Kapanlagi.com - Cara membuat kartu ucapan pop up sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Membuat kartu pop-up adalah cara yang menyenangkan dan kreatif untuk mengekspresikan perasaan di berbagai momen spesial. Hanya dengan kertas, gunting, dan lem, kamu bisa menghasilkan kartu tiga dimensi yang membuat penerimanya tersenyum lebar.
Kartu handmade seperti ini memberikan sentuhan personal yang tidak bisa didapatkan dari kartu yang dibeli di toko. Mempelajari cara membuat kartu ucapan pop up juga bisa menjadi kegiatan seru bersama anak-anak maupun sahabat, sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan tangan.
Dilansir dari Cardmaking Hub, saat membuat kartu pop-up, penting untuk memilih kertas yang tepat seperti cardstock atau kertas konstruksi yang kokoh dalam berbagai warna agar menghasilkan kedalaman dan dimensi pada desain, serta menghindari kertas yang terlalu tipis karena tidak mampu menopang elemen pop-up dengan baik.
Advertisement
Siapkan dua lembar kertas karton: Lipat selembar kertas konstruksi atau cardstock menjadi dua bagian yang sama. Jika ingin membuat kartu berukuran lebih kecil, potong kertas terlebih dahulu sebelum dilipat. Lembar pertama akan menjadi bagian dalam kartu, sedangkan lembar kedua menjadi sampul luar.
Buat guntingan tab pada lipatan: Lipat cardstock menjadi dua, lalu buat dua guntingan sejajar pada sisi lipatan kertas, masing-masing sekitar 2,5 cm jaraknya dan sepanjang 2,5 cm. Kamu bisa bereksperimen dengan panjang guntingan ini.
Dorong tab ke dalam kartu: Lipat tab ke atas dan tekan dengan kuat agar membentuk lipatan tajam. Buka kartu, lalu dorong kertas tab ke arah dalam kartu. Bagian inilah yang nantinya akan menopang elemen pop-up saat kartu dibuka.
Buat elemen dekoratif pop-up: Kamu tidak harus membuat kolase; cukup gunting bentuk sederhana dari kertas berwarna atau gunakan foto untuk elemen di dalam kartu. Pastikan elemen yang kamu buat tidak melebihi tepi kartu saat kartu ditutup.
Tempelkan elemen pada tab: Gunakan lem stik karena waktu keringnya jauh lebih cepat dan kertas tidak mudah berkerut akibat kelembapan dari lem. Setelah semua elemen terpasang, rekatkan kartu bagian dalam ke kartu luar, dan pastikan tidak merekatkan tab-nya.
Hias dan tambahkan pesan: Dekorasi kartu pop-up kamu dan tulis pesan di dalamnya. Berikan sentuhan akhir pada kartu pop-up dengan glitter, stempel, atau pesan yang menyenangkan. Tuliskan ucapan yang tulus dan personal agar kartu semakin bermakna.
Sebagaimana dikutip dari Interesting Engineering, kartu dan buku pop-up memanfaatkan elemen kejutan untuk menghibur dan memukau penonton di semua tingkatan usia, namun seniman seperti Peter Dahmen membawa teknik kuno ini ke level yang lebih tinggi.
Siapkan bahan dasar kartu: Gunakan dua lembar cardstock berukuran A5 atau letter. Lipat masing-masing menjadi dua bagian yang sama. Satu lembar untuk mekanisme pop-up bagian dalam, dan satu lembar lagi untuk sampul luar.
Buat potongan bentuk V pada lipatan: Pada lembar bagian dalam, gambar garis miring dari titik lipatan tengah membentuk segitiga. Untuk membuat segitiga simetris, lipat kertas menjadi dua lalu potong satu garis dari lipatan, kemudian lipat bentuk tersebut pada sudut yang diinginkan. Jika menggambarnya, pastikan ujungnya bertemu dengan lipatan utama dan gambar sudut identik di kedua sisi lipatan utama.
Lipat dan dorong bentuk V ke dalam: Buka kertas dan dorong bagian yang dipotong ke arah dalam sehingga menonjol saat kartu dibuka pada sudut 90 derajat. Tekan lipatan dengan kuat menggunakan jari atau alat bantu pelipat agar bentuk V berdiri sempurna.
Tambahkan elemen dekoratif pada bentuk V: Tempelkan gambar atau potongan kertas berwarna pada permukaan segitiga yang menonjol. Kamu bisa membuat bentuk burung, bunga, hati, atau karakter lucu sesuai tema kartu.
Gabungkan dengan sampul luar: Rekatkan kertas bagian dalam ke sampul luar dengan lem stik secara merata, pastikan bagian pop-up tidak ikut tertempel. Biarkan kering selama beberapa menit sebelum menutup kartu dan menekannya di bawah buku berat agar hasilnya rapi.
Personalisasi kartu sesuai acara: Hias bagian depan sampul dengan tulisan atau gambar yang sesuai, lalu tuliskan pesan di bagian dalam. Teknik V-Fold sangat cocok untuk kartu ulang tahun, kartu ucapan selamat, hingga undangan pernikahan.
Dieter F. Uchtdorf, dikutip dari Extraordinary Chaos menyatakan, "Hasrat untuk berkreasi adalah salah satu kerinduan terdalam dari jiwa manusia."
Potong dan lipat karton dasar: Ambil kertas karton A5 dan lipat menjadi dua bagian secara horizontal. Siapkan juga satu lembar karton lain dengan ukuran yang sama untuk sampul luar.
Gambar garis bertingkat pada lipatan: Pada bagian lipatan kertas dalam, buat empat garis vertikal dengan panjang berbeda membentuk tingkatan seperti kue. Gunakan penggaris untuk memastikan garis lurus dan berjarak proporsional, misalnya dengan panjang 3,5 cm, 3 cm, dan 2 cm dari bawah ke atas.
Gunting garis dan bentuk platform: Potong sepanjang garis vertikal yang sudah dibuat, kemudian lipat ke depan untuk membentuk platform kue. Buka kartu dan dorong setiap platform ke arah dalam sehingga membentuk tingkatan yang menyerupai kue saat kartu dibuka.
Hias setiap tingkatan kue: Tempel kertas origami atau kertas warna pada setiap platform kue, sesuaikan ukurannya agar pas. Tambahkan detail seperti lilin dari potongan kertas kecil yang ditempel di belakang platform paling atas agar terlihat seperti lilin di atas kue.
Gabungkan dan selesaikan: Rekatkan kartu bagian dalam ke sampul luar dengan rapi. Hias bagian depan kartu dan tuliskan ucapan ulang tahun yang unik dan kreatif. Kartu kue bertingkat ini menjadi salah satu cara membuat kartu ucapan pop up yang paling berkesan untuk diberikan kepada orang tersayang.
Berdasarkan panduan dari A Beautiful Mess, kamu bisa membuat desain bagian dalam yang sangat detail, tetapi mekanisme dasar pembuatan kartu pop-up sebenarnya sangat sederhana.
Ananda Coomaraswamy, dikutip dari Everyday Power menyatakan, "Seniman bukanlah jenis orang yang istimewa; sebaliknya, setiap orang adalah jenis seniman yang istimewa."
Pilih kertas dengan ketebalan yang tepat: Gunakan cardstock atau kertas karton dengan ketebalan minimal 200 gsm untuk bagian dasar kartu agar kokoh. Untuk elemen pop-up yang perlu dilipat berulang kali, kertas yang sedikit lebih tipis justru lebih fleksibel dan mudah dikerjakan.
Gunakan lem stik, bukan lem cair: Lem stik memiliki waktu kering yang lebih cepat dan tidak menyebabkan kertas bergelombang akibat kelembapan, berbeda dengan lem PVA yang membutuhkan waktu pengeringan lebih lama. Ini penting terutama saat menempelkan elemen kecil yang memerlukan presisi tinggi.
Buat beberapa draf percobaan: Saat mendesain kartu apa pun, kamu akan membuat beberapa draf, mencoba berbagai bentuk, lalu melakukan penyesuaian. Jangan langsung menggunakan kertas terbaik untuk percobaan pertama; gunakan kertas bekas atau kertas biasa terlebih dahulu.
Perhatikan ukuran elemen pop-up: Jika objek pop-up terlalu tinggi, elemen tersebut akan menyembul keluar dari kartu saat ditutup. Selalu uji ukuran elemen dengan menutup kartu sebelum menempelkan secara permanen.
Gunakan alat potong yang tajam: Gunting yang tajam menghasilkan potongan yang rapi dan presisi, sementara gunting tumpul akan membuat tepi kertas tidak rata. Untuk desain yang lebih kompleks, pertimbangkan menggunakan cutter dan alas potong.
Manfaatkan template untuk pemula: Banyak template kartu pop-up gratis yang bisa diunduh dari internet untuk membantu pemula memahami pola dasar pembuatan kartu. Template sangat berguna untuk memastikan proporsi dan ukuran yang tepat sebelum kamu mulai bereksperimen dengan desain sendiri.
Eksplorasi berbagai tema: Kartu pop-up bisa disesuaikan untuk hampir semua acara, mulai dari ulang tahun, Hari Ibu, wisuda, hingga kartu ucapan hari raya. Pilih warna dan elemen dekoratif yang sesuai dengan tema agar pesan yang ingin disampaikan terasa lebih kuat.
Sebagaimana dilaporkan My Modern Met, seniman kertas Peter Dahmen menjelaskan bahwa ia pertama kali mulai membuat kartu pop-up saat semester ketiga kuliah desain grafis, ketika diminta membuat objek 3D seluruhnya dari kertas, lalu ia menghadapi masalah membawanya di kereta tanpa rusak, sehingga ia memutuskan untuk mendesainnya agar bisa dilipat rata menjadi buku pop-up.
Membuat kartu pop-up juga bisa menjadi aktivitas yang meningkatkan kreativitas dan keterampilan tangan, terutama bagi anak-anak. Proyek kreatif seperti ini memberikan anak-anak sesuatu yang konstruktif untuk dikerjakan dan memberi mereka banyak waktu untuk memikirkan penerima kartu, sehingga membangun rasa syukur dan kasih sayang. Albert Einstein, dikutip dari Extraordinary Chaos menyatakan, "Kreativitas itu menular, sebarkan."
Dorothy Parker, dikutip dari House of Mahalo menyatakan, "Kreativitas adalah pikiran yang liar dan mata yang disiplin."
Baca juga: Contoh Kartu Ucapan dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Bahan dasar yang dibutuhkan cukup sederhana dan mudah ditemukan, yaitu kertas karton atau cardstock untuk badan kartu, kertas warna atau origami untuk elemen dekoratif, gunting tajam, lem stik, penggaris, dan pensil untuk menggambar pola. Kamu juga bisa menambahkan spidol warna, glitter, stiker, atau pita kecil untuk mempercantik kartu sesuai selera.
Teknik tab dasar adalah metode paling mudah untuk pemula karena hanya memerlukan dua guntingan sejajar pada lipatan kertas untuk membentuk platform pop-up. Setelah menguasai teknik ini, kamu bisa beranjak ke teknik V-Fold yang menghasilkan efek lebih dinamis, lalu ke desain bertingkat seperti kue 3D. Kuncinya adalah memulai dari yang sederhana dan terus berlatih secara bertahap.
Tentu saja, kartu ucapan pop up bisa disesuaikan untuk hampir semua momen spesial. Kamu hanya perlu mengubah tema, warna, dan elemen dekoratifnya sesuai acara, misalnya bentuk kue untuk ulang tahun, bunga untuk Hari Ibu, pohon Natal untuk perayaan Natal, atau toga untuk kartu ucapan wisuda. Dengan sedikit kreativitas, satu teknik dasar bisa diaplikasikan ke berbagai tema berbeda.
Daftar Referensi
(kpl/fed)