Cara Budidaya Jamur Merang untuk Pemula dari Media Tanam hingga Panen

Cara Budidaya Jamur Merang untuk Pemula dari Media Tanam hingga Panen
cara budidaya jamur merang (h)

Kapanlagi.com - Cara budidaya jamur merang menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan dengan modal terjangkau. Jamur bernama latin Volvariella volvacea ini tumbuh cepat di iklim tropis Indonesia dan memiliki permintaan pasar yang tinggi.

Secara umum, cara budidaya jamur merang meliputi penyiapan media tanam, sterilisasi, penebaran bibit, perawatan, hingga panen. Dengan teknik yang tepat, siklus tumbuhnya tergolong singkat, bahkan bisa dipanen dalam hitungan pekan.

Mengacu pada riset yang dipublikasikan di Heliyon (ScienceDirect), Volvariella volvacea merupakan sumber karbohidrat, protein, serat, asam askorbat, serta mineral esensial yang tumbuh subur di kawasan tropis dan subtropis.

1. Cara Menyiapkan Kumbung dan Media Tanam Jamur Merang

Langkah paling awal dalam cara budidaya jamur merang adalah menyiapkan kumbung sebagai rumah tumbuh sekaligus meracik media tanam yang kaya selulosa. Kumbung berupa bangunan sederhana berdinding plastik atau bambu yang dilengkapi rak bertingkat, sementara media tanam umumnya memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi dan kapas.

Sebagaimana dilaporkan dalam publikasi di ResearchGate, jamur merang dapat dibudidayakan pada beragam substrat seperti jerami, limbah kapas, eceng gondok, hingga daun pisang, dan tercatat sebagai jamur budidaya terpenting ketiga di dunia.

  1. Bangun kumbung yang layak: Buat kumbung berukuran minimal 3x3 meter atau 4x6 meter dengan rak bertingkat yang kokoh. Pastikan ruang dapat dijaga tetap hangat dan lembap karena jamur merang menyukai kondisi seperti itu.

  2. Siapkan bahan media utama: Gunakan jerami padi yang masih segar dan bersih, lalu potong sepanjang 10 sampai 50 cm. Bahan dapat dikombinasikan dengan onggok, bekatul, kapur, dolomit, kapas, bahkan media tandan kosong kelapa sawit.

  3. Rendam dan atur kadar air: Rendam jerami selama 12 sampai 24 jam, sedangkan kapas cukup direndam sekitar satu hari. Tiriskan hingga kadar air media berada di kisaran 60 sampai 70%, yang ditandai jika diperas hanya menetes sedikit.

  4. Lakukan pengomposan: Tumpuk jerami dan onggok secara berlapis, siram air, lalu taburkan campuran dolomit dan bekatul secara merata. Tutup tumpukan dengan plastik agar suhu naik dan proses pengomposan berjalan cepat.

  5. Balik dan periksa kematangan media: Lakukan pembalikan dua sampai tiga kali dalam beberapa hari agar pengomposan merata. Media yang siap pakai berwarna cokelat tua kehitaman, bertekstur lunak, dan tidak berbau busuk menyengat.

2. Cara Sterilisasi dan Menebar Bibit Jamur Merang

Setelah media matang, tahap berikutnya dalam cara budidaya jamur merang adalah sterilisasi atau pasteurisasi dan penebaran bibit. Proses ini penting untuk menekan mikroorganisme pengganggu sekaligus memastikan miselium jamur tumbuh dominan pada media.

  1. Susun media dalam kumbung: Masukkan kompos ke dalam rak kumbung dengan ketebalan sekitar 15 sampai 20 cm. Susun lebih tebal di rak bawah dan menipis di rak atas untuk membantu pengaturan suhu.

  2. Lakukan pasteurisasi: Alirkan uap panas ke dalam kumbung hingga suhu mencapai 60 sampai 62 derajat Celsius, lalu pertahankan selama 4 sampai 8 jam. Selama proses berlangsung, tutup kumbung dan pipa rapat agar tidak ada uap yang lolos.

  3. Dinginkan media: Turunkan suhu ruang secara bertahap hingga sekitar 32 sampai 37 derajat Celsius sebelum bibit ditanam. Penurunan suhu ini mencegah bibit mati akibat panas berlebih.

  4. Pilih bibit berkualitas: Gunakan bibit siap tanam berumur sekitar 2 sampai 5 minggu, tidak terlalu tua, dan bebas kontaminasi. Bibit yang baik berasal dari strain unggul serta memiliki miselium yang aktif.

  5. Tebar bibit merata: Buka kemasan bibit, remas gumpalannya, lalu tebarkan ke permukaan media secara merata. Sebagaimana dikutip dari repositori Kementerian Pertanian (pertanian.go.id), penebaran bibit dilakukan dengan menaburkan bibit siap semai ke permukaan sekaligus lapisan tengah media.

  6. Inkubasi dan tutup kumbung: Tutup kumbung rapat lalu biarkan miselium menjalar hingga tampak putih merata. Fase ini menentukan seberapa cepat bakal buah jamur akan terbentuk.

Bagi yang ingin menjadikannya sumber cuan, teknik ini juga bisa dikembangkan menjadi usaha sampingan berskala rumahan yang perawatannya cukup ringan setiap hari.

3. Cara Merawat dan Memanen Jamur Merang

Perawatan yang konsisten menjadi penentu utama keberhasilan cara budidaya jamur merang. Sebagai jamur tropis yang bersifat termofilik, Volvariella volvacea menuntut lingkungan hangat dan lembap yang stabil sepanjang siklus tumbuhnya.

Merujuk kajian Rice-Straw Mushroom Production yang diterbitkan Springer Nature, keberhasilan produksi jamur merang sangat bergantung pada pengendalian suhu dan kelembaban ruang tumbuh yang terjaga ketat.

  1. Jaga suhu 30 sampai 35 derajat Celsius: Suhu inilah yang paling ideal untuk pertumbuhan miselium maupun pembentukan buah. Di bawah 25 derajat pertumbuhan melambat drastis, dan di bawah 20 derajat miselium berisiko mati.

  2. Pertahankan kelembaban 80 sampai 90%: Semprotkan kabut air ke dinding dan lantai kumbung untuk menjaga kelembaban. Hindari menyemprot langsung ke bakal buah (pinhead) agar tidak rusak.

  3. Lakukan penyiraman teratur: Siram dengan sistem pengabutan satu sampai dua kali sehari sesuai kondisi. Media yang terlalu kering membuat pinhead mati, sedangkan yang terlalu basah memicu pembusukan.

  4. Atur sirkulasi udara secukupnya: Berikan ventilasi lembut sekitar 5 sampai 10 menit per hari. Aliran udara yang terlalu kencang justru mengeringkan substrat dan menggugurkan pinhead.

  5. Berikan cahaya tidak langsung: Jamur merang tidak membutuhkan cahaya untuk memicu pembentukan buah, cukup cahaya redup yang tersebar. Hindari paparan sinar matahari langsung ke media.

  6. Kendalikan hama dan jamur pesaing: Waspadai jamur pesaing seperti Coprinus, Aspergillus, dan Rhizopus yang tumbuh lebih cepat. Segera buang media yang terkontaminasi agar tidak menyebar.

  7. Panen pada waktu yang tepat: Panen umumnya dilakukan 10 sampai 15 hari setelah penebaran bibit, atau sekitar 3 sampai 5 hari sejak pinhead muncul, saat jamur masih dalam stadia kancing dan tudung belum mekar. Cabut atau putar perlahan, dan panen bisa dilakukan dua sampai tiga kali sehari karena pertumbuhannya sangat cepat. Perlu diketahui, pada stadia kancing jamur merang menyerupai jamur beracun Amanita (death cap), namun keduanya dapat dibedakan dari warna sporanya yang merah muda.

Karena termasuk salah satu jenis jamur yang aman dikonsumsi, ketelatenan merawat jamur merang akan berbuah hasil panen yang sehat dan bernilai jual. Prinsip ketelatenan serupa juga berlaku pada budidaya sayuran lain untuk pemula.

Baca juga: Cara Menanam Sawi untuk Pemula dari Benih hingga Panen

Baca juga: Cara Menanam Bayam di Pot dan Polybag untuk Pemula

4. Keunggulan dan Kandungan Gizi Jamur Merang

Selain relatif mudah dibudidayakan, jamur merang menyimpan sederet keunggulan gizi sekaligus ekonomi yang membuatnya layak dijadikan komoditas andalan. Nilai jualnya pun tetap stabil karena pasokan segar di pasar sering kali belum mampu memenuhi permintaan.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam The Scientific World Journal (Wiley), kandungan protein jamur merang dilaporkan 19 sampai 35% lebih tinggi dibanding makanan pokok seperti beras dan gandum, serta kaya senyawa antioksidan. Paul Stamets, ahli mikologi terkemuka, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Jamur adalah pabrik farmasi mini yang menyimpan kombinasi bakat unik untuk meningkatkan kesehatan kita."

  • Sumber protein nabati: Jamur merang memiliki profil asam amino yang lengkap sehingga cocok sebagai pengganti daging dalam pola makan vegetarian.

  • Rasa umami alami: Kandungan asam glutamatnya memberi cita rasa gurih alami dan menjadi alternatif sehat pengganti penyedap buatan.

  • Kaya senyawa bioaktif: Jamur ini mengandung antioksidan yang dikaitkan dengan sifat anti-kanker, anti-inflamasi, serta penguat imun tubuh.

  • Rendah lemak: Kadar lemaknya rendah dan diyakini membantu mengendalikan kolesterol serta menjaga kesehatan jantung.

  • Siklus panen cepat: Total siklus budidaya berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu, dengan jarak pinhead ke panen hanya beberapa hari.

  • Ramah lingkungan: Media tumbuhnya memanfaatkan limbah pertanian sehingga biaya produksi rendah dan mendukung ekonomi sirkular.

  • Permintaan pasar tinggi: Jamur merang diserap restoran, pasar tradisional, hingga supermarket sebagai bahan pangan populer.

  • Cocok skala rumahan: Budidaya dapat dilakukan tanpa lahan luas sehingga terjangkau bagi pemula.

Dari sisi dapur, jamur merang mudah diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari sayur capcay, tumis sayur jamur, hingga olahan bergaya Jepang. Teksturnya yang kenyal juga pas untuk hidangan berkuah seperti telur kuah bening tahu dan jamur maupun telur gulung isi jamur.

Agar teksturnya tetap prima, penting memahami cara mencuci jamur yang benar supaya tidak lembek. Bersama jamur tiram dan jamur kuping, jamur merang juga termasuk asupan sehat pendukung umur panjang karena kandungan beta-glukannya.

Baca juga: Cara Memasak Jamur Salju yang Lezat dan Bergizi

Baca juga: Mengenal Kekayaan Rempah Nusantara dan Manfaatnya

Bagi yang mempertimbangkan skala bisnis, jamur merang layak masuk daftar usaha modal kecil yang bisa dimulai dari rumah, sebagaimana peluang lain seperti ternak jangkrik sebagai bisnis rumahan. Paul Stamets, dikutip dari AZ Quotes, mengingatkan, "Jika Anda tidak tahu di mana jamur yang Anda konsumsi ditanam, pikirkan dua kali sebelum memakannya."

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Jamur Merang

Berapa lama waktu budidaya jamur merang hingga panen?

Secara umum, jamur merang dapat dipanen sekitar 10 sampai 15 hari setelah penebaran bibit, dengan total siklus budidaya berkisar 3 sampai 4 minggu. Setelah pinhead atau bakal buah muncul, jamur biasanya sudah bisa dipetik hanya dalam waktu beberapa hari karena pertumbuhannya sangat cepat.

Apa media tanam terbaik untuk jamur merang?

Media tanam terbaik adalah bahan yang kaya selulosa, terutama jerami padi segar dan limbah kapas. Bahan ini umumnya dikombinasikan dengan onggok, bekatul, kapur, atau dolomit, kemudian dikomposkan terlebih dahulu agar nutrisinya mudah diserap dan bebas dari mikroba pengganggu.

Berapa suhu ideal untuk budidaya jamur merang?

Jamur merang bersifat termofilik sehingga menyukai suhu hangat sekitar 30 sampai 35 derajat Celsius dengan kelembaban 80 sampai 90%. Suhu di bawah 25 derajat Celsius akan menghambat pertumbuhan, sementara kelembaban yang tidak stabil dapat membuat bakal buah gagal berkembang.

Daftar Referensi

  1. ScienceDirect (Heliyon). Volvariella volvacea (paddy straw mushroom): A mushroom with exceptional medicinal and nutritional properties. Diakses pada 16 September 2026, dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844024157787
  2. ResearchGate. Cultivation of Paddy Straw Mushroom (Volvariella volvacea). Diakses pada 16 September 2026, dari https://www.researchgate.net/publication/343501296_Cultivation_of_Paddy_Straw_Mushroom_Volvariella_volvacea
  3. Springer Nature Link. Rice-Straw Mushroom Production. Diakses pada 16 September 2026, dari https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-32373-8_6
  4. Wiley Online Library (The Scientific World Journal). Development of Straw Mushroom (Volvariella volvacea) Based Broth and Crackers. Diakses pada 16 September 2026, dari https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/tswj/9575690
  5. Kementerian Pertanian. Budidaya Jamur Merang. Diakses pada 16 September 2026, dari https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/5949871e-87a3-4c3f-822e-0eb9b6f8e1de/download

(kpl/pit)

Rekomendasi

Trending