Kapanlagi.com - Matcha latte telah menjadi salah satu minuman favorit yang banyak diminati di berbagai kafe dan kedai minuman. Minuman ini menawarkan perpaduan sempurna antara rasa pahit khas matcha dengan kelembutan susu yang creamy.
Popularitas matcha latte terus meningkat karena rasanya yang unik dan manfaat kesehatannya. Banyak orang kini tertarik untuk mempelajari cara membuat matcha latte sendiri di rumah agar dapat menikmati minuman favorit mereka kapan saja.
Mengutip dari Teatulia, matcha adalah teh hijau bermutu tinggi yang sudah digiling menjadi bubuk halus. Berbeda dengan daun teh biasa, daun teh untuk matcha ditanam di tempat teduh sehingga menghasilkan kandungan klorofil, kafein, dan theanine yang lebih tinggi.
Matcha latte merupakan minuman yang menggabungkan bubuk matcha berkualitas tinggi dengan susu, menciptakan tekstur yang lembut dan rasa yang kaya. Meskipun namanya mengandung kata "latte", minuman ini sama sekali tidak mengandung kopi, melainkan menggunakan matcha sebagai bahan utamanya.
Matcha sendiri berasal dari Jepang dan telah digunakan dalam upacara minum teh tradisional selama berabad-abad. Proses pembuatan matcha sangat unik, dimana daun teh hijau ditanam di tempat teduh selama beberapa minggu sebelum dipanen. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi klorofil yang memberikan warna hijau pekat dan meningkatkan kandungan nutrisi.
Setelah dipetik, daun teh dikukus untuk menghentikan proses oksidasi, kemudian dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus menggunakan batu gilingan tradisional. Proses ini menghasilkan bubuk matcha yang memiliki tekstur sangat halus dan rasa yang kompleks.
Menurut Naoki Matcha, kualitas matcha sangat mempengaruhi rasa akhir dari matcha latte. Matcha ceremonial grade yang terbuat dari daun teh pilihan akan menghasilkan rasa yang lebih lembut dan aroma yang lebih harum dibandingkan dengan matcha culinary grade.
Untuk membuat matcha latte yang lezat, Anda memerlukan bahan-bahan berkualitas baik. Berikut adalah daftar lengkap bahan yang diperlukan:
Kualitas bahan sangat mempengaruhi hasil akhir minuman. Mengutip dari Marukyu Koyamaen, penggunaan air dengan suhu yang tepat adalah kunci utama dalam membuat matcha yang tidak pahit. Air yang terlalu panas akan merusak senyawa L-theanine dalam matcha dan menghasilkan rasa yang tidak diinginkan.
Proses pembuatan matcha latte yang benar memerlukan teknik khusus agar menghasilkan rasa yang optimal. Berikut adalah panduan lengkap cara membuat matcha latte:
Teknik pengocok yang benar sangat penting dalam proses ini. Gerakan zigzag yang cepat akan membantu melarutkan matcha secara merata dan menciptakan busa microfoam yang memberikan tekstur lembut pada minuman.
Untuk menghasilkan matcha latte yang sempurna, ada beberapa tips dan trik yang perlu diperhatikan:
Mengutip dari ITO EN Indonesia, matcha ceremonial grade yang terbuat dari 100% daun teh Jepang berkualitas tinggi akan memberikan hasil yang lebih autentik dan kaya akan manfaat kesehatan seperti L-theanine dan antioksidan.
Setelah menguasai resep dasar, Anda dapat mengeksplorasi berbagai variasi matcha latte yang menarik:
Setiap variasi memiliki karakteristik rasa yang unik. Matcha latte dengan susu nabati cenderung memiliki rasa yang lebih ringan, sementara versi dengan susu full cream memberikan tekstur yang lebih kaya dan creamy.
Selain rasanya yang lezat, matcha latte juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang membuatnya menjadi pilihan minuman yang bijak:
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Chromatography A, matcha mengandung antioksidan 137 kali lebih banyak dibandingkan teh hijau biasa, menjadikannya superfood yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Ya, matcha latte mengandung kafein karena matcha terbuat dari daun teh hijau. Namun, kandungan kafeinnya lebih rendah dibandingkan kopi dan diserap lebih lambat oleh tubuh sehingga memberikan efek energi yang lebih stabil tanpa menyebabkan jittery.
Bubuk matcha yang belum dibuka dapat disimpan hingga 2 tahun jika disimpan di tempat sejuk dan kering. Setelah dibuka, sebaiknya digunakan dalam waktu 3-6 bulan untuk menjaga kualitas rasa dan nutrisinya. Simpan dalam wadah kedap udara di lemari es untuk hasil terbaik.
Rasa pahit pada matcha latte biasanya disebabkan oleh penggunaan air yang terlalu panas (di atas 80°C) atau penggunaan matcha berkualitas rendah. Pastikan menggunakan air dengan suhu 70-80°C dan pilih matcha ceremonial grade untuk rasa yang lebih halus.
Tentu saja! Susu nabati seperti susu almond, susu kedelai, atau susu oat dapat digunakan sebagai alternatif susu sapi. Setiap jenis susu nabati akan memberikan rasa dan tekstur yang sedikit berbeda, jadi Anda bisa bereksperimen untuk menemukan kombinasi favorit.
Matcha latte mengandung kafein, sehingga ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsinya. Konsultasikan dengan dokter mengenai batas aman konsumsi kafein selama kehamilan. Umumnya, konsumsi kafein untuk ibu hamil disarankan tidak melebihi 200mg per hari.
Untuk membuat busa yang sempurna, gunakan chasen atau whisk dengan gerakan zigzag yang cepat dan konsisten selama 30-45 detik. Mulai dengan kecepatan tinggi, kemudian perlambat, dan akhiri dengan gerakan lembut untuk menciptakan microfoam yang halus dan stabil.
Ya, meskipun chasen adalah alat tradisional yang ideal, Anda bisa menggunakan whisk biasa, milk frother, atau bahkan sendok untuk mengocok matcha. Kunci utamanya adalah mengocok dengan gerakan yang cepat dan konsisten hingga matcha larut sempurna dan terbentuk busa halus.