Kapanlagi.com - Keamanan data pribadi di handphone menjadi prioritas utama di era digital saat ini. Cara kunci aplikasi di handphone telah menjadi solusi efektif untuk melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak diinginkan.
Berbagai metode penguncian aplikasi tersedia untuk pengguna Android dan iPhone dengan tingkat keamanan yang berbeda-beda. Fitur bawaan sistem operasi maupun aplikasi pihak ketiga menawarkan opsi perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Menurut Panduan Keamanan Digital Pembuat Konten oleh Sasmito dkk, melindungi ponsel dengan kunci merupakan langkah fundamental agar perangkat tidak mudah diakses orang lain. Penggunaan kombinasi angka, huruf, dan karakter lain dalam password memberikan perlindungan optimal dibandingkan tanggal lahir atau nomor yang mudah dikenali.
Mengunci aplikasi adalah proses memberikan lapisan keamanan tambahan pada aplikasi tertentu di handphone dengan menggunakan metode autentikasi seperti PIN, pola, password, atau biometrik. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melindungi aplikasi yang berisi data sensitif tanpa harus mengunci seluruh perangkat.
Pentingnya mengunci aplikasi terletak pada perlindungan privasi dan data pribadi yang tersimpan dalam berbagai aplikasi. Aplikasi perbankan, media sosial, galeri foto, dan aplikasi komunikasi seringkali menyimpan informasi yang sangat pribadi dan berharga.
Keamanan berlapis ini memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk menentukan aplikasi mana yang memerlukan perlindungan ekstra. Bahkan ketika seseorang berhasil mengakses handphone, mereka masih memerlukan autentikasi tambahan untuk membuka aplikasi yang dikunci.
Mengutip dari Modul Literasi Digital oleh FX. Lilik Dwi Mardjianto dkk, faktor keamanan perangkat terutama ponsel pintar menjadi bagian terpenting pada era sekarang. Kemudahan mengoperasikan perangkat membuat ponsel menjadi favorit, namun tanpa memperhatikan keamanan dapat mendatangkan malapetaka.
Sistem operasi Android menyediakan berbagai opsi untuk mengunci aplikasi, baik melalui fitur bawaan maupun aplikasi pihak ketiga. Sebagian besar smartphone Android modern telah dilengkapi dengan fitur penguncian aplikasi yang terintegrasi dalam sistem.
Menurut Modul Literasi Digital, penambahan kunci ganda berupa sidik jari, PIN, atau kata kunci di masing-masing aplikasi penting seperti email, media sosial, dan aplikasi percakapan sangat direkomendasikan untuk keamanan optimal.
iPhone menggunakan pendekatan berbeda dalam mengunci aplikasi karena sistem iOS yang lebih tertutup. Meskipun tidak memiliki fitur penguncian aplikasi langsung seperti Android, iOS menyediakan beberapa metode alternatif yang efektif.
Sistem keamanan iOS mengandalkan enkripsi tingkat sistem dan autentikasi biometrik yang terintegrasi untuk memberikan perlindungan menyeluruh pada data pengguna.
Selain mengunci aplikasi, terdapat beberapa langkah tambahan yang dapat meningkatkan keamanan handphone secara keseluruhan. Kombinasi berbagai metode keamanan akan memberikan perlindungan berlapis yang lebih efektif.
Penggunaan autentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi penting seperti email, media sosial, dan perbankan memberikan lapisan keamanan ekstra. Aplikasi authenticator seperti Google Authenticator lebih aman dibandingkan SMS karena tidak rentan penyadapan.
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara rutin sangat penting untuk menutup celah keamanan yang baru ditemukan. Penggunaan sistem operasi legal memastikan pembaruan keamanan dapat diterima dengan baik.
Mengutip dari Panduan Keamanan Digital Pembuat Konten, penggunaan kunci fisik seperti YubiKey atau Google Titan dinilai sebagai metode 2FA paling aman saat ini. Meskipun demikian, pengguna harus berhati-hati menyimpannya agar tidak hilang atau jatuh ke tangan yang salah.
Pengelolaan izin aplikasi merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan data pribadi. Setiap aplikasi yang diinstal meminta berbagai izin akses seperti kamera, mikrofon, lokasi, dan penyimpanan yang perlu dikontrol dengan cermat.
Pada Android, pengguna dapat mengakses pengaturan izin melalui "Pengaturan" > "Aplikasi" > pilih aplikasi > "Izin" untuk mengatur akses individual. Nonaktifkan izin yang tidak diperlukan untuk fungsi utama aplikasi tersebut.
iPhone menyediakan kontrol izin yang lebih granular melalui "Pengaturan" > "Privasi & Keamanan" dimana pengguna dapat melihat aplikasi mana saja yang mengakses data tertentu. Fitur App Tracking Transparency memungkinkan pengguna mengontrol pelacakan lintas aplikasi.
Peninjauan berkala terhadap aplikasi yang terinstal dan izin yang diberikan membantu mengidentifikasi potensi risiko keamanan. Hapus aplikasi yang tidak lagi digunakan dan batasi izin aplikasi sesuai kebutuhan fungsional.
Mengunci aplikasi umumnya tidak memperlambat kinerja handphone secara signifikan. Fitur bawaan sistem operasi dirancang untuk bekerja efisien, sementara aplikasi pihak ketiga berkualitas tinggi juga mengoptimalkan penggunaan sumber daya sistem.
Sebagian besar sistem penguncian aplikasi menyediakan opsi pemulihan melalui pertanyaan keamanan, email, atau metode autentikasi alternatif. Untuk aplikasi pihak ketiga, biasanya tersedia opsi reset melalui pengaturan keamanan perangkat.
Ya, aplikasi yang dikunci tetap dapat menerima dan menampilkan notifikasi. Namun, beberapa sistem penguncian menyediakan opsi untuk menyembunyikan konten notifikasi demi privasi tambahan.
Kemampuan mengunci aplikasi sistem tergantung pada metode yang digunakan. Beberapa fitur bawaan dan aplikasi pihak ketiga memungkinkan penguncian aplikasi sistem, namun hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu fungsi dasar perangkat.
Penguncian aplikasi melindungi dari akses fisik tidak sah, namun tidak secara langsung melindungi dari malware. Perlindungan malware memerlukan antivirus, pembaruan sistem rutin, dan kehati-hatian dalam menginstal aplikasi.
Handphone dengan sistem operasi lama mungkin tidak memiliki fitur penguncian aplikasi bawaan. Solusinya adalah menggunakan aplikasi pihak ketiga yang kompatibel dengan versi sistem operasi tersebut, meskipun pilihan mungkin terbatas.
Tidak perlu mengunci semua aplikasi karena dapat mengganggu kenyamanan penggunaan. Fokuskan pada aplikasi yang berisi data sensitif seperti perbankan, email, media sosial, galeri foto, dan aplikasi komunikasi pribadi untuk keseimbangan antara keamanan dan kemudahan akses.
Yuk, baca artikel seputar panduan dan cara menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?