberangkatan yang lebih cepat dan fasilitas hotel yang biasanya lebih dekat dengan Masjidil Haram. Meski demikian, cara daftar haji plus memerlukan persiapan yang matang dan pemilihan PIHK yang terpercaya.

1 dari 6 halaman

1. Pengertian dan Perbedaan Haji Plus dengan Haji Reguler

Pengertian dan Perbedaan Haji Plus dengan Haji Reguler (c) Ilustrasi AI

Haji plus atau haji khusus adalah program ibadah haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta berupa Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah mendapat izin resmi dari Kementerian Agama. Program ini masih termasuk dalam kuota resmi yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

Perbedaan utama haji plus dengan haji reguler terletak pada waktu tunggu keberangkatan dan biaya yang dikeluarkan. Jika haji reguler memiliki waktu tunggu hingga 18 tahun, haji plus hanya memerlukan waktu tunggu 5-7 tahun. Dari segi biaya, haji plus jauh lebih mahal dengan kisaran USD 8.000-20.500 atau sekitar Rp 130-330 juta.

Fasilitas yang diberikan dalam program haji plus juga lebih premium dibandingkan haji reguler. Hotel yang disediakan biasanya bintang 4-5 dengan lokasi yang lebih dekat ke Masjidil Haram, sehingga memudahkan jamaah dalam menjalankan ibadah. Selain itu, pelayanan dan bimbingan ibadah yang diberikan PIHK cenderung lebih personal dan intensif.

Mengutip dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), meskipun dikelola pihak swasta, haji plus tetap mengikuti aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Semua PIHK wajib memiliki izin resmi dan terdaftar di Kementerian Agama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.

2. Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Daftar Haji Plus

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Daftar Haji Plus (c) Ilustrasi AI

Persyaratan mendaftar haji plus pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan haji reguler. Calon jamaah harus memenuhi syarat umum berupa beragama Islam, berusia minimal 18 tahun saat keberangkatan, sehat jasmani dan rohani, serta mampu secara finansial untuk membiayai perjalanan ibadah.

Dokumen yang harus disiapkan meliputi:

  1. Formulir pendaftaran haji plus yang telah diisi lengkap
  2. Paspor asli dengan masa berlaku minimal 7 bulan dari tanggal keberangkatan
  3. Nama dalam paspor harus terdiri dari minimal 3 suku kata
  4. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  5. Fotokopi surat nikah bagi pasangan suami istri
  6. Fotokopi akta kelahiran
  7. Pas foto dengan ketentuan: 30 lembar ukuran 3x4 dan 15 lembar ukuran 4x6 berlatar belakang putih
  8. Surat keterangan sehat dari dokter
  9. Surat kuasa pemilihan PIHK
  10. Surat pernyataan masuk waiting list

Persyaratan finansial yang paling penting adalah kemampuan membayar setoran awal sebesar USD 4.500-5.000 atau sekitar Rp 70-80 juta ke rekening resmi Kementerian Agama. Setoran ini akan menjadi jaminan untuk mendapatkan nomor porsi haji yang menentukan urutan keberangkatan.

3. Langkah-Langkah Cara Daftar Haji Plus

Langkah-Langkah Cara Daftar Haji Plus (c) Ilustrasi AI

Proses pendaftaran haji plus dimulai dengan pemilihan PIHK yang tepat dan terpercaya. Calon jamaah harus memastikan bahwa travel atau biro haji yang dipilih memiliki izin resmi dari Kementerian Agama dan terdaftar dalam daftar PIHK resmi.

Langkah-langkah pendaftaran adalah sebagai berikut:

  1. Memilih PIHK terpercaya dengan mengecek legalitas melalui website resmi Kementerian Agama
  2. Mendatangi kantor PIHK untuk melakukan konsultasi dan pendaftaran awal
  3. Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan dokumen yang diperlukan
  4. Membayar setoran awal sebesar USD 4.500-5.000 ke bank penerima setoran yang ditunjuk
  5. Mendapatkan bukti setoran awal yang mencantumkan nomor validasi
  6. PIHK melakukan verifikasi data dan dokumen calon jamaah
  7. Memperoleh nomor porsi haji dari Kementerian Agama melalui PIHK
  8. Menunggu jadwal keberangkatan sesuai urutan nomor porsi

Setelah mendapatkan nomor porsi, calon jamaah dapat mengecek estimasi keberangkatan melalui website resmi Kementerian Agama. Proses pelunasan biaya haji plus biasanya dilakukan 4-6 bulan sebelum keberangkatan sesuai ketentuan masing-masing PIHK.

4. Tips Memilih PIHK yang Terpercaya dan Aman

Tips Memilih PIHK yang Terpercaya dan Aman (c) Ilustrasi AI

Memilih PIHK yang tepat merupakan kunci sukses dalam menjalankan ibadah haji plus. Langkah pertama adalah memastikan legalitas PIHK dengan mengecek daftar resmi di website Kementerian Agama atau menanyakan langsung ke kantor Kemenag setempat.

Beberapa kriteria PIHK terpercaya yang perlu diperhatikan:

  1. Memiliki izin resmi dan terdaftar di Kementerian Agama
  2. Transparansi biaya dengan rincian yang jelas dan tidak ada biaya tersembunyi
  3. Track record yang baik dengan testimoni positif dari jamaah sebelumnya
  4. Fasilitas yang sesuai dengan paket yang ditawarkan
  5. Memiliki kantor fisik yang jelas dan mudah dihubungi
  6. Menyediakan asuransi untuk keamanan jamaah
  7. Jadwal keberangkatan yang pasti berdasarkan kuota resmi

Hindari PIHK yang menawarkan harga terlalu murah atau menjanjikan keberangkatan instan tanpa nomor porsi. Hal ini bisa jadi indikasi penipuan yang merugikan calon jamaah. Selalu lakukan riset mendalam dan jangan terburu-buru dalam memilih PIHK.

Mengutip dari detik.com, calon jamaah disarankan untuk mencari informasi melalui internet, bertanya kepada keluarga atau relasi yang pernah menggunakan jasa PIHK tersebut, dan memastikan semua fasilitas sesuai dengan yang dijanjikan.

5. Biaya dan Sistem Pembayaran Haji Plus

Biaya dan Sistem Pembayaran Haji Plus (c) Ilustrasi AI

Biaya haji plus bervariasi tergantung pada paket dan fasilitas yang dipilih. Berdasarkan data dari berbagai PIHK, kisaran biaya haji plus 2025 adalah USD 10.000-20.500 atau sekitar Rp 162-332 juta dengan kurs Rp 16.236 per USD.

Komponen biaya haji plus meliputi:

  1. Setoran awal USD 4.500-5.000 untuk mendapatkan nomor porsi
  2. Biaya paket yang mencakup transportasi, akomodasi, konsumsi, dan bimbingan ibadah
  3. Biaya tambahan seperti visa, asuransi, dan keperluan pribadi
  4. Biaya handling oleh PIHK untuk pelayanan selama di tanah suci

Sistem pembayaran umumnya dapat dilakukan secara bertahap melalui tabungan haji plus di bank syariah atau cicilan langsung ke PIHK. Beberapa bank menyediakan fasilitas tabungan khusus haji plus yang memudahkan calon jamaah dalam mengumpulkan dana.

Pelunasan biaya biasanya harus diselesaikan 4-6 bulan sebelum keberangkatan. PIHK akan memberikan jadwal pembayaran yang jelas sesuai dengan estimasi keberangkatan berdasarkan nomor porsi yang diperoleh jamaah.

Melansir dari sahabat.pegadaian.co.id, beberapa lembaga keuangan juga menyediakan pembiayaan khusus untuk haji plus dengan sistem syariah, sehingga memudahkan calon jamaah yang belum memiliki dana lengkap untuk segera mendaftar.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

Berapa lama waktu tunggu haji plus?

Waktu tunggu haji plus berkisar antara 5-7 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler yang bisa mencapai 18 tahun. Waktu tunggu ini tergantung pada kuota yang tersedia dan kapan calon jamaah mendaftar serta mendapatkan nomor porsi.

Apakah haji plus termasuk kuota resmi pemerintah?

Ya, haji plus termasuk dalam kuota resmi yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Program ini dikelola oleh PIHK yang telah mendapat izin resmi dari Kementerian Agama, sehingga keberangkatannya dijamin legal dan aman.

Bagaimana cara mengecek nomor porsi haji plus?

Nomor porsi haji plus dapat dicek melalui website resmi Kementerian Agama di haji.kemenag.go.id. Masukkan nomor porsi yang diperoleh saat pendaftaran untuk melihat estimasi keberangkatan dan status pendaftaran.

Apa perbedaan haji plus dengan haji furoda?

Haji plus menggunakan kuota resmi pemerintah dengan waktu tunggu 5-7 tahun, sedangkan haji furoda adalah program nonkuota dengan visa mujamalah yang bisa berangkat langsung tanpa masa tunggu. Biaya haji furoda umumnya lebih mahal dibandingkan haji plus.

Apakah bisa membatalkan pendaftaran haji plus?

Pembatalan pendaftaran haji plus dimungkinkan sesuai dengan ketentuan masing-masing PIHK. Namun, setoran awal yang telah dibayarkan ke Kementerian Agama biasanya tidak dapat dikembalikan atau akan dikenakan potongan administrasi yang cukup besar.

Bagaimana jika PIHK yang dipilih bermasalah?

Jika PIHK bermasalah, calon jamaah dapat melaporkan ke Kementerian Agama untuk mendapatkan perlindungan. Oleh karena itu, penting memilih PIHK yang terdaftar resmi dan memiliki track record yang baik untuk menghindari risiko tersebut.

Apakah ada batasan usia untuk mendaftar haji plus?

Batasan usia minimal untuk mendaftar haji plus adalah 12 tahun saat pendaftaran dan minimal 18 tahun saat keberangkatan. Untuk calon jamaah lanjut usia, diperlukan surat keterangan sehat dari dokter yang menyatakan mampu menjalankan ibadah haji.

(kpl/fed)

Topik Terkait