Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Ternak agar Cepat Matang dan Aman untuk Tanaman
cara membuat pupuk kandang (h)
Kapanlagi.com - Cara membuat pupuk kandang sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan dengan bahan murah di sekitar kita. Kuncinya, kotoran ternak difermentasi sampai matang agar suhunya turun dan aman dipakai.
Proses ini mengandalkan mikroorganisme pengurai yang mengubah kotoran mentah menjadi humus gembur. Dengan langkah yang tepat, cara membuat pupuk kandang akan menghasilkan pupuk yang tidak berbau menyengat dan kaya hara.
Mengacu pada panduan Food and Agriculture Organization (FAO), pengomposan skala kecil dilakukan dengan menumpuk bahan organik secara berlapis sambil menjaga aerasi agar penguraian berjalan cepat dan merata. Prinsip serupa berlaku untuk kotoran ternak, yaitu menyeimbangkan bahan basah sumber nitrogen dengan bahan kering sumber karbon.
Advertisement
Baca juga: cara membuat pupuk kompos dari sampah dapur
1. Menyiapkan Bahan dan Alat untuk Membuat Pupuk Kandang
Langkah awal cara membuat pupuk kandang adalah menyiapkan seluruh bahan dan alat agar prosesnya tidak terputus di tengah jalan. Komposisi bahan yang seimbang menjadi penentu utama agar pupuk cepat matang dan tidak berbau.
Para praktisi pertanian organik menekankan pentingnya menyeimbangkan bahan kaya nitrogen (kotoran basah) dengan bahan kaya karbon seperti sekam, jerami, atau serbuk gergaji. Bahan berkarbon ini menciptakan rongga udara pada tumpukan, memperbaiki rasio karbon dan nitrogen, sekaligus meredam bau amonia. Bahan yang sama juga bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam yang subur.
Kumpulkan kotoran ternak: Siapkan kotoran sapi, kambing, atau ayam sekitar 1 ton, jumlah bisa disesuaikan dengan skala kebutuhan. Endapkan lebih dulu jika masih terlalu basah.
Sediakan bahan berkarbon: Tambahkan arang sekam, serbuk gergaji, atau jerami cincang sebagai penyeimbang kelembapan dan sumber karbon.
Siapkan dolomit atau kapur pertanian: Berguna menstabilkan pH tumpukan dan memperkaya kandungan kalsium.
Pilih dekomposer: Gunakan aktivator seperti EM4 atau starter dekomposer lain untuk mempercepat penguraian.
Larutkan molase atau gula merah: Berfungsi sebagai sumber energi mikroba agar cepat berkembang biak.
Lengkapi peralatan: Sediakan cangkul, ember, dan terpal penutup untuk mengaduk, menyiram, sekaligus menjaga suhu.
Baca juga: cara mengolah sampah organik rumah tangga
Baca juga: manfaat EM4 untuk fermentasi pupuk
2. Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Sapi
Kotoran sapi paling umum dipakai karena mudah didapat dan kaya serat. Untuk hasil terbaik, cara membuat pupuk kandang dari kotoran sapi dilakukan lewat fermentasi tertutup selama beberapa minggu.
Penelitian pengomposan menunjukkan bahwa penguraian yang matang mengubah hara terikat menjadi bentuk terlarut yang mudah diserap akar, proses yang dikenal sebagai mineralisasi. Pada pengomposan panas, suhu tumpukan yang naik hingga sekitar 55 sampai 70 derajat Celsius turut mematikan biji gulma dan patogen.
Endapkan kotoran: Tiriskan kotoran sapi yang masih basah hingga kadar airnya sekitar 60 persen.
Susun berlapis: Ratakan kotoran setebal 20 cm, taburi sekam, serbuk gergaji, dan dolomit, lalu ulangi hingga tumpukan cukup tinggi.
Siramkan larutan aktivator: Campur air, dekomposer, dan molase, masing-masing sekitar 5 ml per liter, siramkan merata sambil diaduk.
Jaga kelembapan: Kondisi ideal adalah lembap tetapi tidak becek; bila digenggam tidak meneteskan air.
Tutup dengan terpal: Lindungi tumpukan dari hujan dan sinar matahari langsung agar suhu fermentasi stabil.
Balik secara berkala: Aduk atau balik tumpukan setiap 7 hari untuk aerasi, ulangi 4 sampai 5 kali.
Panen saat matang: Setelah 21 hingga 30 hari, saat warnanya cokelat kehitaman dan sudah dingin, pupuk siap dipakai.
Baca juga: manfaat kotoran sapi untuk tanaman
Baca juga: jenis-jenis pupuk untuk tanaman
3. Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Ayam
Kotoran kambing berbentuk butiran padat, sedangkan kotoran ayam sangat pekat kandungan haranya. Keduanya membutuhkan penanganan sedikit berbeda saat membuat pupuk kandang agar tidak membakar akar tanaman.
Menurut penelitian, kotoran ayam memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium tertinggi di antara jenis pupuk kandang sehingga harus benar-benar matang sebelum digunakan. Penyimpanannya pun sebaiknya tertutup karena sebagian besar nitrogen larut dalam urine dan mudah menguap.
Haluskan kotoran kambing: Pecah butirannya agar lebih mudah terurai; untuk kotoran ayam, campur dengan sekam lebih banyak.
Buat lapisan: Campur kotoran dengan kapur pertanian atau dolomit dan sekam hingga ketebalan 20 sampai 30 cm.
Larutkan EM4: Siapkan EM4 sesuai dosis di dalam ember berisi air secukupnya.
Siram merata: Basahi campuran hingga kelembapan sekitar 40 persen; remasan tangan tidak meneteskan air bila sudah pas.
Tumpuk dan tutup: Bentuk gundukan selebar terpal, tutup rapat, dan beri pemberat di setiap sisi agar tidak tertiup angin.
Diamkan dan angin-anginkan: Fermentasikan 1 minggu, buka untuk aerasi, lalu diamkan total sekitar 3 minggu hingga bau amoniak hilang.
Baca juga: cara membuat pupuk dari kotoran kambing
Baca juga: cara membuat pupuk dari kotoran ayam
Baca juga: tanaman yang cocok diberi pupuk kandang
4. Cara Membuat Pupuk Kandang Cair dari Kotoran Ternak
Selain bentuk padat, cara membuat pupuk kandang juga bisa menghasilkan pupuk organik cair yang lebih cepat diserap tanaman. Pupuk cair dibuat dengan merendam kotoran yang sudah matang ke dalam air.
Seperti yang dijelaskan pada praktik pembuatan larutan kotoran ternak, bahan harus difermentasi dan dimatangkan lebih dulu untuk menghancurkan patogen sebelum direndam. Larutan hasil rendaman kemudian disiramkan ke tanaman menggunakan gembor atau alat siram lain.
Masukkan kotoran matang ke karung: Gunakan kotoran yang sudah difermentasi, lalu masukkan ke dalam karung goni.
Rendam dalam air: Celupkan karung ke drum berisi air bersih hingga terendam penuh.
Tambahkan molase: Beri gula atau molase dan dekomposer agar mikroba kembali aktif menguraikan hara.
Diamkan dan aduk: Fermentasikan 7 sampai 14 hari sambil sesekali diaduk agar merata.
Saring dan encerkan: Saring cairannya, lalu encerkan dengan air sebelum disiramkan ke tanaman.
Baca juga: cara menanam cabai di polybag
5. Ciri Pupuk Kandang Matang dan Tips agar Tidak Gagal
Pupuk kandang yang belum matang justru bisa menghambat pertumbuhan bahkan mematikan tanaman. Karena itu, kenali tanda kematangannya dan hindari beberapa kesalahan umum berikut.
Para ahli menyebut kompos matang bekerja sebagai pembenah tanah sekaligus memperkenalkan mikroba bermanfaat yang menekan patogen dan penyakit tular tanah. Inilah yang membuat pupuk kandang matang mampu menyuburkan tanaman secara alami dan menjadikan tanah lebih gembur.
Suhu sudah dingin: Pupuk tidak lagi terasa panas dan suhunya menyamai lingkungan sekitar.
Bau seperti tanah: Aroma menyengat hilang dan berganti bau humus yang khas.
Tekstur remah dan gembur: Bahan kasar sudah terurai sehingga mudah ditaburkan.
Warna cokelat tua kehitaman: Warna gelap merata menandakan penguraian yang sempurna.
Wujud asli tak terlihat: Bentuk kotoran dan serat pakan sudah tidak dapat dikenali.
Jaga kelembapan seimbang: Terlalu basah membuat becek dan bau, terlalu kering menghentikan kerja mikroba.
Rutin membalik tumpukan: Pembalikan menjaga pasokan oksigen agar dekomposisi tetap berjalan.
Hindari pemakaian mentah: Pupuk yang belum matang bisa membakar akar dan menularkan penyakit ke lahan.
Ciri-ciri di atas juga berkaitan erat dengan ciri tanah subur untuk bercocok tanam yang menjadi tujuan akhir pemupukan organik.
Baca juga: cara berkebun di lahan sempit
Baca juga: cara merawat tanaman hias agar subur
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Kandang
Berapa lama proses membuat pupuk kandang sampai matang?
Umumnya fermentasi memerlukan minimal 14 hari, tetapi hasil paling ideal dicapai pada 21 hingga 30 hari. Lama waktu ini bergantung pada jenis kotoran, keseimbangan bahan, kelembapan, dan seberapa rutin tumpukan dibalik.
Apa perbedaan pupuk kandang dan kompos?
Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan ternak, sedangkan kompos dibuat dari beragam bahan organik seperti sisa tanaman, sampah dapur, dan dedaunan. Keduanya sama-sama pupuk organik dan sering dipadukan agar hara serta strukturnya lebih lengkap.
Apakah pupuk kandang bisa langsung dipakai tanpa fermentasi?
Sebaiknya tidak, karena kotoran segar masih panas, berbau, dan berpotensi mengandung patogen serta biji gulma. Membuat pupuk kandang lewat fermentasi lebih dulu membuatnya aman, tidak membakar akar, dan haranya lebih mudah diserap tanaman.
Baca juga: tips bertani organik untuk pemula
Daftar Referensi
- Food and Agriculture Organization (FAO). On-farm Composting Methods (Small-scale Composting). Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.fao.org/4/y5104e/y5104e06.htm
(kpl/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
