Kapanlagi.com - Cara menanam selada air tanpa kolam cukup sederhana: tanam di pot berlubang, lalu letakkan pot di wadah berisi air supaya medianya selalu basah. Sinar matahari pagi dan air yang rutin diganti adalah kunci utamanya.
Kamu bisa memulainya dari biji atau dari batang selada air yang dibeli di pasar. Dengan cara menanam selada air tanpa kolam ini, balkon, teras, bahkan ambang jendela bisa jadi kebun sayur kecil.
Selada air atau Nasturtium officinale dikenal dengan berbagai nama daerah, misalnya selada cai dalam bahasa Sunda dan kenci dalam bahasa Jawa. Sebagaimana disampaikan Utah State University Extension, kalau di halaman ada fitur air, tempat itu cocok untuk menanam selada air; kalau tidak ada, selada air bisa ditanam di pot yang diletakkan dalam ember untuk meniru kondisi tanah jenuh air di tepi sungai .
Cara Menanam Sawi Pakcoy Merah di Ember untuk PemulaAdvertisement
Langkah pertama memahami cara menanam selada air tanpa kolam adalah meniru habitat aslinya. Di alam, selada air tumbuh di tepi aliran air yang tenang, jadi tugasmu adalah menjaga akarnya tetap basah tanpa merendam daunnya. Menanam dari biji memang butuh sedikit kesabaran, tapi tidak perlu alat khusus.
Merujuk Almanac.com, kalau menanam selada air di pot, gunakan wadah dengan lebar minimal sekitar 15 cm dan lubang drainase di dasarnya, lalu letakkan pot di ember yang lebih besar berisi air setinggi 5-7,5 cm .
Siapkan pot berlubang: Pilih pot plastik atau pot kain dengan banyak lubang drainase. Pot yang lebar lebih baik daripada pot yang dalam, karena akar selada air dangkal dan batangnya cenderung menjalar ke samping.
Rekomendasi Drama Korea Slice of Life tentang Peternakan yang Cocok Ditonton Saat SantaiIsi dengan media tanam yang tepat: Pakai campuran gambut (peat moss) dengan perlit atau vermikulit. pH idealnya sekitar 6,5 sampai 7,5. Kalau bahan itu sulit dicari, kompos atau media tanam siap pakai yang berkualitas baik juga bisa dipakai.
Basahi media sebelum menabur benih: Siram media sampai benar-benar jenuh air sebelum benih ditanam. Biji selada air sangat kecil, jadi media yang sudah basah membantunya cepat menempel dan berkecambah.
Tabur benih tipis-tipis: Sebar benih di permukaan media, lalu tutup tipis dengan media atau cukup tekan perlahan, kira-kira sedalam 0,6 cm. Kalau bisa, beri jarak sekitar 7-10 cm antarbenih supaya tidak perlu sering pindah tanam.
Letakkan pot di atas nampan berisi air: Taruh pot di piring pot, nampan, atau ember berisi air. Pastikan potnya tidak terendam seluruhnya, karena media dan benih bisa ikut hanyut.
Tutup dengan plastik bila perlu: Plastik wrap di atas pot membantu menjaga kelembapan selama masa semai. Lepas plastiknya begitu kecambah mulai muncul.
Tunggu daun sejati muncul: Benih biasanya berkecambah dalam 8 sampai 15 hari. Daun pertama yang muncul kecil dan lemah. Tanaman baru siap dirawat sebagai tanaman dewasa setelah daun kedua (daun sejati) yang berbentuk oval dan mengilap tumbuh.
Tips singkat: Kalau benih belum tumbuh setelah seminggu, jangan buru-buru menyerah. Tetap jaga medianya basah sampai sekitar dua minggu.
Cara ini paling cepat dan paling murah. Dalam praktiknya, banyak orang memakai cara menanam selada air tanpa kolam dengan stek batang dari selada air yang dibeli di pasar atau supermarket, karena batangnya masih hidup dan mudah tumbuh akar baru.
Di Indonesia sendiri, selada air umumnya diperbanyak dengan stek batang dari tanaman induk yang segar, sehat, dan produktif, dengan panjang stek sekitar 15-20 cm.
Pilih batang yang segar: Cari selada air berwarna hijau tua dengan daun pucuk yang segar dan penuh. Lebih bagus lagi kalau sudah ada akar putih kecil di ruas batangnya, karena prosesnya jadi lebih cepat.
Cara Budidaya Jamur Merang untuk Pemula dari Media Tanam hingga PanenPotong stek sepanjang 15-20 cm: Buang daun di bagian bawah batang supaya tidak membusuk saat terendam air. Sisakan daun di bagian atas.
Rendam di gelas atau ember berisi air: Masukkan stek ke gelas berisi air bersih. Kalau steknya banyak, ember plastik juga bisa dipakai, asalkan steknya tidak saling menumpuk.
Ganti air setiap 2-3 hari: Air yang dibiarkan terlalu lama akan menggenang dan berbau. Mengganti air secara rutin menjaga stek tetap segar dan mencegah lumut tumbuh.
Perhatikan akar yang tumbuh: Dalam beberapa hari, akan muncul akar halus berwarna keperakan di ruas bawah batang. Kalau setelah lama ditunggu akar tidak juga muncul, ulangi dengan stek baru.
Pindahkan ke pot berisi media: Buat lubang di tengah media, tanam akarnya, dan pastikan daun berada di atas permukaan media supaya tidak busuk. Batangnya mungkin belum bisa tegak, jadi rebahkan saja dengan hati-hati sampai akarnya cukup kuat.
Rendam pot sampai batas bibirnya: Letakkan pot di ember berisi air dengan permukaan air tepat di bawah bibir pot. Jangan sampai air meluap ke dalam pot karena bisa menghanyutkan tanaman.
Selada air bisa ditanam di gelas bekas di dapur, sedangkan untuk stek dalam jumlah banyak, ember cat bekas yang sudah dicuci bersih bisa jadi pilihan praktis.
Kalau kamu tinggal di rumah dengan halaman sempit atau apartemen, metode dua pot adalah cara menanam selada air tanpa kolam yang paling rapi. Satu pot berisi media tanam, sementara pot kedua tanpa lubang berfungsi sebagai penampung air.
Sebagaimana dikutip dari Thompson & Morgan, pot cukup diletakkan di nampan atau piring dalam yang airnya terus diisi ulang; untuk mencegah air menggenang, siram pot dengan air bersih dua kali seminggu, dan campuran arang pada kompos juga membantu menjaga media tetap segar .
Siapkan dua pot berbeda ukuran: Pot dalam harus punya banyak lubang drainase, sedangkan pot luar sebaiknya lebih besar dan tidak berlubang sama sekali.
Rekomendasi Drama Korea Slice of Life tentang Peternakan yang Cocok Ditonton Saat SantaiBeri batu kerikil di dasar pot luar: Kerikil membuat pot dalam sedikit terangkat, sehingga air tetap menyentuh dasar media tanpa merendam seluruh pot.
Tanam benih atau stek di pot dalam: Ikuti langkah menanam dari biji atau stek seperti di atas, lalu masukkan pot dalam ke pot luar.
Isi air ke pot luar: Setiap kali menyiram, kelebihan air akan tertampung di pot luar, jadi media tidak pernah kering.
Beri oksigen pada air secara berkala: Setiap 2-3 hari, angkat dan turunkan pot dalam beberapa kali. Gerakan ini menambah oksigen ke air dan mencegahnya cepat basi.
Kuras dan ganti air secara rutin: Buang air di pot luar dan isi dengan air baru. Kalau ada, air hujan adalah pilihan terbaik.
Coba variasi wadah mengapung: Ada juga pekebun yang menaruh pot selada air di wadah yang mengapung di dalam wadah air yang lebih besar, untuk meniru gerakan air di habitat aslinya. Cara ini cocok kalau kamu punya bak air bekas yang cukup lebar.
Kalau ingin naik level, selada air juga cocok dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Prinsipnya mirip dengan cara menanam selada hidroponik, yaitu peran tanah digantikan larutan nutrisi di dalam air.
Setelah tanaman tumbuh, perawatan menentukan apakah daunnya tetap renyah dan pedas segar atau malah layu. Kabar baiknya, perawatannya tidak rumit asalkan kamu konsisten. Dilansir dari Epic Gardening, selada air bisa ditanam di bawah sinar matahari penuh hingga teduh sebagian, tetapi selada air di pot akan lebih baik bila mendapat sedikit naungan agar wadahnya tidak cepat kering .
Utamakan matahari pagi: Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari pagi minimal 4 jam, lalu agak teduh di siang hari. Sinar siang yang terik di Indonesia bisa membuat media cepat kering.
Jaga suhu tetap sejuk: Selada air menyukai suhu sejuk, idealnya sekitar 10-16 derajat Celsius. Saat suhu di atas sekitar 29 derajat Celsius, rasanya cenderung berkurang. Di daerah dataran rendah, pilih tempat yang teduh dan berangin, dan jauhkan pot dari embusan AC yang terlalu dingin di dalam ruangan.
Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Ternak agar Cepat Matang dan Aman untuk TanamanJangan biarkan air menggenang terlalu lama: Air yang basi memicu lumut dan bau tidak sedap. Ganti air sekali atau dua kali seminggu, atau lebih sering di cuaca panas.
Beri pupuk secukupnya: Selada air tidak butuh banyak nutrisi. Namun, tanaman yang dibudidayakan bisa kekurangan fosfor, kalium, atau zat besi. Tandanya: tanaman kerdil, tepi daun tua seperti terbakar, atau daun muda menguning di antara tulang daunnya. Campurkan pupuk larut air dengan dosis anjuran ke dalam air rendaman.
Waspadai hama: Kutu kebul, tungau, dan siput adalah gangguan yang paling umum. Kutu kebul bisa dikendalikan dengan air sabun, sedangkan siput cukup diambil dengan tangan.
Panen sebelum berbunga: Daun dan batang muda paling enak dipetik sebelum tanaman berbunga, karena setelah berbunga rasanya menurun.
Potong, jangan cabut: Gunakan gunting tajam dan sisakan batang sekitar 5-10 cm supaya tanaman tumbuh lagi. Waktu panen terbaik adalah pagi atau sore hari, dan tanaman biasanya sudah bisa dipanen sekitar 3 minggu setelah tanam.
Kendalikan penyebarannya: Selada air menyebar cepat lewat akar di ruas batangnya. Menanamnya di pot justru membantu karena tanaman tidak mudah merambat liar ke saluran air.
Para ahli berkebun juga menegaskan bahwa kolam memang tidak wajib. Pakar berkebun sekaligus penulis Alys Fowler, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Selada air sangat mudah ditanam di kolam maupun di pot. Sesuai namanya, tanaman ini memang membutuhkan kelembapan agar tumbuh dengan baik."
Alys Fowler, dikutip dari Homes & Gardens, juga menjelaskan, "Tanaman ini ingin basah tetapi tidak ingin tergenang, dan idealnya membutuhkan kondisi yang drainasenya lancar namun selalu lembap."
Para ahli dari West Coast Seeds, dikutip dari Homes & Gardens, menambahkan, "Semua jenis selada sangat mudah ditanam, tetapi selada air membutuhkan kondisi tumbuh yang sangat basah. Jika kebutuhan itu terpenuhi, menanamnya sangat mudah."
Tim ahli Thompson & Morgan, dikutip dari Homes & Gardens, mengatakan, "Menanam selada air dari biji tidak membutuhkan keterampilan maupun peralatan khusus."
Ada satu catatan keamanan penting. Selada air yang tumbuh di kolam atau perairan liar bisa membawa bakteri dan parasit cacing hati, jadi hindari memetik selada air liar dan selalu cuci bersih hasil panen sebelum dikonsumsi. Inilah salah satu kelebihan menanam di pot: kualitas airnya bisa kamu kontrol sendiri. Kalau kamu juga tertarik menanam jenis selada lain, prinsip menjaga kelembapan serupa berlaku saat menanam selada di pot atau polybag.
Bisa. Selada air memang paling subur di air mengalir, tetapi bisa tumbuh baik di pot asalkan medianya selalu basah dan air rendamannya diganti secara rutin supaya tidak basi.
Dari stek batang, selada air umumnya bisa dipanen sekitar 3 minggu setelah tanam. Dari biji butuh waktu lebih lama karena benih perlu 1-2 minggu untuk berkecambah.
Selada air segar bisa disimpan di kulkas sekitar satu minggu. Sebaiknya panen secukupnya untuk sekali masak agar rasanya tetap segar.
Cara Menanam Kacang Tanah Menggunakan Wadah Bekas di RumahDaftar Referensi
(kpl/rsp)