Kapanlagi.com -Kyuri atau timun Jepang kini semakin populer di Indonesia dan banyak ditemukan dalam berbagai hidangan seperti restoran Jepang, sushi, salad, hingga acar. Buah ini banyak digemari karena memiliki rasanya yang lebih manis serta teksturnya yang jauh lebih renyah jika dibandingkan dengan timun lokal. Kendati demikian, banyak orang seringkali merasa ingin mencoba menanamnya sendiri di rumah namun terkendala oleh masalah keterbatasan lahan atau ketidaktahuan mengenai cara memulainya. Padahal, membudidayakan tanaman ini tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Kabar baiknya, menanam kyuri di rumah ternyata sangat mudah dilakukan karena bisa memanfaatkan polybag atau pot di pekarangan, bahkan bisa ditanam merambat di pagar rumah sekalipun. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai cara menanam mentimun Jepang (Kyuri) di rumah dalam 8 langkah mudah yang dimulai dari tahap persiapan hingga masa panen. Berikut adalah panduan lengkap cara menanam mentimun Jepang (Kyuri) di rumah yang bisa dipraktikkan oleh siapa saja dengan mudah.
Advertisement
2. Penyemaian Benih
Penyemaian Benih. Foto: AI Generated
Tahap awal dalam cara menanam kyuri dimulai dari proses seleksi dan perendaman benih agar tingkat perkecambahannya tinggi. Rendam benih dalam air hangat selama 15 menit, lalu buang benih yang mengapung dan gunakan hanya yang tenggelam. Setelah itu, rendam kembali benih selama 14 jam, lalu letakkan di atas handuk basah selama 12 jam sampai bakal akar muncul. Semai benih tersebut di tray semai atau polybag kecil berisi media tanam, tutup permukaannya dengan daun kering tipis, lalu siram 1 hingga 2 hari sekali. Tunggu selama 10 hingga 14 hari hingga bibit memiliki dua daun sejati dan siap untuk dipindah tanam.
7. Pemupukan dan Perawatan Rutin
Pemupukan dan Perawatan Rutin. Foto: AI Generated
Melakukan budidaya kyuri di rumah memerlukan perhatian khusus pada aspek pemupukan dan pemeliharaan harian agar tanaman tetap produktif. Untuk pemupukan, campurkan kompos sebagai pupuk dasar saat menyiapkan media tanam, lalu berikan pupuk susulan berupa NPK atau pupuk organik cair setiap 10 hingga 14 hari sekali dengan cara dipendam di dalam tanah sekitar tanaman. Perawatan lain yang tidak kalah penting meliputi pemangkasan daun tua atau cabang yang tidak produktif agar nutrisi terfokus pada buah. Selain itu, lakukan pengendalian gulma dengan membersihkan rumput liar di sekitar polybag, semprotkan pestisida nabati jika ditemukan hama, serta bantu penyerbukan manual menggunakan kuas apabila populasi lebah di sekitar lingkungan rumah tergolong rendah.
8. Panen Mentimun Jepang
Panen Mentimun Jepang. Foto: AI Generated
Masa tunggu tanaman hingga bisa dipetik relatif singkat, yakni sekitar 50 hingga 65 hari setelah masa penanaman. Ciri buah kyuri yang siap dipanen adalah memiliki ukuran panjang yang ideal, warna hijau pekat, serta tekstur buah yang padat. Gunakan gunting kebun yang tajam untuk memotong bagian tangkai buah dengan hati-hati. Hindari menarik buah secara langsung agar batang utama tanaman tidak patah atau rusak. Semakin sering buah dipanen secara rutin, tanaman akan semakin produktif menghasilkan buah baru. Setelah dipanen, simpan kyuri di tempat yang sejuk atau di dalam lemari es agar kesegarannya tetap terjaga.